Buscar

Loading...

Páginas

Make a history in your life, not just a story - DPM

Masuk PTN itu Gak Mudah, Nak

Teruntuk adik-adikku yang ingin masuk perguruan tinggi, dengarkan curhat ku yang pernah berada di posisi kalian

Halo para calon pejuang perguruan tinggi :) Bagaimana kabar kalian? Sudah tau ingin melanjutkan kemana setelah lulus SMA nanti? Sudah berjuang sekeras apapun kalian untuk mengejar cita-cita kalian?

Oke, aku disini tidak akan bicara banyak. Aku hanya ingin membagi kisahku selama berjuang untuk dapat menggapai Perguruan Tinggi Negeri :) dan mungkin juga aku akan membagi sedikit kisah teman-temanku. Mengapa? Karena kami semua memiliki segala kisah yang berbeda dan aku tidak berharap apa-apa kecuali hanya berharap agar kalian dapat memikirkan segala hal yang terbaik untuk kalian :)

Aku akan memulai ini dari kisahku.
Aku bukan anak yang rajin selama kelas 3. Aku masih aktif ikut organisasi dan ikut lomba, tapi seperti kebanyakan anak lainnya, aku sedikit lebih rajin belajar daripada di kelas satu maupun kelas dua. Memang benar sih, rangking ku di kelas jadi naik ketika aku di kelas 3.

Berbicara soal cita-cita, aku bercita-cita menjadi seorang dokter bedah tulang. Kalian tau sendiri kan, pasti banyak dari kalian atau teman-teman kalian yang bercita-cita ingin jadi dokter. Dokter itu udah masuk nya susah, belajarnya susah, keluarnya susah, saingannya banyak hahahaha.

Waktu SNMPTN, aku mendaftar di Universitas Gajah Mada dengan pilihan Pendidikan Dokter dan Pendidikan Dokter Gigi. Sambil menunggu pengumuman SNMPTN, aku juga mencoba di universitas swasta.

Aku pernah mencoba mendaftar di Universitas Kristen Maranatha Bandung. Waktu itu aku juga memilih Pendidikan Dokter dan Pendidikan Dokter Gigi. Tes yang diberikan waktu itu adalah TPA, bahasa indonesia, bahasa inggris. Kalaupun ada matematika itu gampang kok gak sesusah trigonometri hehehe. Tapi... Yang susah adalah tes biologi nya. Biologi yang benar-benar sangaaaattt mendalam dan luar biasa aku lupa semua hahaha. Kalo kalian mau disini, belajar biologinya yang bener ya, soalnya memang ini mendalam banget yang di teskan. Penjaganya killer banget lagi. Mirip kayak di kartun-kartun gitu, profesor dengan kacamata dan berkepala botak hehehe. Kalo buat Pendidikan Dokter Gigi waktu itu ada tes ketrampilan. Waktu itu disediakan sabun, cutter, penggaris dan alat-alat yang dibutuhkan. Kemudian ada juga kertas yang berisi panduan harus diapain sabun yang ada di depan kita itu. Waktu itu aku cuma disuruh motong sama bentuk sabun sesuai dengan petunjuk. Gak susah sih sebenernya, yang agak nyebelin itu motong sabun itu lho yang susah hahahaa. Coba aja kalo itu gabus, udah lancar aja lah aku motong hehehe.

Dan ketika pengumuman Maranatha itu ya aku gagal wkwkwk. Aku gak berkecil hati sih. Aku mencoba di swasta lainnya. Aku mendaftar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta via CBT atau tes komputer. Yang ini emang gila -_- Memang sih tes nya cepet, tapi mikirnya juga hmm gimana gitu ya hahaha. Kalian harus bisa menjawab begitu banyak soal rumit dengan waktu yang sedikit. Maaf sih aku lupa jumlah soal sama waktu nya berapa, soalnya aku gak keterima sih jadinya gak penting hihihi.

Akhirnya aku berpikir untuk tidak menjadi orang yang fanatik mengejar kedokteran. Aku memilih jurusan lain. Aku sempat mendaftar dan diterima di D3 Komunikasi IPB, S1 Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta, serta diterima di London School of Public Relations. Tapi gak ada yang aku ambil semua wkwkwk.

Aku adalah orang yang tidak terlalu bermimpi untuk dapat diterima melalui jalur SNMPTN. Soalnya aku tau nilaiku kelas 1 dan kelas 2 itu ancur untuk masuk kedokteran. Jangankan masuk kedokteran, masuk UGM aja mungkin cuma dipandang sebelah mata hahaha. Maka dari itu, setelah ujian nasional selesai, aku fokus belajar SBMPTN.

Oya perlu kalian ketahui, hidup diluar sangat keras teman-teman. Ketika kalian nanti ujian nasional, akan begitu banyak yang namanya kunci jawaban beredar. PENGALAMAN SAYA NIH YA, hampir di setiap ruangan di sekolahku membawa kunci jawaban. Tapi ya memang yang ketahuan hanya beberapa sih. Waktu itu, aku sempet nangis ngerasain ujian nasional yang begitu susah. Ingatlah, jamanku itu ujian nasional 20 paket yang standarnya udah disamain sama SBMPTN. Trus juga hasil dari Ujian Nasional akan diakumulasikan sebagai salah satu syarat lulus SNMPTN, ya walaupun tiap universitas memberikan kebijakan yang berbeda mengenai presentase hasil ujian nasional yang digunakan. Bener-bener susaaaah banget. Tapi aku tetep bertahan untuk tidak memakai kunci jawaban sama sekali.

Sekedar info untuk kunci jawaban. Kunci jawaban beredar dan di kotaku jujur seluruh sekolah di kotaku memakainya, tidak terkecuali beberapa orang terdekatku. Kunci jawaban beredar dengan begitu mudah. Ada yang satu kelas atau satu sekolah mengumpulkan iuran untuk membeli kunci jawaban yang KATANYA harganya gak murah. Kunci jawaban itu kemudian akan dikirimkan ke e-mail pembeli dan pembeli tinggal mencetaknya berulang kali dan dapat mencetaknya dalam berbagai macam ukuran. Aku sempat melihatnya. Aku pernah ditunjukkan oleh salah seorang. Kunci jawaban itu memang ada 20 paket. Memang tidak ada soal dan tidak ada keterangan mana kode 1 mana kode 2, namun ada beberapa petunjuk yang dapat digunakan peserta ujian untuk menggunakan kunci jawaban itu secara benar.

Kunci jawaban itu jelas terdapat nomor dari nomor 1-50 dan jawabannya A/B/C/D/E. Kemudian di atas nya akan ada contoh beberapa soal. Misal seperti ini :
5. Fakta
15. Majas puisi
25. Kesimpulan berita

Jadi biasanya para peserta ketika mendapatkan soal, mereka akan mencocokan soal yang mereka dapat dengan kunci jawaban. Misal untuk kunci yang diatas, mereka akan melihat pada soal nomor 5, nomor 15, dan nomor 25. Jika ketiga soal itu memang mengenai fakta, majas puisi, dan kesimpulan berita maka kunci jawaban itu cocok dengan soal yang mereka dapat. Ya, memang beresiko, tapi sebagian besar dari mereka sukses mengerjakan soal ujian menggunakan kunci jawaban.

Pengumuman Ujian Nasional jelas begitu mencengangkan. Memang, mereka yang benar-benar memiliki otak super, mendapatkan hasil bagus. Ada juga beberapa dari mereka yang kita sangka akan mendapatkan nilai bagus, namun hasil ujian nasional mereka malah jelek. Begitu banyak teman-temanku, yang ketika try out selalu tidak pernah lulus, namun ketika ujian nasional mereka mendapatkan nilai 9, bahkan ada yang mendapatkan nilai 10 bulat. Begitu ironi, namun begitu kenyataannya.

Pengumuman SNMPTN, seperti yang sudah aku duga, aku tidak lulus. Aku santai. Aku memang tidak terlalu berharap akan masuk PTN melalui jalur undangan, karena nilai rapot ku yang begitu luar biasa mengenaskan hahaha. Maklum sih, aku terlalu 'gaib' di sekolah dikit-dikit rapat, maklum orang sibuk hahahaha :p becanda kok becanda. Aku juga bukan orang yang susah move on dari pengumuman SNMPTN. Aku bisa langsung bangun dan malah aku lebih bersemangat untuk mengejar dan lulus dalam SBMPTN. Hmm... Ya maksudnya move on disini sih, gak terlalu sedih karena gak keterima SNMPTN. Soalnya ada beberapa temenku yang terlalu kepikiran sehingga mereka jatuh sakit gara-gara gak keterima SNMPTN. Oya, dari pengumuman SNMPTN ini, aku bisa menyimpulkan beberapa hal :

  • Mempunyai banyak sertifikat tidak menjamin kita akan lulus SNMPTN walaupun itu sertifikat OSN atau juara olimpiade sekalipun.
  • Mendapatkan rangking paralel tidak menjamin kita akan lulus SNMPTN.
  • Tidak mempunyai sertifikat belum tentu kita tidak lulus SNMPTN.
  • Tidak pernah medapatkan rangking, belum tentu kita tidak lulus SNMPTN.
Iya teman-teman, SNMPTN itu bagaikan judi atau bagaikan doorprize yang kita tidak dapat menebak siapa yang akan beruntung. Begitu banyak teman-temanku yang pintar, yang selama hidupnya di SMA mengejar begitu banyak kejuaraan, namun mereka tidak lolos SNMPTN. Namun, temen-temenku yang tidak memiliki sertifikat bahkan hidupnya di SMA bagaikan 'hidup segan mati tak mau' mereka lulus SNMPTN bahkan ada beberapa yang mendapatkan bidik misi. Sampai sekarang memang belum ada yang mengenai sistematika penerimaan SNMPTN yang benar, teman-teman. Semuanya adalah misteri dari masing-masing universitas.

Membicarakan soal SBMPTN, karena di sekolah sudah tidak ada kegiatan, aku menghabiskan waktuku untuk belajar. Pagi, siang, sore, sampai panas kepalaku -_- Aku tidak lagi belajar materi, tapi aku belajar latihan soal SBMPTN. Aku mendaftar pada sebuah bimbel, mengikuti try out di bimbel juga try out online. Semua itu hanya untuk mengetahui seberapa kemampuanku, apalagi aku adalah salah satu anak yang mengejar program studi tinggi yaitu Pendidikan Dokter. Dalam hal ini nanti kalian akan mengenal yang namanya Passing Grade. Aku tidak akan menjelaskan panjang lebar mengenai PG, karena kalau kalian bisa mendapatkan informasi itu dari internet maupun dari bimbel. Tapi teman-teman, sungguh sebenarnya PG itu menipu :) nanti akan aku jelaskan.

Di SBMPTN ini aku sudah tidak mengejar untuk masuk FK UGM. Karena, saat itu aku masih berpatokan pada PG, dan PG untuk Pendidikan Dokter UGM waktu itu sekitar 56 koma sekian persen. Sedangkan hasil try out selama ini belum pernah mencicipi angka 50 persen. Aku juga sudah tidak mengejar Pendidikan Dokter Undip serta UNS. Selama ini hasil try out mentok mencapai 42 persen. Aku sedikit memikirkan bagaimana kalau aku memilih di Udayana. Aku sudah tidak mengejar universitas yang ternama teman, tapi aku mengejar program studi yang aku tuju. Untuk apa aku masuk UGM tapi aku di program studi yang tidak sesuai dengan diriku. Jadi lebih baik aku mengejar program studi itu kalau perlu sampe swasta juga aku gak masalah.

Sebenarnya terjadi perdebatan ketika memilih program studi untuk SBMPTN maupun tes mandiri. Maklum lah, aku tidak ingin terjerumus ke lubang kekecewaan lagi hehehe. Setidaknya aku bisa lah membuktikan ke orang tua ku kalau aku bisa masuk ke PTN. Itu kan harapan setiap orang tua? :)) Apalagi lulusnya lewat SNMPTN apa SBMPTN, wuih tambah membanggakan orang tua kan? :))

Sempat terpikir aku ingin ambil program studi matematika, sempat juga ingin ambil komunikasi hahaha. Oh iya satu lagi, sempat juga ingin ambil teknik industri. Aku memilih matematika karena dari kecil aku sangat menguasai pelajaran ini. Aku mengambil komunikasi karena aku suka sekali menulis dan aku tertarik dengan dunia ini sejujurnya (karena aku dilarang ambil sastra, makanya milih ke komunikasi hahaha). Aku ambil teknik industri soalnya aku liat prospek ke depannya bakalan bagus. Labil sekali ya? Hihihi. Aku sudah di terima di Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta, D3 Komunikasi IPB, serta diterima di London School of Public Relations. Tapi kalian mau tau keputusan apa yang aku ambil?

Aku melepaskan begitu saja D3 Komunikasi IPB yang aku dapatkan melalui jalur seleksi rapot. Jadi sewaktu masa-masa SBM ini aku masih memegang Teknik Industri Atma Jaya dan LSPR.

Untuk SBMPTN, jelas aku tidak mau bunuh diri dengan mengisi pendidikan dokter semua di form pendaftaran. Aku gak gila. Bukannya aku putus asa dan menyerah, tapi aku berusaha realistis akan kemampuan ku dan aku hanya berusaha untuk membaca peluang yang bagus. Setidaknya aku harus mempunyai satu pegangan S1 PTN.

Aku sempat tertarik masuk Matematika ITB, Matematika ITS, Matematika Unair, Ilkom Unair, juga Fisioterapi Unud. Namun, setelah berpikir sangat panjang sampai stress, akhirnya keputusanku jatuh pada ini :



Ya, aku memilih PDU Unud, Ilmu Gizi Undip, dan PDG Unud. Tes nya di bali dong ya hahaha. Tapi jujur teman-teman, soal SBMPTN zaman ku jauuuuuuhhhhh lebih susah dibanding dengan try out-try out yang pernah aku jalani. Pada waktu itu aku minder. Aku tes di bali. Untuk TKD Saintek, dari 60 soal aku hanya menjawab 10 soal dan ya itu belum tentu betul semua. Mengenaskan kan? Aku melirik sebelah ku, dia menjawab sangaaaatttttttt banyaaaakkkk. Dan ketika tes selesai, aku tanya sama dia tentang pendapatnya mengerjakan soal SBMPTN. Dan dia bilang kalo soalnya susah -_____- Aku langsung down. Gimana enggak? Dia yang menjawab begitu banyak aja masih bisa bilang susah, apalagi aku yang cuma jawab 10 soal? Tapi aku mencoba untuk tetap tenang.

Tes kedua adalah TKPA. Ya, aku berharap bisa maksimal di bagian TPA dan matematika dasar. Soalnya selama try out kunciku hanya di dua itu. Jika dua itu aku bisa mengerjakan dengan lancar, aku benar-benar optimis untuk SBMPTN kali ini. Tapi ternyata.... tet tottttt....... Seperti yang aku bilang, semuanya susaaaahhhhh sekaliiii. Benar-benar di luar bayanganku. Tapi, aku berusaha untuk mengerjakan 65 soal dari 90 soal, sehingga total aku mengerjakan 75 soal. Itu pun aku keluar ruangan tes dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Oya taktik yang aku pakai, aku mengerjakan soal yang benar-benar aku bisa. Kalaupun ada soal yang aku masih ragu jawabannya, aku tidak menjawabnya, soalnya sangat beresiko. Tapi sepertinya aku gagal menerapkan itu di SBMPTN -_-

Malam setelah tes teman-teman, akan begitu banyak kunci jawaban SBMPTN yang muncul di internet. Kunci itu bukan dari panitia SBMPTN, tapi itu dari bimbel yang berusaha menjawab soal-soal SBMPTN. Memang sih soal SBMPTN boleh dibawa pulang, gak heran kalo bimbel tau soal-soal SBMPTN yang tadi pagi diujikan. Aku juga ikutan mengecek jawaban ku di sana. Ya takut sih sebenernya, tapi kalo gak gitu... Aku penasaran hiks. Akhirnya dengan segenap hati aku membuka dan mencari kode soalku. Dan kalian tau apa teman-teman? Dari 10 soal Saintek yang aku kerjakan, aku salah dua. Dan dari 65 soal TKPA yang aku kerjakan, begitu banyak salahnya huaaaaaaa..... Jujur, aku udah nangis, patah semangat. Dipikiranku aku seperti udah gak ada harapan untuk masuk melalui jalur SBMPTN. Aku gak cerita ke orang tua, karena aku takut mengecewakan mereka.

Tapi, pacarku gak pernah berhenti mendukungku. Dia selalu memberikanku 'wejangan' salah satunya mengajakku untuk bersedekah di panti asuhan. Kalau dipikir-pikir memang ada benarnya, kata orang doa anak-anak panti itu di dengar. KATANYA :) Kata orang jika kita bersedekah, maka kita akan mendapatkan rejeki yang lebih banyak nantinya. Tapi tetap saja, harus dengan hati yang ikhlas.

Aku terus berdoa berharap yang terbaik. Seenggaknya perjuanganku buat tes di bali gak sia-sia. Udah tes jauh-jauh, gak lolos lagi, sakit banget kan ya? Huhuhu...

Pengumuman SBMPTN itu bagaikan momok sendiri saat itu. Pengumuman SBMPTN 2014 dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2014 pukul 17.00 WIB.

Seperti biasa, akan begitu banyak mirror yang beredar. Nah, yang perlu diwaspadai adalah adanya mirror hoax yang katanya menampilkan hasil SBMPTN. Mirror hoax itu biasanya beredar sebelum jam 17.00. Dan kalau kalian masukin nomor peserta kalian, kalian jelas tidak lulus. Tips nya pakai mirror yang terpercaya yang memang bekerja sama dengan pihak panitia SBMPTN.

Menunggu jam 5 sore itu rasanya udah kayak seabad. Tapi tiba-tiba aku liat di Recent Update BBM, sahabatku bikin Personal Message: Alhamdulillah Unair 2014. Aku langsung kepo. Kok dia udah tau dia masuk unair. Padahal itu masih setengah 5 belum jam 5. Aku nggak percaya, tapi dia bilang kalau dia liat langsung di website resmi SBMPTN. Akhirnya aku coba. dengan tangan yang berdebar-debar, aku memasukkan nomor tesku dan JENG... JENG...



ALHAMDULILLAH :)) Rasanya seperti mimpi. Dari 700an ribu peserta, aku termasuk 160an ribu peserta yang lolos SBMPTN. Dengan soal yang begitu susah, aku masih tetap gak percaya aku bisa lolos. Langsung sujud syukur, langsung nangis juga saking bahagianya hihihi. Memang sih, aku tidak diterima di Pendidikan Dokter, tapi bisa lolos SBMPTN aja udah bener-bener bersyukur :))

Tapi, dibalik rasa senangku, tentu saja aku tetep sedih soalnya banyak temen-temenku yang gak lulus. Aku yang tadinya seneng langsung gak jadi seneng gara-gara mereka semua down. Kalian nanti akan merasakan sendiri jika ada di posisi ini :') Rasanya sungguh gak enak. Aku bingung harus bagaimana. Mau menghibur mereka tapi akunya malah dicuekin, kalo aku nyuekin dikira gak perhatian. Ya, serba repot disaat-saat seperti itu.

Karena aku udah memenuhi targetku buat megang satu kursi di PTN, jadi aku menjadi sedikit tenang. Berbeda dengan teman-temanku yang masih sibuk tes mandiri ke sana dan ke sini. Aku sendiri juga udah gak peduli dengan tes UM UGM yang kemaren aku ikuti. Mau masuk atau gak ya udah biarin aja hihihi :3

Kemudian...
Hasrat untuk masuk ke FK itu muncul kembali. Memang sih Gizi yang aku dapet itu juga termasuk FK, tapi aku tertarik buat nyoba lagi.
Aku mencari-cari info mengenai UMBPTN. Aku gak mau mengusik teman-temanku yang sibuk daftar mandiri jadi aku mending daftar UMBPTN. Kenapa begitu? Karena UNUD tahun ini masuk di daftar salah satu universitas di UMBPTN wkwkwkwk. Masih ada ngejar unud ya -_- Ya, namanya juga perjuangan ya :))

Aku belajar dan berdoa lagi. Kali ini belajar lebih giat, karena aku tau masuk Pendidikan Dokter benar-benar gak mudah. Tapi untuk pilihan prodi di UMBPTN ini aku memang gak masang strategi. Dokter semua yang aku isi wkwkwk. Soalnya aku gak peduli juga sih. Kalaupun aku gak lulus kan yang penting aku udah dapet satu PTN hehehe. Mau tau pilihanku saat itu?


Yang ini aku udah gak gila lagi buat ambil tes di bali hehehe. Di solo aja cukup deh. Itu pilihan dua terbawah itu agak ngawur sih hahaha. Ya gimana lagi? Daripada gak diisi, yaudah isi aja Fisioterapi sama Psikolog hahaha -_-

Oya, ketika akan mengikuti UMBPTN ini aku baru tau bahwa ikut UMBPTN ini lebih keras perjuangannya. Kenapa? Karena aku baru tau bahwa calo-calo akan beredar sangat banyak disini. Calo apa sih? Itu lho... calo yang jual kursi.

Jadi begini... Aku diceritain temenku urusan itu. Temenku itu punya beberapa kenalan yang bisa masukin dia ke PTN dengan mudah. Masuknya tentu aja pake duit. Seingetku kemarin, kalau mau masuk ke UNESA itu kalian bayar sekitar 30-40an juta. Itu hanya masuknya aja, belum termasuk biaya kuliah dll. Trus juga ada juga yang katanya masuk FK UB dengan bayar 800juta. Ada juga yang FK UNAIR bayar 300an juta. Kalau kata temenku daerah Jawa Tengah itu lebih murah daripada di Jawa Timur. Di daerah Jawa Tengah biasanya 10-15an juta katanya. Dia sendiri yang bilang ke aku. Aku aja dengerin ceritanya sampe melongo. Kok bisa sampe segitunya.

Cara masuk PTN melalui calo itu biasanya terjadi ketika ujian mandiri. Jadi, ada dua jenis cara masuk PTN melalui calo. Ada yang pake tes ada yang gak pake tes. Kalau pake tes pun, mau berapapun hasil yang di dapatkan nanti bakalan tetep lolos. Tes itu cuma buat formalitas aja. Kalau gak mau pake tes, ya langsung masuk, cuma jelas tarif nya lebih mahal.

Temenku itu sempet nawarin aku calo buat FK Unud coba hahaha -_- Gila aja hahaha.

Membicarakan masalah calo, aku jadi kepikiran mengenai UMBPTN. Untuk beberapa universitas, UMBPTN tingkatnya sama dengan jalur mandiri. Nah, apakah di UMBPTN juga akan ada calo. Aku tanya hal itu ke temenku. Dan kalian mau tebak jawaban dia gimana?

X : Sekarang coba kamu pikir, Udayana sama UNS apa ada tes mandiri lain selain UMBPTN?

Aku berpikir benar juga. Jalur masuk ke Udayana sama UNS itu cuma SNMPTN, SBMPTN, kemudian melalui UMBPTN. Gak ada jalur masuk lain atau tes mandiri lain seperti universitas lainnya. Jadi... apakah?

X: Jelas bisa lah. Sekarang buat apa calo itu nawarin Unud sama UNS kalau ternyata gak bisa ditembus? Berarti kesimpulannya, UMBPTN itu masih bisa dimanipulasi sama calo.

ASTAGA!!! -_- Jawaban itu benar-benar gak lucu. Demi apapun, UMBPTN yang aku kira sistemnya seperti SBMPTN ternyata hasilnya masih bisa dibeli dengan uang. Aku sampe pusing sendiri mikirin itu. Apalagi prodi yang mau aku ambil itu FK yang dari dulu terkenal siapapun mau bayar berapapun biar masuk sana. Yang sedikit gak bisa aku terima disini adalah ketika aku berjuang keras tetapi perjuangan kerasku dikalahkan dengan uang. Itu rasanya..........

Sudahlah, aku hanya bisa tawakal dan pasrah saja mengenai UMBPTN nanti. Yang penting sekarang yang aku butuhin cuma berjuang.

Soal UMBPTN itu jumlahnya memang gak bisa ditebak. Tergantung dari panitianya mau bikin jumlah soalnya berapa. Soal-soalnya juga lebih ke logika, lebih ke IPA Terpadu. Cari aja sendiri contoh-contoh soal IPA Terpadu kayak gimana wkwkwk. UMBPTN lebih condong ke sana materi yang keluar.

Untuk pengumuman, aku udah gak terlalu heboh kayak waktu SBMPTN. Karena aku tau disini apapun bisa terjadi. Mau kerja keras apa gak, tidak bisa menentukan lulus atau tidak. Tau sendiri lah gara-gara calo sialan itu hehehe. Tapi ketika aku membuka pengumuman..........

ALHAMDULILLAH aku gagal lagi jadi bu dokter :)) Tapi aku lolos di pilihan ke-5 yaitu S1 Fisioterapi Udayana.

Itu tadi sedikit cerita perjuangan saya selama kelas tiga. Eh gak sedikit sih ya banyak juga hahaha. Aku disini bukan berniat apa-apa, cuma mau sharing sama kalian kalo perjuangan di kelas tiga itu cukup berat. Perjuangan masuk PTN itu apalagi, menyebalkan sekali kan yang oknum-oknum curang itu. :)
Semoga pengalaman itu bisa menjadi pelajaran dari kalian, ambil baiknya jangan buruknya ya. Jangan ikut-ikutan yang buruk karena nanti bisa berdampak jelek sama kalian percayalah :) 

Semangat untuk kalian para calon maba PTN Indonesia ! Terus semangat dalam mengejar mimpi ya :)

»»  READMORE...

Pantaskah Kita Disebut Sahabat?

"As we grow up, we realize it is less important to have lots of friends, and more important to have a real ones" - Unknown

Manusia seperti kodratnya tidak bisa hidup sendiri. Bagaimana pun kita mengelak dan menentangnya, sampai kapanpun kita akan membutuhkan sosok orang lain di sekeliling kita. Dalam melewati setiap lorong waktu, kita akan berjumpa dengan sosok baru. Sosok yang entah siapa dia, bagaimana dia, dan apa maunya. Di saat itulah kita selalu berusaha untuk dekat dengannya, apapun dan bagaimanapun caranya. Masing-masing dari kita mempunyai cara kita masing-masing. Ada yang tidak peduli dengan apapun yang terjadi di sekitarnya, ada yang sangat peduli, ada pula yang pura-pura untuk peduli.

Dengan adanya mereka, lorong waktu yang awalnya sangat gelap dan menakutkan untuk dilalui sendiri, perlahan rasa takut yang ada di diri kita berangsur-angsur akan sirna. Mereka lah yang akan memberi kita kekuatan serta kepercayaan kepada kita untuk menghadapi kerasnya dunia. Mereka juga yang bersedia menjadi tempat berbagi, tempat untuk bersandar, tempat untuk kembali pulang ketika kita sudah merasa lelah, merasa sudah tidak lagi mampu. Mereka juga yang memberikan kita senyuman, kebahagiaan, bahkan rela melukiskan kisah indah di dalam buku kehidupan kita. Mereka yang mau menerima kita dengan apa adanya, mereka yang akan selalu peduli dan membela kita. Mereka lah yang kita sebut sebagai sahabat.

Sahabat. Di balik keindahan kata, cerita, dan janji setianya, namun terkadang kita masih tidak bisa melihat adanya noda hitam di atas kisah putih yang kita jalin bersamanya.
Sahabat. Dunia ini adalah panggung sandiwara. Manusia sebagai aktor hanya bisa menjalankan perannya yang diberikan oleh sutradara. Ketika kita berpikir akan melewati waktu dengan indah bersama mereka, terkadang apa yang kita pikirkan hanya akan menjadi fatamorgana, menjadi mimpi dan berakhir dalam suatu kesedihan.

Sahabat. Benarkah mereka adalah sahabat kita? Benarkah kita sudah menemukan sahabat kita? Benarkan mereka pantas kita beri gelar sebagai seorang sahabat?
Seorang sahabat yang tentu saja akan selalu ada di dalam kondisi apapun yang sedang kita hadapi. Sahabat yang tentu saja akan selalu terbuka kepada kita. Sahabat yang tentu saja akan setia kepada kita, bagaimana pun dan apapun kondisinya.
Sahabat yang tidak akan pernah mengeluh akan keburukan sahabatnya. Sahabat yang akan selalu menuntun kita untuk menjadi lebih baik. Sahabat adalah suatu yang dilandasi dengan rasa keikhlasan. Keikhlasan kita untuk berjuang bersama menuju impian yang kita harapkan dan perjuangkan. Ya, sahabat. Sudahkah kalian menjadi sahabat yang baik bagi mereka yang kalian cintai?
»»  READMORE...

Bicaralah Mengenai Mimpi

"The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams - Eleanor Roosevelt"
_________________________________

Mimpi.
Lagi-lagi aku membicarakan hal itu.
Mimpi adalah sesuatu yang tidak bisa kita tangkap dengan tangan nyata, tidak bisa juga kita lihat dengan pandangan nyata.
Ia ada namun ia tidak tampak. Mimpi bertempat tinggal di hati dan pikiran kita. Ia akan selalu menjadi bayang-bayang ke mana pun kita melangkah.
Bayang-bayang itu yang akan menuntun kita untuk berlari. Berlari ke mana? Entahlah, ia tidak akan pernah menjawab.
Bagaimana jika kita tersesat dan tidak tau kemana akan berlari?
Entahlah, ia juga tidak akan pernah menuntun.
Suatu ketika kita akan berhenti kemudian bertanya "apa yang harus aku lakukan?"
Kepada siapa kita akan bertanya? Kepada mimpi? Percuma saja, ia tidak akan menjawab.
Bagaimana jika kita tidak pernah sampai kepada tujuan kita? Akankah kita murka? Kepada siapa? Mimpi?
Percuma saja, ia tidak akan pernah peduli.

Mimpi.
Ia tidak akan melakukan apapun untuk kamu, kecuali hanya menjadi bayanganmu.
Ia hanya akan tetap diam dan sampai kapanpun akan tetap begitu.
Tugasnya hanya menunggu. Menunggumu bertanggung jawab kepadanya.
Bertanggung jawab akan hal apa? Siapa mimpi? Bahkan kita pun tidak mengenalnya.
Kita mengenalnya. Kita bertanggung jawab kepadanya.
Kita telah menciptakannya. Kita telah melukiskannya dengan indah sesuka hati kita.
Dan kini, ia menunggumu.

Ya, menunggumu untuk mengejarnya.
Mengejar apa? Sesuatu yang tidak pasti? Tanyakan pada hatimu.
Mimpi memang suatu bayang-bayang, suatu yang hitam, suatu yang tak pasti.
Namun, suatu bayang-bayang semakin lama akan semakin terlihat nyata ketika kita tak berhenti untuk mengejarnya.
Tidak akan ada putih, jika tidak ada hitam. Kita tidak akan pernah melihat jalan jika kita tidak berusaha untuk meneranginya.

Mimpi.
Hahaha! Ia tidak akan bergerak kemana pun.
Ia menunggu tekad dan doamu untuk meraihnya.
Ia tidak akan pernah peduli seberapa keras kamu sakit karena kamu terjatuh ketika meraihnya.
Ia juga tidak akan pernah peduli jalan mana yang akan kamu ambil untuk menuju kepadanya.
Namun ia akan memberikan sesuatu yang indah kepada siapapun yang berjuang keras untuk dirinya. Ia tidak akan pernah melanggar janjinya untuk itu.
Ia hanya membutuhkan kamu. Kamu yang tak akan pernah berhenti berjuang untuk mendapatkannya. Kamu yang akan membebaskan dirinya dari dunia fana.

"Setiap orang pasti mempunyai mimpi. Ada yang mengejar dan mewujudkannya. Ada yang mundur dan membuangnya. Ada yang diam dan menyimpannya dalam sisa hidupnya."

Jadi, pilihan mana yang akan kamu ambil untuk mimpimu?
»»  READMORE...

Utuh



"Bulannya ada delapan ya berarti?"
"Iya, bulannya udah berjajar rapi sampai nomor ke delapan."
_____________________ dpm.

Tahun yang sangat luar biasa, tak terasa sudah separuh lebih aku melewatinya. Namun tetap saja canda dan tangis tak pernah mau beranjak pergi dari hari-hariku.

Di sela-sela jam belajarku, aku sempatkan untuk menulis ini. Aku harap ketika kamu membaca ini, kamu tidak memarahiku karena aku mangkir dari kewajibanku. Aku tidak bermaksud untuk tidak memenuhi janjiku padamu. Akan ku usahakan semaksimal mungkin untukmu, untuk memenuhi janjiku. Namun, ijinkan aku sejenak untuk menulis ini untukmu.

Sudah separuh tahun lebih aku melewati hari-hari ku bersamamu. Maafkan aku karena aku tak sempat menulis satu artikel pun tentangmu. Bukan. Aku tidak ingin mengumbar setiap mili cerita kita disini. Aku hanya ingin mengabadikan beberapa kejadian kita yang luar biasa. Bukan. Aku tidak ingin sombong kepada dunia. Aku hanya ingin dunia ini tahu bahwa aku milikmu dan aku bahagia bersamamu.

Ya. Aku milikmu dan selamanya akan tetap begitu.
Itulah kalimat yang selalu terucap dalam doaku. Memilikimu membuatku tak membutuhkan yang lain lagi dalam hidupku. Aku telah mendapatkan segalanya ketika aku bersamamu. Cinta? Tentu saja tanpa cinta kita tidak akan bersatu. Sayang? Tentu saja tanpa sayang kita tidak akan saling mengasihi. Kasih? Tanpa kasih tak akan mampu kita untuk saling melindungi. Ya. Apalah arti kita bersatu tanpa kehadiran mereka. Berlandaskan ketiga rasa yang sangat mulia, aku memilih untuk hidup bersamamu.

Mengapa tidak dari dulu?
Pertanyaan yang selalu mengganggu pikiranku. Ya, mangapa tidak sedari dulu? Kita sudah saling mengenal. Kita sudah mengetahui karakter masing-masing. Lalu mengapa kita tidak disatukan sejak dulu? Entahlah. Itu sebuah misteri. Mungkin, kasih belum menemukan jalannya untuk mengetuk sayang agar hadir di antara kita. Atau mungkin, sayang masih ingin membiarkan kita untuk terus berjalan melewati beberapa pintu dan mengijinkan kita untuk singgah sebentar di sana. Namun, alasannya untuk bersembunyi bisa jadi menjadi tepat. Kasih, dalam perjalanannya mencari-cari, ia mempertemukan kita di satu titik. Titik dimana kita bertiga berhasil menemukan yang kita cari selama ini. Aku, kamu, dan kasih, akhirnya menemukan sayang yang bersembunyi di balik hati kecil kita masing-masing.



Dalam diam, aku memperhatikanmu dari sudut mataku.
Sangat lucu ketika aku mengingat rasa ini telah mempermainkan kita bertahun-tahun. Kasih telah berhasil memaksa ku untuk selalu memperhatikanmu. Aku mengenalmu, aku tau sifat dan sikapmu. Itu bukti bahwa aku memperhatikanmu, bukan? Bahkan, aku mengenalmu lebih dari teman-temanmu. Padahal dulu aku bukanlah sesosok yang akan kamu pedulikan ataupun kamu cari. Entahlah. Aku tidak pernah meminta untuk semua itu. Bahkan, aku juga tidak mengerti mengapa aku harus melakukan dan merasakan itu.

Tanpa sadar, aku sudah menyimpan rasa ini untukmu.
Cemburu. Aku pernah merasakan itu padamu. Entah apa dan siapa yang telah mempermainkanku. Namun, tidak untuk akal sehatku. Sepenuhnya, aku menyadari bahwa aku bukan dia atau pun dirinya yang selalu kau sebut cantik dan menarik. Aku selalu tertawa dan mengejekmu bahkan sempat ingin mengenalkanmu lebih dekat kepada sosok yang kamu puja. Namun, tak bisa aku sangkal, aku cemburu. Tetapi aku tidak bodoh dengan bertindak mengikuti kata hati. Tetap saja aku bisa tertawa jika mendengarmu menyebut namanya. Ya, saat itu akal sehatku masih menang melawan hatiku. Ia tetap pada pendiriannya yang tidak akan peduli kepadamu. Tetapi tidak dengan hatiku.
Ekspresi menunjukkan apa yang dirasakan hati. Ia tidak akan pernah bisa membohongi. Namun, masih bisa dengan emosiku.
Pernahkah kau memperhatikanku menutup mata dan menarik nafas ketika kau membicarakan perempuan lain? Ya. Itu adalah caraku untuk kembali berjalan menggunakan akal pikiranku.



Dalam perjalanannya yang sangat jauh, cinta tetap saja akan merindukan rumahnya untuk kembali pulang.
Bertahun-tahun kita dipermainkan dengan status pertemanan. Ya, kita memang teman. Tak lebih dan tak kurang dari itu. Namun, ketahuilah bahwa aku sempat ingin memegang tanganmu dan menyandarkan kepalaku di pundakmu. Tidak. Aku tidak menyalahkan hatiku untuk itu. Aku menyalahkan posisiku yang harus terjebak suasana begitu romantis bersamamu. Padahal status kita berdua sudah tidak sendiri. Padahal, kita juga bersama teman-teman yang lain. Namun entah mengapa hanya aku dan kamu yang terjebak dalam acara ini. Acara yang berhasil membuat gejolak dalam hatiku.

Semakin ku ingkari, semakin ku mengerti hidup ini tak lengkap tanpamu
Aku mengaku bisa tapi hati tak bisa
Ku akui sesungguhnya, aku berpura-pura - (Tangga - Utuh)

Ya sayang, selama ini aku berpura-pura, namun aku berhasil memendamnya, bahkan jika engkau tidak cepat datang kepadaku mungkin aku sudah menguburnya. Tapi, cinta memang tidak pernah datang terlambat. Ia selalu datang tepat pada waktunya. Ia datang ketika hatiku membutuhkan tempat untuk kembali pulang. Ia datang dan membuatku kembali utuh.
Cinta itu ada di dalam dirimu. Dan aku akan selamanya menghiasinya dengan kasih, sayang, dan cintaku untukmu. Aku mencintaimu.
»»  READMORE...

Kutipan Film 2


Hai hai, akhirnya ketemu lagi sama artikel kutipan-kutipan film. Yang hobi nonton film, sini merapat kesini. Karena di post kali ini aku akan ngerangkum semua kutipan film. Film-film yang akan aku kutip kali ini, merupakan film-film yang disadur dari sebuah karya sastra salah satu contohnya seperti novel. Buat kalian-kalian pecinta novel nih, biasanya kalo denger kabar novel yang 'ini' bakal di buatin film gitu, biasanya langsung pada seneng. Apalagi film nya ber genre romance. Kutipan-kutipan puitis di filmnya biasanya langsung di catet atau biasanya langsung dipasang jadi status. Daripada ribet-ribet nguber omongan yang bakal dijadiin 'kutipan' status kamu, nih udah aku rangkum kutipan filmnya.

MIKA (Novel : Waktu Aku Sama Mika by Indi Sugar)
  • Siapa bilang kamu cacat? Kamu nggak cacat lagi. Kamu beda. Kamu spesial.
  • Ngumpet cuma buat pengecut dan kamu bukan pengecut.
  • Mulai sekarang pinggiran pizza yang kamu gak suka ini jadi makanan favorit aku.
  • Itu dia kata kuncinya. Aku udah terima.
  • Selalu ada yang pertama untuk segalanya.
  • Kita semua pasti akan mati, Di. Bukan cuma aku.
  • Di, ada atau nggak ada aku, kamu harus tetep kuat. Harus.
  • AIDS itu bukan kutukan.
  • Kesalahan+kesalahan+kesalahan = pengalaman
  • Be Brave! Look up!
  • Cinta itu tidak perlu sempurna, cinta itu tidak perlu pinta. Tapi tulus, tanpa syarat. Karena cinta memang seperti itu.
  • Tuhan aku rindu saat itu. Saat itu aku punya alasan untuk cemburu, tertawa dan menangis dalam waktu bersamaan.
  • Mika itu malaikat aku. Tapi dia pelupa. Dia lupa pakai sayapnya. Sekarang Mika lagi ambil sayapnya di Surga.
  • Seharusnya hari ini jadi hari yang sempurna kalau kamu ada.
  • Kita nggak pernah tau apa yang akan terjadi di dalam hidup ini. Kadang hidup memang aneh. Seseorang meninggal ternyata malah bisa membuat orang yang ditinggalkannya menjadi lebih hidup.
  • Bermimpi adalah langkah awal dari keberhasilan, tapi mimpi itu tetap semu jika tindakan tidak nyata.
  • Orang yang hebat adalah orang yang tidak pernah putus asa dalam mencapai suatu keinginannya.
  • Tuhan, aku suka keadaan seperti ini. Tuhan bisa mendengar aku. Bisa melihat aku. Tapi aku tidak bisa melihat-Mu.
  • Karena semua orang punya hak untuk bahagia.

Test Pack (Novel Test Pack by Ninit Yunita)
  • Kan kita nikah bukan cuma buat anak tujuannya. Tapi karena aku sayang sama kamu.
  • Saya sayang sama kamu makanya saya mau ngasih kamu anak.
  • Kalau kamu mikirin perasaan kamu terus perasaan aku gimana?
  • Apa adanya kamu sudah melengkapi saya.
  • Tidak ada alasan untuk kita rujuk karena sebenarnya tidak ada alasan juga untuk kita berpisah

Refrain 
(Novel Refrain by Winna Effendi)

  • Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini, yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya.
  • Persahabatan yang tulus nggak harus punya alasan.
  • Bahkan saat dunia berputar dan berubah, kenangan yang tercetak pada lembaran foto itu tidak pernah berubah.
  • Cinta itu nggak memiliki, semua orang bebas untuk merasakannya, menyimpannya.
  • Cinta itu soal rasa, soal hati, yang namanya cinta itu nggak boleh setengah-setengah
  • Di dunia ini nggak ada yang namanya cinta pada pandangan pertama, adanya suka atau nafsu pada pandangan pertama yang disalah artikan jadi cinta.
  • Apa di dunia ini nggak ada cowok sama cewek yang bisa sahabatan?
  • Terkadang kita perlu menunggu lebih lama untuk bertemu dengan orang yang kita sayang.
  • Dia selalu ada dan dia nggak akan pernah bisa tergantikan oleh siapapun.
  • Rasa cinta mengubah semuanya. Sejak hari itu semua berubah.
  • Terkadang kenyataan nggak sesuai dengan keinginan.
  • Ini bukan permainan! Sesuka dirimu untuk meninggalkan aku setiap kali.
  • Walaupun kita sekarang sudah tak bersama, akan tetapi aku sering merindukan dirimu.
  • Membuat pilihan bukan berarti harus meninggalkan salah satu. Kamu masih bisa memiliki keduanya, persahabatan dan cita-cita.
  • Bersama lo gue hidup. Bersama lo gue gak butuh siapa-siapa.

Recto Verso 
(Novel Recto Verso by Dewi Lestari)

  • Firasat adalah cara bagaimana alam berbicara kepada kita. Tapi sayangnya kita tidak pernah bisa memahami itu. Padahal kita semua bisa berdialog dengan semesta.
  • Dunia maya dan dunia nyata itu berbeda, katanya.
  • Alam semesta, itu semuanya terkait kek satu lingkaran yang gak ada putusnya.
  • Bullshit kalau ada orang yang bilang : itu semua kebetulan.
  • Semua sungai pasti pulang ke laut.
  • Aku merasa nyaman walaupun aku masih menjadi penonton.
  • Kalau kita minum pahit kita jadi inget kalau di luar sana masih ada yang manis.
  • Lo nggak bisa nilai orang dari kulit luarnya.
  • Aku tu nggak butuh apa-apa lagi. Aku cuma pengen orang yang sayang beneran sama aku. Yang mau gitu dateng ke rumah kalau aku sakit.
  • Kadang-kadang pilihan terbaik adalah menerima. Semua akan baik-baik saja.
  • Saya adalah orang yang paling bersedih, karena saya mengetahui apa yang tidak sanggup saya miliki
  • Mencintaimu itu pilihan. Memilikimu itu harapan.
  • Rasakan semua demikian pinta sang hati. Amarah atau asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada waktunya.
  • Dan inilah hatiku, pada dini hari yang hening. Bening. Apa adanya.
  • Tiada yang lebih indah. Tiada yang lebih rindu. Selain hatiku. Andai engkau tahu.
  • Kurang usaha apalagi coba? Peka dong, aku itu sayang sama kamu.
  • Lihatlah detik itu, jarum itu, momentum yang tak lagi berarti, didetik pertama kamu gagal mengucapkan apa yang harusnya kamu ucapkan.
  • Cinta yang tulus, yang tak mengharapkan balasan. Dia hanya akan diam tuk menunggu cinta yang tersadar dan menatap ke arahnya.
  • Aku mencintaimu bukan hanya dari hati saja tapi dari jiwa ini yang tak semua orang bisa seperti aku.
  • Pada akhirnya aku hanya mencari ketenangan, bukan cinta, sahabat, pengalaman bahkan keluarga.
  • 100 itu sempurna, kamu 1 lebih dari sempurna.
  • Kata dia cicak, cicak di dinding nangkepin nyamuk agar manusia bisa tidur nyenyak. Cicak binatang degan kesetiaan tanpa manusia memedulikan.
  • Aku sampai pada bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya bisa kugapai sebatas punggungnya saja. 

Kata Hati 
(Novel Kata Hati by Bernard Batubara)

  • Kamu itu pernah gak coba buang sesuatu tapi sesuatu itu balik ke kamu?
  • Sesayang-sayangnya kamu sama kaera, kamu harusnya lebih sayang sama diri kamu sendiri. Sakit itu disembuhin, bukan didiemin.
  • Dia itu bukan untuk kamu, dan kamu itu bukan untuk dia.
  • Katanya kangen sama mantan itu adalah balikan yang tertunda.
  • Ikannya memang masih banyak, tapi aku yang gak bisa mancing.
  • Apa kamu mau hidupmu itu bagaikan nasi kucing yang kehilangan karetnya? Berantakan.
  • Katanya pemuda harapan bangsa, lah kok galau?
  • Masalah kamu itu ada dua, yang pertama kamu terlalu perasa. Yang kedua kamu terlalu penakut.
  • Mungkin cuma kopi hitam ini yang cocok menggambarkan kehidupan aku. Gelap, hitam, pahit.
  • Gitu tuh jomblo abadi, sensitifnya gila-gilaan.
  • Menurut aku cinta itu hitam dan putih, ada gelap ada terang, ada yang pergi ada yang datang.
  • Aku rasa cinta tidak setegas itu, tidak hanya sekedar hidak dan putih. Cinta itu abstrak, tidak jelas.
  • Bukannya harus jelas ya? Kalau cinta ya cinta, kalau enggak ya enggak. Jelaskan?
  • Sekali-sekali kamu cobain yang manis. Biar hidupmu gak pahit-pahit banget.
  • Kayaknya yang gak jelas itu bukan cinta deh, tapi kamu.
  • Kamu gak kangen sama aku?
  • Aku udah ngejar mimpi-mimpi aku. Mimpi-mimpi kamu apa kabar?
  • Seenggaknya aku udah berani dan belajar. Dari pengalaman kemarin aku belajar, aku dengerin kata hatiku.
  • Dengerin kata hatimu, karena kata hati itu gak bakalan bohong.
  • Jatuh cinta itu indah, jatuh cinta itu indah kalau kamu gak perlu nyimpen perasaan kamu sendiri.
  • Tapi kamu tau gak apa yang lebih dari itu? Jatuh cinta sama orang yang mencintai kamu juga.
  • Aku pernah kehilangan seseorang yang aku sayang disini, dan aku gak mau kehilangan lagi. Aku gak mau kehilangan kamu.
  • Aku udah maafin kamu kok, maafin, tapi belum bisa lupain.
  • Hidup itu maju, kita harus berjalan ke depan, bukan ke belakang.
  • Kita tuh sama-sama bodoh ya, kalau aku bodoh karena aku gak berani bilang sayang sama kamu. Kalau kamu bodoh karena kamu terlambat sadar kalau aku sayang sama kamu.
  • Makasih karena kamu sudah bikin aku hidup lagi, maaf karena baru sekarang aku sampaikan ini.
  • Tapi sekarang aku tahu, kata hati aku ngomong apa. Dia bilang, aku sayang kamu.
  • Apakah kau telah menemukan separuh hati lain, selain hatiku?
  • Jika tidak bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan, jagalah apa yang sudah kamu miliki.
  • Sesuatu itu berwujud satu, luka dan kenangan. Yang satu membuatmu ingin melangkah jauh, yang satunya lagi memaksamu untuk mendekat lagi.
  • Sesuatu yang membuatmu pergi, pada saatnya akan menjadi sesuatu yang membawamu pulang kembali.
  • Balikan sama mantan tuh ibarat mungut lagi bekas makanan yang lo buang. Mau lo makan lagi? Hebat, hebat.
  • Masa lalu tak seharusnya kembali, dan memang tak sepantasnya kembali.
  • Aku suka caramu tersenyum, caramu tertawa, dan aku suka ketika kamu berhasil membuat segalanya menyenangkan.
  • Apa yang kelihatan di luar, belum tentu sama ama yang ada di dalam.
  • Sejak ketemu kamu, aku berhenti mencari. Sejak ketemu kamu, aku merasa utuh.
  • Ini hidup kamu. Kamu berhak nentuin kamu mau apa.
  • Aku gak butuh minuman manis buat bikin hidupku gak pahit lagi. Kamu udah bikin hidupku manis. Kamu bikin hidupku gak pahit lagi.
  • Foto adalah mediaku buat ngerekam hidup, foto bisa menyimpan kenangan lebih lama dari ingatan kita sendiri.
  • Setelah kamu berantakin hidup aku, untuk apa kamu kembali lagi?
  • Seandainya semudah itu untuk menghapus kenangan  tentangmu.
  • Kamu bakal kerepotan membereskan ruang berantakan yang pernah kamu tinggal pergi.
  • Mungkin lebih baik kita jadi orang asing, yang gak pernah mengenal dan gak pernah merasa berhak menyakiti
  • Merasa akan kehilangan kamu. Bahkan sebelum sempat merasa pantas memilikimu.

Cinta Brontosaurus 
(Novel Cinta Brontosaurus by Raditya Dika)

  • Orang Indonesia itu suka dengan drama-drama menyayat.
  • Cinta bisa kadaluarsa.
  • Pasangan yang cocok sama kayak bintang, mereka itu kelihatan kalau lagi gak mendung, jadi bakal kelihatan kalau waktunya tepat.
  • Butuh waktu untuk mendapatkan orang yang tepat.
  • Kalau udah sayang, memang sulit buat move on.
  • Senyuman memang bisa mengurangi rasa sakit, tetapi pelukan lah yang lebih cepat untuk menyembuhkan.
  • Betapa bodohnya saat lo milih dia sebagai pacar lo, padahal gue jauh lebih baik dari dia.
  • Ada yang ngeluh sama cuaca panasnya minta ampun. Ada juga yang ngeluh sama pacar kangennya minta ampun.
  • Cinta aku ke kamu itu enggak butuh alasan, tapi yang butuh itu balasan.
  • Kalau pasangan kamu bilang, 'kamu adalah juara 1 dihatinya' berarti ada juara 2,3,4 juga dong dihatinya.
  • Mencintai seseorang adalah sebuah pilihan. Dicintai seseorang adalah keinginan.
  • Jika ada yang lebih baik, kenapa harus bertahan sama dia yang udah buat lo sakit.
  • Cewek itu emang ribet kalau lagi bete.

9 Summers 10 Autumns 
(Novel 9 Summers 10 Autumns by Iwan Setyawan)

  • Aku selalu ingin berbagi, selalu ingin melihat dunia bersama keluargaku, bersama orang-orang yang aku cintai.
  • Sukses besar itu dimulai dari sukses-sukses kecil.
  • Mencintai itu tidak bisa menunggu.
  • Hidup itu sebenarnya mencari sesuatu untuk menutupi lubang hati kita yang menganga.
  • Impian haruslah menyala dengan apa pun yang kita miliki, meskipun yang kita miliki tidak sempurna, meskipun itu retak-retak.
  • Tiada yang lebih berharga dari keluarga.
  • Aku tak bisa memilih masa kecilku, tetapi masa depan itu, kita sendiri yang melukiskannya.
  • Saat berada di puncak sukses, pernahkan terpikir untuk pulang?
  • Memori masa kecil membuat aku bijak dalam mengenal diriku.
  • Aku melawan rasa kantuk dan rasa takut untuk belajar, untuk melawan rasa takut akan kegagalan.
  • Love is never easy.
  • Aku tak bisa melihat kebelakang saja. Aku harus mempersiapkan perjalanan ke depan.
  • Spring symbolizes a hope, a new beginning.
  • Ketegaran ibu menghadapi segala kesulitan ini. Ketekunannya, airmatanya, membawa kami melalui awan gelap itu.
  • Ibuku, hatinya putih, ia adalah puisi hidupku.
  • Live. Let's live. Tomorrow is here, now.
  • I'm still young, I need to explore the world and get new experiences. That would be priceless.
  • Aku melawan rasa kantuk dan rasa takut untuk belajar, untuk melawan rasa takut akan kegagalan.
  • Seasons change and the color of autumns fades, but the memory and experience from this journey will stay with me.
  • Apa artinya sebuah ide yang hanya menggantung dikepala. Aku tak mau berhenti disini.
  • Aku tak tahu kemana masa depan ini akan membawaku? Siapa pula yang tahu? Aku hanya ingin melangah maju.
  • When there is love, you can live even without happiness.
  • Hari ulang tahun bagiku adalah perenungan kembali, menoleh ke belakang ,menata kenangan-kenangan dan menempatkannya di hati.
  • Kita selalu bisa kembali ke masa lalu. Kenangan itu, betapapun pahitnya, selalu bisa dikenang dan ditempatkan kembali di ruang yang tepat dihati.
  • Semua butuh tempat lapang untuk bernapas, menikmati kesendirian dan menemukan kembali ruang yang hilang.
  • Ketika air mataku jatuh diatas kertas surat, aku merasa ibu membasuh wajahku, membelai rambutku.
  • Jadi anak laki-laki itu harus dipercaya omongannya.
  • Menghidupkan hidup itu tidak mudah.
  • Aku tidak akan membiarkan siapapun merebut mimpiku.
  • Di balik orang-orang sukses, pasti ada orang tua yang luar biasa.
  • Dunia ini hanya milik orang yang berani melangkah, berani mengalami kekecewaan dan berani melalui kesendirian.
  • Masa lalu itu bagaimanapun getirnya selalu ada untuk dimengerti.
  • Tidak perlu saya berasal dari mana, yang penting saya tau kemana tujuan saya.
  • Keluarga sangat penting bagiku.
  • Kayaknya semua masalah di film ada aja solusinya.

Madre (Novel Madre by Dewi Lestari)
  • Hidup jangan coba-coba, kamu harus sungguh-sungguh, kalo gak hidupmu bakal terus dicoba.
  • Harusnya dari awal aku katakan, aku mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu.
  • Segala kemungkinan bisa terjadi kan? Seperti kita sekarang ketemu, siapa yang tau?
  • Aku diajarin orang tuaku buat peduli sama orang lain.
  • Kamu harus mengikuti jaman, kalo tidak kamu akan dilindas jaman.
  • Jatuh cinta itu pelan-pelan asal jangan lambat. Tangkep selagi sempat.
  • Hidup selalu menawarkan kejutan.
  • Cinta membuat kita tetap hidup.
  • Hidup butuh tantangan, tanggung jawab, butuh keseimbangan. Kalau nggak kita akan jatuh ke satu sisi.

Perahu Kertas (Novel Perahu Kertas by Dewi Lestari)
  • Aku tahu kamu sayang banget sama aku dan kamu pacarku, tapi sebagian hati kamu selalu ada buat dia, iya kan?
  • Tidak mudah menjadi bayang-bayang orang lain. Lebih baik, tunggu sampai hatinya sembuh dan memutuskan dalam keadaan jernih.
  • Ada saatnya cinta harus dilepas, gak digenggam dengan begitu erat. Bahwa ada saatnya kita gak perlu berlari, tapi berhenti.
  • Rasa hangat ketika dua tubuh bertemu, rasa lengkap ketika dua jiwa mendekat, rasa rindu yang tuntas ketika dua pasang mata menatap.
  • Diangkasa terukirlah kisah kita, dua manusia yang berjuang demi cinta.
  • Kadang-kadang langit bisa kelihatan seperti lembar kosong. Padahal sebenarnya tidak. Bintang kamu tetap di sana. Bumi hanya sedang berputar.
  • Saya gak mungkin begini terus, melepas kepergian kamu, tanpa tahu kapan kamu akan kembali dan apakah kamu mau kembali.
  • Hidup ini sudah di atur. Kita hanya melangkah, sebingung dan sesakit apapun, semua sudah di siapkan untuk kita.
  • Bagi saya, hidup terlalu singkat untuk dilewatkan dengan biasa-biasa saja.
  • Banyak yang ingin aku bilang ke kamu. Banyak yang ingin aku kasih.
  • Saya cinta sama kamu. Dari pertama kali kita ketemu, sampai hari ini, saya selalu mencintai kamu.
  • Seperti layaknya sebuah hati selalu mengharap bahagia, hatiku pun seperti itu.
  • Yang dongeng aja gak semua ceritanya happy ending, apalagi realita.
  • Buat apa dia kembali? Buat apa muncul sejenak lalu menghilang lagi nanti?
  • Kenyataan terpahit adalah kenyataan yang tak setinggi harapan.
  • Hidup ini sudah di atur. Kita hanya melangkah, sebingung, dan sesakit apapun, semua sudah disiapkan untuk kita.
  • Masa kecilku mungkin tak seindah dan selepas mereka, tetapi kehangatan di bawah rumah kecilku telah menyelamatkanku.
  • Saya gak mau kamu jadi dia dan hati saya sudah memilih. Saya cuma butuh kamu.
  • Inilah aku. Kalau kamu punya masalah dengan itu, it's your problem.
  • Aku gak mau, sepuluh tahun lagi, dua puluh tahun lagi, aku sakit kayak gini setiap aku ingat kamu.
  • Karena hanya bersamamu segalanya terasa dekat, segala sesuatunya ada, segala sesuatunya benar.

5 cm (Novel 5cm by Donny Dhirgantoro)
  • Berbagilah kepada orang lain seperti pelangi, bulan dan bintang yang membagi keindahannya kepada kita.
  • Berharap itu jangan dijadikan beban tapi jadikanlah proses yang bisa kamu nikmati jalannya.
  • Jangan percaya sama hoki! Apa yang kamu raih bukan karna kamu hoki, tapi kerja keras.
  • Gak semua yang kita inginkan jadi kenyataan  tapi semua wajib kita usahakan untuk mendapatkannya.
  • Hidup itu gak selamanya lurus, tapi kita harus berusaha lurus.
  • Semua orang berhak untuk bahagia dan sukses, tinggal bagaimana kah kaliah untuk mewujudkannya.
  • Semua itu akan indah pada waktunya jika kamu mengejar apa yang kamu inginkan.
  • Jangan terlalu memberi harapan kepada semua orang, beberapa orang bisa jatuh cinta dan salah arti dengan kebaikanmu.
  • Kasih sayang tak hanya ditunjukan oleh pujian, sanjungan aja. Tetapi juga teguran atas kesalahan dan kelalaian.
  • Mungkin aku lahir kedunia untuk mencintaimu dan kau terlahir untuk aku cintai..
  • Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci.
  • Selama kita masih ada waktu selama itu juga kita harus berusaha berbuat yang terbaik.
  • Aku tidak akan melupakan disaat kita selalu bersama dimanapun itu.
  • Kalau gak mau kehilangan seseorang jagalah dia dengan kasih sayang yang tulus.
  • Hanya ia orang yang paling mengerti tentangmu dan hanya ia orang yang pantas disebut sahabat karena kebaikan dan ketulusan hati.
  • Pahami apa yang wanita rasakan, karena terkadang dia menangis di dalam senyuman.
  • Apapun hambatannya bilang sama diri kamu sendiri kalau kamu percaya dengan keinginan itu dan kamu gak akan menyerah.
  • Kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari dan percaya bahwa kamu bisa.
  • Tetaplah bersama dan kita bisa hadapi dunia dengan para sahabat yang kita miliki.
  • Entah bagaimana keajaiban sebuah impian, persahabatan, cinta, keyakinan bisa membuat banyak perbedaan yang mengubah kehidupan manusia.
  • Saya bangga lahir dari bangsa ini. Bangsa yang besar.
  • Cintailah orang tua dengan sungguh-sungguh. Karena cinta orang tua tak pernah menghadirkan air mata kesedihan.
  • Apa yang kamu berikan itu yang akan kamu terima. Life = Mirror.
  • Jangan pernah mengecewakan kedua orang tua mu yang sudah susah payah membesarkan kamu.

Udah, segini dulu cukup kali ya. Udah kena peringatan nih gara-gara entri nya kepanjangan hahahaha. Sebenarnya banyak sih kutipan-kutipan yang mau aku bagi, tapi kapan-kapan aja deh. Monggo kalo mau dijadiin status di media sosial kalian, copas aja gak masalah hahaha. Sampai jumpa di kutipan film 3 yang entah kapan akan aku tulis hahaha. Daaaah
»»  READMORE...

MAGMA - Quality Time with Mr. Saekan

Minggu, 13 Oktober 2013

Ini adalah cerita ketika aku bertemu dengan sosok yang hebat. Sosok ini kalau kalian search di google pasti kalian akan menemukan cerita menarik dan menginspirasi kalian semua. Ya, dia adalah Pak Saekan. Seorang Penyelamat Lingkungan yang berasal dari Madiun. Sebelum bertemu dengan beliau aku sudah pernah membaca sedikit artikel yang membahas sosoknya di internet. Dan Fikri adalah seorang yang mengenalkanku pada beliau.

Hari ini, di mulai ketika aku duduk sendiri di dalam ruang ekskul tercinta, MAGMA (Majalah Dinding Smaga), Fikri mengajakku datang ke rumah beliau untuk wawancara artikel yang akan kami jadikan bahan untuk mading kami. Aku yang tanpa persiapan apapun dan Fikri yang sudah komplit dengan tas besarnya yang berisi kamera, tripod beserta kawan-kawannya berangkat menuju kediaman Pak Saekan.

Awalnya perjalanan begitu sangat menyenangkan. Sepanjang perjalanan, Fikri terus menceritakan kepadaku tentang sosok yang akan kami temui. Fikri bilang kalo rumah Pak Saekan ini sangat jauh dan melewati jalan yang mengerikan. Otakku berimajinasi. Membayangkan semengerikan apa jalur yang akan kami lewati. Tapi aku tetep bersemangat walaupun Fikri bilang disana kita harus jalan kaki sepanjang 3 km, atau apapun itu. Aku siap. Demi MAGMA.

Benar saja, jalan menuju rumah Pak Saekan memang tidak semulus jalan raya. Jalan yang menanjak dan berbatu, beberapa kali melewati jalan yang sempit juga hahaha. Sempet nyasar juga sih nyari rumahnya Pak Saekan. Sempet bertanya juga ke orang setempat. Dan untungnya, ketika kami kehilangan arah, putra Pak Saekan datang dengan motornya. Akhirnya, kami diantar menuju rumah Pak Saekan.

Ketika kami sampai di rumah Pak Saekan, kami disambut oleh Pak Saekan beserta istrinya. Rumah Pak Saekan memang terlihat begitu sejuk. Begitu banyak pohon tinggi tertanam rapi di halaman rumah beliau. Kami yang melakukan wawancara di beranda rumah beliau pun tidak merasa kepanasan. Di bawah ini, ada video yang menggambarkan sedikit suasana di rumah Pak Saekan juga ketika aku berbincang santai dengan beliau. Sebelumnya, bagi kalian yang buka blog ini lewat laptop, matikan dulu lagu di blog ini ya, agar tidak terlalu mengganggu video :) Video ini yang record si Naufal Fikri Yusuf :)

video

Gimana? Keliatan sejuk banget kan? Oh iya, kayaknya dari tadi kita ngomongin Pak Saekan tapi aku belum ngasih tau siapa beliau ini. Mungkin aku cerita singkatnya aja. Seperti yang udah aku bilang di awal, Pak Saekan ini salah satu tokoh penyelamat lingkungan di desanya yaitu Dusun Sempu, Desa Padas, Kec. Dagangan, Kab. Madiun. Dulunya, di desa ini sangat sulit untuk mendapatkan air. Sebenarnya di hutan itu ada sungai. Tapi sungai itu selalu kering ketika musim kemarau. Dulu, Pak Saekan pun pernah nggak mandi 5 hari gara-gara nggak ada air. Untuk mendapatkan air pun, beliau juga harus menempuh perjalanan yang lumayan jauh. Kebayang kan kalo kalian bawa ember yang isinya air trus harus jalan jauh di jalan naik turun yang berbatu? Iya, seperti itu perjuangannya Pak Saekan.

Pak Saekan dan warga sekitar sebenarnya sudah menanam berbagai macam jenis tanaman. Selain untuk menampung air, juga untuk makan sehari-hari. Namun, tanaman yang mereka tanam selalu habis dimakan oleh binatang-binatang hutan.

Sebenarnya Pak Saekan tidak tega kepada istri dan anaknya jika ia terus tinggal di desanya tersebut. Tapi, karena istrinya adalah anak tunggal, Pak Saekan beserta keluarganya memutuskan untuk tetap tinggal di sana. Pak Saekan tau kalo di desanya itu tidak ada yang melakukan suatu perubahan, ia dan keluarganya bisa mati karena tidak ada air. Dari sini lah Pak Saekan mempunyai tekad untuk merubah kondisi desa tempat tinggalnya.

Akhirnya, Pak Saekan memutuskan menanam tanaman pucung di lereng Gunung Wilis. Mengapa ia memilih tanaman pucung? Karena daun tanaman pucung beracun. Jadi, binatang-binatang yang memakannya akan mati. Akar tanaman pucung juga sangat kuat menahan tanah sehingga tidak terjadi longsor. Daunnya juga lebar, sehingga dapat menampung air hujan.

Perjuangannya tidak berhenti dalam waktu setahun ataupun dua tahun. Bertahun-tahun dengan sabar Pak Saekan mewujudkan tekadnya sampai pada akhirnya apa yang diinginkannya terwujud. Air pun sedikit demi sedikit terkumpul. Pak Saekan akhirnya membeli perlengkapan seperti bambu dan selang untuk menyalurkan mata air tersebut ke rumah warga. Sehingga, sampai saat ini Dusun Sempu tidak lagi kekurangan air. Bahkan, mata air tersebut tidak pernah berhenti mengalir sampai sekarang.

Singkat ceritanya begitu :D Kalau kalian mau cerita lengkapnya, banyak kok di google :) Nanti kalo diceritain panjang-panjang disini, kalian bisa mabuk baca artikel ini hahaha. Oh iya, selain wawancara dengan Pak Saekan, aku dan Fikri jelas penasaran dengan sumber mata air yang dibuat oleh Pak Saekan.

Untungnya, aku dan Fikri diijinkan untuk melihat sumber mata air tersebut. Awalnya, aku dan Fikri mengira kalo kami harus ke sana dengan jalan kaki. Tapi kata Pak Saekan, sekarang tempat mata air itu sudah bisa dijangkau oleh motor. Hahaha, awalnya kami sangat senang mendengar hal itu. Namun ternyata.........

Jalan menuju mata air Pak Saekan itu bahkan lebih buruk dari jalan yang kami lalui ketika berangkat menuju rumah Pak Saekan. Jalannya lebih sempit dan lebih berbatu. Mengerikan. Bahkan aku sama Fikri sempet jatuh juga dari motor hahahaha. Padahal, Fikri udah mengendarai motornya dengan pelan dan sangat hati-hati. Tapi tetep aja, kalo udah nasib jatuh ya jatuh. Untungnya kok jatuhnya gak ke jurang hahahaha -_- Ini, aku ada sedikit video perjalanan menuju mata air Pak Saekan :) Video itu yang ambil Diana, soalnya si Fikri lagi sibuk sama motornya, jadi maaf kalo gambarnya jelek hahahaha :)

video

Tuh, kebayang kan kayak gimana? Hahaha. Tapi itu pengalaman yang lumayan asyik. Untuk menuju ke mata airnya, kita harus jalan kaki melewati jalan terjal juga. Soalnya, jalannya gak bisa dilewatin sama motor. Sayangnya, Diana gak punya foto atau video nya pas di mata air sih -_- maaf ya? Tapi serius, air yang mengalir dingin dan seger banget.

Nah, habis keperluan wawancara selesai dan keperluan untuk artikel mading dirasa cukup, akhirnya aku dan Fikri pamit pulang. Perjalanan tetap sama seperti waktu berangkat. Tetap menempuh jalan yang berbatu. Meskipun hari ini melelahkan, tapi pengalaman hari ini begitu luar biasa. Aku bisa mendapatkan pengalaman yang tidak ternilai dari Pak Saekan. Dan perjuangan Pak Saekan menyadarkanku untuk menjaga lingkungan, terutama air hihihi. Kebayang gak sih? Mereka yang di desanya Pak Saekan aja bisa dapetin air segar, bersih, gratis lagi :) Itu hasil perjuangan mereka sendiri yang menjaga lingkungan mereka. Sementara kita yang di kota, udah tiap hari hasilin polusi, kita gak pernah mikir sama lingkungan, mau dapetin air aja harus beli :) Tiap bulan kalian bayar tagihan air itu kan sama aja kan kayak kita beli air? Hihihi :) Iya, hidup memang adil. Apa yang kita tanam, itu juga yang akan kita tuai :) Setuju?

Sebagai penutup, aku ada sedikit video buat kalian. Ini adalah pesan-pesan Pak Saekan buat kita semua :)

video

Iya teman-teman :) Itulah harapan Pak Saekan kepada kita sebagai generasi penerus. Dulu, Pak Saekan jatuh bangun menjaga lingkungan, tega kalian merusaknya? :) Belum tentu juga di jaman-jaman selanjutnya ada orang seperti beliau. Kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi? Sekarang nasib itu ada di tangan kita, generasi penerus :) Jadi teman-teman, udah terpikirkan apa yang akan kalian lakukan untuk esok hari?
»»  READMORE...