Buscar

Loading...

Páginas

Make a history in your life, not just a story - DPM

Pantaskah Kita Disebut Sahabat?

"As we grow up, we realize it is less important to have lots of friends, and more important to have a real ones" - Unknown

Manusia seperti kodratnya tidak bisa hidup sendiri. Bagaimana pun kita mengelak dan menentangnya, sampai kapanpun kita akan membutuhkan sosok orang lain di sekeliling kita. Dalam melewati setiap lorong waktu, kita akan berjumpa dengan sosok baru. Sosok yang entah siapa dia, bagaimana dia, dan apa maunya. Di saat itulah kita selalu berusaha untuk dekat dengannya, apapun dan bagaimanapun caranya. Masing-masing dari kita mempunyai cara kita masing-masing. Ada yang tidak peduli dengan apapun yang terjadi di sekitarnya, ada yang sangat peduli, ada pula yang pura-pura untuk peduli.

Dengan adanya mereka, lorong waktu yang awalnya sangat gelap dan menakutkan untuk dilalui sendiri, perlahan rasa takut yang ada di diri kita berangsur-angsur akan sirna. Mereka lah yang akan memberi kita kekuatan serta kepercayaan kepada kita untuk menghadapi kerasnya dunia. Mereka juga yang bersedia menjadi tempat berbagi, tempat untuk bersandar, tempat untuk kembali pulang ketika kita sudah merasa lelah, merasa sudah tidak lagi mampu. Mereka juga yang memberikan kita senyuman, kebahagiaan, bahkan rela melukiskan kisah indah di dalam buku kehidupan kita. Mereka yang mau menerima kita dengan apa adanya, mereka yang akan selalu peduli dan membela kita. Mereka lah yang kita sebut sebagai sahabat.

Sahabat. Di balik keindahan kata, cerita, dan janji setianya, namun terkadang kita masih tidak bisa melihat adanya noda hitam di atas kisah putih yang kita jalin bersamanya.
Sahabat. Dunia ini adalah panggung sandiwara. Manusia sebagai aktor hanya bisa menjalankan perannya yang diberikan oleh sutradara. Ketika kita berpikir akan melewati waktu dengan indah bersama mereka, terkadang apa yang kita pikirkan hanya akan menjadi fatamorgana, menjadi mimpi dan berakhir dalam suatu kesedihan.

Sahabat. Benarkah mereka adalah sahabat kita? Benarkah kita sudah menemukan sahabat kita? Benarkan mereka pantas kita beri gelar sebagai seorang sahabat?
Seorang sahabat yang tentu saja akan selalu ada di dalam kondisi apapun yang sedang kita hadapi. Sahabat yang tentu saja akan selalu terbuka kepada kita. Sahabat yang tentu saja akan setia kepada kita, bagaimana pun dan apapun kondisinya.
Sahabat yang tidak akan pernah mengeluh akan keburukan sahabatnya. Sahabat yang akan selalu menuntun kita untuk menjadi lebih baik. Sahabat adalah suatu yang dilandasi dengan rasa keikhlasan. Keikhlasan kita untuk berjuang bersama menuju impian yang kita harapkan dan perjuangkan. Ya, sahabat. Sudahkah kalian menjadi sahabat yang baik bagi mereka yang kalian cintai?
»»  READMORE...

Bicaralah Mengenai Mimpi

"The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams - Eleanor Roosevelt"
_________________________________

Mimpi.
Lagi-lagi aku membicarakan hal itu.
Mimpi adalah sesuatu yang tidak bisa kita tangkap dengan tangan nyata, tidak bisa juga kita lihat dengan pandangan nyata.
Ia ada namun ia tidak tampak. Mimpi bertempat tinggal di hati dan pikiran kita. Ia akan selalu menjadi bayang-bayang ke mana pun kita melangkah.
Bayang-bayang itu yang akan menuntun kita untuk berlari. Berlari ke mana? Entahlah, ia tidak akan pernah menjawab.
Bagaimana jika kita tersesat dan tidak tau kemana akan berlari?
Entahlah, ia juga tidak akan pernah menuntun.
Suatu ketika kita akan berhenti kemudian bertanya "apa yang harus aku lakukan?"
Kepada siapa kita akan bertanya? Kepada mimpi? Percuma saja, ia tidak akan menjawab.
Bagaimana jika kita tidak pernah sampai kepada tujuan kita? Akankah kita murka? Kepada siapa? Mimpi?
Percuma saja, ia tidak akan pernah peduli.

Mimpi.
Ia tidak akan melakukan apapun untuk kamu, kecuali hanya menjadi bayanganmu.
Ia hanya akan tetap diam dan sampai kapanpun akan tetap begitu.
Tugasnya hanya menunggu. Menunggumu bertanggung jawab kepadanya.
Bertanggung jawab akan hal apa? Siapa mimpi? Bahkan kita pun tidak mengenalnya.
Kita mengenalnya. Kita bertanggung jawab kepadanya.
Kita telah menciptakannya. Kita telah melukiskannya dengan indah sesuka hati kita.
Dan kini, ia menunggumu.

Ya, menunggumu untuk mengejarnya.
Mengejar apa? Sesuatu yang tidak pasti? Tanyakan pada hatimu.
Mimpi memang suatu bayang-bayang, suatu yang hitam, suatu yang tak pasti.
Namun, suatu bayang-bayang semakin lama akan semakin terlihat nyata ketika kita tak berhenti untuk mengejarnya.
Tidak akan ada putih, jika tidak ada hitam. Kita tidak akan pernah melihat jalan jika kita tidak berusaha untuk meneranginya.

Mimpi.
Hahaha! Ia tidak akan bergerak kemana pun.
Ia menunggu tekad dan doamu untuk meraihnya.
Ia tidak akan pernah peduli seberapa keras kamu sakit karena kamu terjatuh ketika meraihnya.
Ia juga tidak akan pernah peduli jalan mana yang akan kamu ambil untuk menuju kepadanya.
Namun ia akan memberikan sesuatu yang indah kepada siapapun yang berjuang keras untuk dirinya. Ia tidak akan pernah melanggar janjinya untuk itu.
Ia hanya membutuhkan kamu. Kamu yang tak akan pernah berhenti berjuang untuk mendapatkannya. Kamu yang akan membebaskan dirinya dari dunia fana.

"Setiap orang pasti mempunyai mimpi. Ada yang mengejar dan mewujudkannya. Ada yang mundur dan membuangnya. Ada yang diam dan menyimpannya dalam sisa hidupnya."

Jadi, pilihan mana yang akan kamu ambil untuk mimpimu?
»»  READMORE...

Utuh



"Bulannya ada delapan ya berarti?"
"Iya, bulannya udah berjajar rapi sampai nomor ke delapan."
_____________________ dpm.

Tahun yang sangat luar biasa, tak terasa sudah separuh lebih aku melewatinya. Namun tetap saja canda dan tangis tak pernah mau beranjak pergi dari hari-hariku.

Di sela-sela jam belajarku, aku sempatkan untuk menulis ini. Aku harap ketika kamu membaca ini, kamu tidak memarahiku karena aku mangkir dari kewajibanku. Aku tidak bermaksud untuk tidak memenuhi janjiku padamu. Akan ku usahakan semaksimal mungkin untukmu, untuk memenuhi janjiku. Namun, ijinkan aku sejenak untuk menulis ini untukmu.

Sudah separuh tahun lebih aku melewati hari-hari ku bersamamu. Maafkan aku karena aku tak sempat menulis satu artikel pun tentangmu. Bukan. Aku tidak ingin mengumbar setiap mili cerita kita disini. Aku hanya ingin mengabadikan beberapa kejadian kita yang luar biasa. Bukan. Aku tidak ingin sombong kepada dunia. Aku hanya ingin dunia ini tahu bahwa aku milikmu dan aku bahagia bersamamu.

Ya. Aku milikmu dan selamanya akan tetap begitu.
Itulah kalimat yang selalu terucap dalam doaku. Memilikimu membuatku tak membutuhkan yang lain lagi dalam hidupku. Aku telah mendapatkan segalanya ketika aku bersamamu. Cinta? Tentu saja tanpa cinta kita tidak akan bersatu. Sayang? Tentu saja tanpa sayang kita tidak akan saling mengasihi. Kasih? Tanpa kasih tak akan mampu kita untuk saling melindungi. Ya. Apalah arti kita bersatu tanpa kehadiran mereka. Berlandaskan ketiga rasa yang sangat mulia, aku memilih untuk hidup bersamamu.

Mengapa tidak dari dulu?
Pertanyaan yang selalu mengganggu pikiranku. Ya, mangapa tidak sedari dulu? Kita sudah saling mengenal. Kita sudah mengetahui karakter masing-masing. Lalu mengapa kita tidak disatukan sejak dulu? Entahlah. Itu sebuah misteri. Mungkin, kasih belum menemukan jalannya untuk mengetuk sayang agar hadir di antara kita. Atau mungkin, sayang masih ingin membiarkan kita untuk terus berjalan melewati beberapa pintu dan mengijinkan kita untuk singgah sebentar di sana. Namun, alasannya untuk bersembunyi bisa jadi menjadi tepat. Kasih, dalam perjalanannya mencari-cari, ia mempertemukan kita di satu titik. Titik dimana kita bertiga berhasil menemukan yang kita cari selama ini. Aku, kamu, dan kasih, akhirnya menemukan sayang yang bersembunyi di balik hati kecil kita masing-masing.



Dalam diam, aku memperhatikanmu dari sudut mataku.
Sangat lucu ketika aku mengingat rasa ini telah mempermainkan kita bertahun-tahun. Kasih telah berhasil memaksa ku untuk selalu memperhatikanmu. Aku mengenalmu, aku tau sifat dan sikapmu. Itu bukti bahwa aku memperhatikanmu, bukan? Bahkan, aku mengenalmu lebih dari teman-temanmu. Padahal dulu aku bukanlah sesosok yang akan kamu pedulikan ataupun kamu cari. Entahlah. Aku tidak pernah meminta untuk semua itu. Bahkan, aku juga tidak mengerti mengapa aku harus melakukan dan merasakan itu.

Tanpa sadar, aku sudah menyimpan rasa ini untukmu.
Cemburu. Aku pernah merasakan itu padamu. Entah apa dan siapa yang telah mempermainkanku. Namun, tidak untuk akal sehatku. Sepenuhnya, aku menyadari bahwa aku bukan dia atau pun dirinya yang selalu kau sebut cantik dan menarik. Aku selalu tertawa dan mengejekmu bahkan sempat ingin mengenalkanmu lebih dekat kepada sosok yang kamu puja. Namun, tak bisa aku sangkal, aku cemburu. Tetapi aku tidak bodoh dengan bertindak mengikuti kata hati. Tetap saja aku bisa tertawa jika mendengarmu menyebut namanya. Ya, saat itu akal sehatku masih menang melawan hatiku. Ia tetap pada pendiriannya yang tidak akan peduli kepadamu. Tetapi tidak dengan hatiku.
Ekspresi menunjukkan apa yang dirasakan hati. Ia tidak akan pernah bisa membohongi. Namun, masih bisa dengan emosiku.
Pernahkah kau memperhatikanku menutup mata dan menarik nafas ketika kau membicarakan perempuan lain? Ya. Itu adalah caraku untuk kembali berjalan menggunakan akal pikiranku.



Dalam perjalanannya yang sangat jauh, cinta tetap saja akan merindukan rumahnya untuk kembali pulang.
Bertahun-tahun kita dipermainkan dengan status pertemanan. Ya, kita memang teman. Tak lebih dan tak kurang dari itu. Namun, ketahuilah bahwa aku sempat ingin memegang tanganmu dan menyandarkan kepalaku di pundakmu. Tidak. Aku tidak menyalahkan hatiku untuk itu. Aku menyalahkan posisiku yang harus terjebak suasana begitu romantis bersamamu. Padahal status kita berdua sudah tidak sendiri. Padahal, kita juga bersama teman-teman yang lain. Namun entah mengapa hanya aku dan kamu yang terjebak dalam acara ini. Acara yang berhasil membuat gejolak dalam hatiku.

Semakin ku ingkari, semakin ku mengerti hidup ini tak lengkap tanpamu
Aku mengaku bisa tapi hati tak bisa
Ku akui sesungguhnya, aku berpura-pura - (Tangga - Utuh)

Ya sayang, selama ini aku berpura-pura, namun aku berhasil memendamnya, bahkan jika engkau tidak cepat datang kepadaku mungkin aku sudah menguburnya. Tapi, cinta memang tidak pernah datang terlambat. Ia selalu datang tepat pada waktunya. Ia datang ketika hatiku membutuhkan tempat untuk kembali pulang. Ia datang dan membuatku kembali utuh.
Cinta itu ada di dalam dirimu. Dan aku akan selamanya menghiasinya dengan kasih, sayang, dan cintaku untukmu. Aku mencintaimu.
»»  READMORE...

Kutipan Film 2


Hai hai, akhirnya ketemu lagi sama artikel kutipan-kutipan film. Yang hobi nonton film, sini merapat kesini. Karena di post kali ini aku akan ngerangkum semua kutipan film. Film-film yang akan aku kutip kali ini, merupakan film-film yang disadur dari sebuah karya sastra salah satu contohnya seperti novel. Buat kalian-kalian pecinta novel nih, biasanya kalo denger kabar novel yang 'ini' bakal di buatin film gitu, biasanya langsung pada seneng. Apalagi film nya ber genre romance. Kutipan-kutipan puitis di filmnya biasanya langsung di catet atau biasanya langsung dipasang jadi status. Daripada ribet-ribet nguber omongan yang bakal dijadiin 'kutipan' status kamu, nih udah aku rangkum kutipan filmnya.

MIKA (Novel : Waktu Aku Sama Mika by Indi Sugar)
  • Siapa bilang kamu cacat? Kamu nggak cacat lagi. Kamu beda. Kamu spesial.
  • Ngumpet cuma buat pengecut dan kamu bukan pengecut.
  • Mulai sekarang pinggiran pizza yang kamu gak suka ini jadi makanan favorit aku.
  • Itu dia kata kuncinya. Aku udah terima.
  • Selalu ada yang pertama untuk segalanya.
  • Kita semua pasti akan mati, Di. Bukan cuma aku.
  • Di, ada atau nggak ada aku, kamu harus tetep kuat. Harus.
  • AIDS itu bukan kutukan.
  • Kesalahan+kesalahan+kesalahan = pengalaman
  • Be Brave! Look up!
  • Cinta itu tidak perlu sempurna, cinta itu tidak perlu pinta. Tapi tulus, tanpa syarat. Karena cinta memang seperti itu.
  • Tuhan aku rindu saat itu. Saat itu aku punya alasan untuk cemburu, tertawa dan menangis dalam waktu bersamaan.
  • Mika itu malaikat aku. Tapi dia pelupa. Dia lupa pakai sayapnya. Sekarang Mika lagi ambil sayapnya di Surga.
  • Seharusnya hari ini jadi hari yang sempurna kalau kamu ada.
  • Kita nggak pernah tau apa yang akan terjadi di dalam hidup ini. Kadang hidup memang aneh. Seseorang meninggal ternyata malah bisa membuat orang yang ditinggalkannya menjadi lebih hidup.
  • Bermimpi adalah langkah awal dari keberhasilan, tapi mimpi itu tetap semu jika tindakan tidak nyata.
  • Orang yang hebat adalah orang yang tidak pernah putus asa dalam mencapai suatu keinginannya.
  • Tuhan, aku suka keadaan seperti ini. Tuhan bisa mendengar aku. Bisa melihat aku. Tapi aku tidak bisa melihat-Mu.
  • Karena semua orang punya hak untuk bahagia.

Test Pack (Novel Test Pack by Ninit Yunita)
  • Kan kita nikah bukan cuma buat anak tujuannya. Tapi karena aku sayang sama kamu.
  • Saya sayang sama kamu makanya saya mau ngasih kamu anak.
  • Kalau kamu mikirin perasaan kamu terus perasaan aku gimana?
  • Apa adanya kamu sudah melengkapi saya.
  • Tidak ada alasan untuk kita rujuk karena sebenarnya tidak ada alasan juga untuk kita berpisah

Refrain 
(Novel Refrain by Winna Effendi)

  • Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini, yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya.
  • Persahabatan yang tulus nggak harus punya alasan.
  • Bahkan saat dunia berputar dan berubah, kenangan yang tercetak pada lembaran foto itu tidak pernah berubah.
  • Cinta itu nggak memiliki, semua orang bebas untuk merasakannya, menyimpannya.
  • Cinta itu soal rasa, soal hati, yang namanya cinta itu nggak boleh setengah-setengah
  • Di dunia ini nggak ada yang namanya cinta pada pandangan pertama, adanya suka atau nafsu pada pandangan pertama yang disalah artikan jadi cinta.
  • Apa di dunia ini nggak ada cowok sama cewek yang bisa sahabatan?
  • Terkadang kita perlu menunggu lebih lama untuk bertemu dengan orang yang kita sayang.
  • Dia selalu ada dan dia nggak akan pernah bisa tergantikan oleh siapapun.
  • Rasa cinta mengubah semuanya. Sejak hari itu semua berubah.
  • Terkadang kenyataan nggak sesuai dengan keinginan.
  • Ini bukan permainan! Sesuka dirimu untuk meninggalkan aku setiap kali.
  • Walaupun kita sekarang sudah tak bersama, akan tetapi aku sering merindukan dirimu.
  • Membuat pilihan bukan berarti harus meninggalkan salah satu. Kamu masih bisa memiliki keduanya, persahabatan dan cita-cita.
  • Bersama lo gue hidup. Bersama lo gue gak butuh siapa-siapa.

Recto Verso 
(Novel Recto Verso by Dewi Lestari)

  • Firasat adalah cara bagaimana alam berbicara kepada kita. Tapi sayangnya kita tidak pernah bisa memahami itu. Padahal kita semua bisa berdialog dengan semesta.
  • Dunia maya dan dunia nyata itu berbeda, katanya.
  • Alam semesta, itu semuanya terkait kek satu lingkaran yang gak ada putusnya.
  • Bullshit kalau ada orang yang bilang : itu semua kebetulan.
  • Semua sungai pasti pulang ke laut.
  • Aku merasa nyaman walaupun aku masih menjadi penonton.
  • Kalau kita minum pahit kita jadi inget kalau di luar sana masih ada yang manis.
  • Lo nggak bisa nilai orang dari kulit luarnya.
  • Aku tu nggak butuh apa-apa lagi. Aku cuma pengen orang yang sayang beneran sama aku. Yang mau gitu dateng ke rumah kalau aku sakit.
  • Kadang-kadang pilihan terbaik adalah menerima. Semua akan baik-baik saja.
  • Saya adalah orang yang paling bersedih, karena saya mengetahui apa yang tidak sanggup saya miliki
  • Mencintaimu itu pilihan. Memilikimu itu harapan.
  • Rasakan semua demikian pinta sang hati. Amarah atau asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada waktunya.
  • Dan inilah hatiku, pada dini hari yang hening. Bening. Apa adanya.
  • Tiada yang lebih indah. Tiada yang lebih rindu. Selain hatiku. Andai engkau tahu.
  • Kurang usaha apalagi coba? Peka dong, aku itu sayang sama kamu.
  • Lihatlah detik itu, jarum itu, momentum yang tak lagi berarti, didetik pertama kamu gagal mengucapkan apa yang harusnya kamu ucapkan.
  • Cinta yang tulus, yang tak mengharapkan balasan. Dia hanya akan diam tuk menunggu cinta yang tersadar dan menatap ke arahnya.
  • Aku mencintaimu bukan hanya dari hati saja tapi dari jiwa ini yang tak semua orang bisa seperti aku.
  • Pada akhirnya aku hanya mencari ketenangan, bukan cinta, sahabat, pengalaman bahkan keluarga.
  • 100 itu sempurna, kamu 1 lebih dari sempurna.
  • Kata dia cicak, cicak di dinding nangkepin nyamuk agar manusia bisa tidur nyenyak. Cicak binatang degan kesetiaan tanpa manusia memedulikan.
  • Aku sampai pada bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya bisa kugapai sebatas punggungnya saja. 

Kata Hati 
(Novel Kata Hati by Bernard Batubara)

  • Kamu itu pernah gak coba buang sesuatu tapi sesuatu itu balik ke kamu?
  • Sesayang-sayangnya kamu sama kaera, kamu harusnya lebih sayang sama diri kamu sendiri. Sakit itu disembuhin, bukan didiemin.
  • Dia itu bukan untuk kamu, dan kamu itu bukan untuk dia.
  • Katanya kangen sama mantan itu adalah balikan yang tertunda.
  • Ikannya memang masih banyak, tapi aku yang gak bisa mancing.
  • Apa kamu mau hidupmu itu bagaikan nasi kucing yang kehilangan karetnya? Berantakan.
  • Katanya pemuda harapan bangsa, lah kok galau?
  • Masalah kamu itu ada dua, yang pertama kamu terlalu perasa. Yang kedua kamu terlalu penakut.
  • Mungkin cuma kopi hitam ini yang cocok menggambarkan kehidupan aku. Gelap, hitam, pahit.
  • Gitu tuh jomblo abadi, sensitifnya gila-gilaan.
  • Menurut aku cinta itu hitam dan putih, ada gelap ada terang, ada yang pergi ada yang datang.
  • Aku rasa cinta tidak setegas itu, tidak hanya sekedar hidak dan putih. Cinta itu abstrak, tidak jelas.
  • Bukannya harus jelas ya? Kalau cinta ya cinta, kalau enggak ya enggak. Jelaskan?
  • Sekali-sekali kamu cobain yang manis. Biar hidupmu gak pahit-pahit banget.
  • Kayaknya yang gak jelas itu bukan cinta deh, tapi kamu.
  • Kamu gak kangen sama aku?
  • Aku udah ngejar mimpi-mimpi aku. Mimpi-mimpi kamu apa kabar?
  • Seenggaknya aku udah berani dan belajar. Dari pengalaman kemarin aku belajar, aku dengerin kata hatiku.
  • Dengerin kata hatimu, karena kata hati itu gak bakalan bohong.
  • Jatuh cinta itu indah, jatuh cinta itu indah kalau kamu gak perlu nyimpen perasaan kamu sendiri.
  • Tapi kamu tau gak apa yang lebih dari itu? Jatuh cinta sama orang yang mencintai kamu juga.
  • Aku pernah kehilangan seseorang yang aku sayang disini, dan aku gak mau kehilangan lagi. Aku gak mau kehilangan kamu.
  • Aku udah maafin kamu kok, maafin, tapi belum bisa lupain.
  • Hidup itu maju, kita harus berjalan ke depan, bukan ke belakang.
  • Kita tuh sama-sama bodoh ya, kalau aku bodoh karena aku gak berani bilang sayang sama kamu. Kalau kamu bodoh karena kamu terlambat sadar kalau aku sayang sama kamu.
  • Makasih karena kamu sudah bikin aku hidup lagi, maaf karena baru sekarang aku sampaikan ini.
  • Tapi sekarang aku tahu, kata hati aku ngomong apa. Dia bilang, aku sayang kamu.
  • Apakah kau telah menemukan separuh hati lain, selain hatiku?
  • Jika tidak bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan, jagalah apa yang sudah kamu miliki.
  • Sesuatu itu berwujud satu, luka dan kenangan. Yang satu membuatmu ingin melangkah jauh, yang satunya lagi memaksamu untuk mendekat lagi.
  • Sesuatu yang membuatmu pergi, pada saatnya akan menjadi sesuatu yang membawamu pulang kembali.
  • Balikan sama mantan tuh ibarat mungut lagi bekas makanan yang lo buang. Mau lo makan lagi? Hebat, hebat.
  • Masa lalu tak seharusnya kembali, dan memang tak sepantasnya kembali.
  • Aku suka caramu tersenyum, caramu tertawa, dan aku suka ketika kamu berhasil membuat segalanya menyenangkan.
  • Apa yang kelihatan di luar, belum tentu sama ama yang ada di dalam.
  • Sejak ketemu kamu, aku berhenti mencari. Sejak ketemu kamu, aku merasa utuh.
  • Ini hidup kamu. Kamu berhak nentuin kamu mau apa.
  • Aku gak butuh minuman manis buat bikin hidupku gak pahit lagi. Kamu udah bikin hidupku manis. Kamu bikin hidupku gak pahit lagi.
  • Foto adalah mediaku buat ngerekam hidup, foto bisa menyimpan kenangan lebih lama dari ingatan kita sendiri.
  • Setelah kamu berantakin hidup aku, untuk apa kamu kembali lagi?
  • Seandainya semudah itu untuk menghapus kenangan  tentangmu.
  • Kamu bakal kerepotan membereskan ruang berantakan yang pernah kamu tinggal pergi.
  • Mungkin lebih baik kita jadi orang asing, yang gak pernah mengenal dan gak pernah merasa berhak menyakiti
  • Merasa akan kehilangan kamu. Bahkan sebelum sempat merasa pantas memilikimu.

Cinta Brontosaurus 
(Novel Cinta Brontosaurus by Raditya Dika)

  • Orang Indonesia itu suka dengan drama-drama menyayat.
  • Cinta bisa kadaluarsa.
  • Pasangan yang cocok sama kayak bintang, mereka itu kelihatan kalau lagi gak mendung, jadi bakal kelihatan kalau waktunya tepat.
  • Butuh waktu untuk mendapatkan orang yang tepat.
  • Kalau udah sayang, memang sulit buat move on.
  • Senyuman memang bisa mengurangi rasa sakit, tetapi pelukan lah yang lebih cepat untuk menyembuhkan.
  • Betapa bodohnya saat lo milih dia sebagai pacar lo, padahal gue jauh lebih baik dari dia.
  • Ada yang ngeluh sama cuaca panasnya minta ampun. Ada juga yang ngeluh sama pacar kangennya minta ampun.
  • Cinta aku ke kamu itu enggak butuh alasan, tapi yang butuh itu balasan.
  • Kalau pasangan kamu bilang, 'kamu adalah juara 1 dihatinya' berarti ada juara 2,3,4 juga dong dihatinya.
  • Mencintai seseorang adalah sebuah pilihan. Dicintai seseorang adalah keinginan.
  • Jika ada yang lebih baik, kenapa harus bertahan sama dia yang udah buat lo sakit.
  • Cewek itu emang ribet kalau lagi bete.

9 Summers 10 Autumns 
(Novel 9 Summers 10 Autumns by Iwan Setyawan)

  • Aku selalu ingin berbagi, selalu ingin melihat dunia bersama keluargaku, bersama orang-orang yang aku cintai.
  • Sukses besar itu dimulai dari sukses-sukses kecil.
  • Mencintai itu tidak bisa menunggu.
  • Hidup itu sebenarnya mencari sesuatu untuk menutupi lubang hati kita yang menganga.
  • Impian haruslah menyala dengan apa pun yang kita miliki, meskipun yang kita miliki tidak sempurna, meskipun itu retak-retak.
  • Tiada yang lebih berharga dari keluarga.
  • Aku tak bisa memilih masa kecilku, tetapi masa depan itu, kita sendiri yang melukiskannya.
  • Saat berada di puncak sukses, pernahkan terpikir untuk pulang?
  • Memori masa kecil membuat aku bijak dalam mengenal diriku.
  • Aku melawan rasa kantuk dan rasa takut untuk belajar, untuk melawan rasa takut akan kegagalan.
  • Love is never easy.
  • Aku tak bisa melihat kebelakang saja. Aku harus mempersiapkan perjalanan ke depan.
  • Spring symbolizes a hope, a new beginning.
  • Ketegaran ibu menghadapi segala kesulitan ini. Ketekunannya, airmatanya, membawa kami melalui awan gelap itu.
  • Ibuku, hatinya putih, ia adalah puisi hidupku.
  • Live. Let's live. Tomorrow is here, now.
  • I'm still young, I need to explore the world and get new experiences. That would be priceless.
  • Aku melawan rasa kantuk dan rasa takut untuk belajar, untuk melawan rasa takut akan kegagalan.
  • Seasons change and the color of autumns fades, but the memory and experience from this journey will stay with me.
  • Apa artinya sebuah ide yang hanya menggantung dikepala. Aku tak mau berhenti disini.
  • Aku tak tahu kemana masa depan ini akan membawaku? Siapa pula yang tahu? Aku hanya ingin melangah maju.
  • When there is love, you can live even without happiness.
  • Hari ulang tahun bagiku adalah perenungan kembali, menoleh ke belakang ,menata kenangan-kenangan dan menempatkannya di hati.
  • Kita selalu bisa kembali ke masa lalu. Kenangan itu, betapapun pahitnya, selalu bisa dikenang dan ditempatkan kembali di ruang yang tepat dihati.
  • Semua butuh tempat lapang untuk bernapas, menikmati kesendirian dan menemukan kembali ruang yang hilang.
  • Ketika air mataku jatuh diatas kertas surat, aku merasa ibu membasuh wajahku, membelai rambutku.
  • Jadi anak laki-laki itu harus dipercaya omongannya.
  • Menghidupkan hidup itu tidak mudah.
  • Aku tidak akan membiarkan siapapun merebut mimpiku.
  • Di balik orang-orang sukses, pasti ada orang tua yang luar biasa.
  • Dunia ini hanya milik orang yang berani melangkah, berani mengalami kekecewaan dan berani melalui kesendirian.
  • Masa lalu itu bagaimanapun getirnya selalu ada untuk dimengerti.
  • Tidak perlu saya berasal dari mana, yang penting saya tau kemana tujuan saya.
  • Keluarga sangat penting bagiku.
  • Kayaknya semua masalah di film ada aja solusinya.

Madre (Novel Madre by Dewi Lestari)
  • Hidup jangan coba-coba, kamu harus sungguh-sungguh, kalo gak hidupmu bakal terus dicoba.
  • Harusnya dari awal aku katakan, aku mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu.
  • Segala kemungkinan bisa terjadi kan? Seperti kita sekarang ketemu, siapa yang tau?
  • Aku diajarin orang tuaku buat peduli sama orang lain.
  • Kamu harus mengikuti jaman, kalo tidak kamu akan dilindas jaman.
  • Jatuh cinta itu pelan-pelan asal jangan lambat. Tangkep selagi sempat.
  • Hidup selalu menawarkan kejutan.
  • Cinta membuat kita tetap hidup.
  • Hidup butuh tantangan, tanggung jawab, butuh keseimbangan. Kalau nggak kita akan jatuh ke satu sisi.

Perahu Kertas (Novel Perahu Kertas by Dewi Lestari)
  • Aku tahu kamu sayang banget sama aku dan kamu pacarku, tapi sebagian hati kamu selalu ada buat dia, iya kan?
  • Tidak mudah menjadi bayang-bayang orang lain. Lebih baik, tunggu sampai hatinya sembuh dan memutuskan dalam keadaan jernih.
  • Ada saatnya cinta harus dilepas, gak digenggam dengan begitu erat. Bahwa ada saatnya kita gak perlu berlari, tapi berhenti.
  • Rasa hangat ketika dua tubuh bertemu, rasa lengkap ketika dua jiwa mendekat, rasa rindu yang tuntas ketika dua pasang mata menatap.
  • Diangkasa terukirlah kisah kita, dua manusia yang berjuang demi cinta.
  • Kadang-kadang langit bisa kelihatan seperti lembar kosong. Padahal sebenarnya tidak. Bintang kamu tetap di sana. Bumi hanya sedang berputar.
  • Saya gak mungkin begini terus, melepas kepergian kamu, tanpa tahu kapan kamu akan kembali dan apakah kamu mau kembali.
  • Hidup ini sudah di atur. Kita hanya melangkah, sebingung dan sesakit apapun, semua sudah di siapkan untuk kita.
  • Bagi saya, hidup terlalu singkat untuk dilewatkan dengan biasa-biasa saja.
  • Banyak yang ingin aku bilang ke kamu. Banyak yang ingin aku kasih.
  • Saya cinta sama kamu. Dari pertama kali kita ketemu, sampai hari ini, saya selalu mencintai kamu.
  • Seperti layaknya sebuah hati selalu mengharap bahagia, hatiku pun seperti itu.
  • Yang dongeng aja gak semua ceritanya happy ending, apalagi realita.
  • Buat apa dia kembali? Buat apa muncul sejenak lalu menghilang lagi nanti?
  • Kenyataan terpahit adalah kenyataan yang tak setinggi harapan.
  • Hidup ini sudah di atur. Kita hanya melangkah, sebingung, dan sesakit apapun, semua sudah disiapkan untuk kita.
  • Masa kecilku mungkin tak seindah dan selepas mereka, tetapi kehangatan di bawah rumah kecilku telah menyelamatkanku.
  • Saya gak mau kamu jadi dia dan hati saya sudah memilih. Saya cuma butuh kamu.
  • Inilah aku. Kalau kamu punya masalah dengan itu, it's your problem.
  • Aku gak mau, sepuluh tahun lagi, dua puluh tahun lagi, aku sakit kayak gini setiap aku ingat kamu.
  • Karena hanya bersamamu segalanya terasa dekat, segala sesuatunya ada, segala sesuatunya benar.

5 cm (Novel 5cm by Donny Dhirgantoro)
  • Berbagilah kepada orang lain seperti pelangi, bulan dan bintang yang membagi keindahannya kepada kita.
  • Berharap itu jangan dijadikan beban tapi jadikanlah proses yang bisa kamu nikmati jalannya.
  • Jangan percaya sama hoki! Apa yang kamu raih bukan karna kamu hoki, tapi kerja keras.
  • Gak semua yang kita inginkan jadi kenyataan  tapi semua wajib kita usahakan untuk mendapatkannya.
  • Hidup itu gak selamanya lurus, tapi kita harus berusaha lurus.
  • Semua orang berhak untuk bahagia dan sukses, tinggal bagaimana kah kaliah untuk mewujudkannya.
  • Semua itu akan indah pada waktunya jika kamu mengejar apa yang kamu inginkan.
  • Jangan terlalu memberi harapan kepada semua orang, beberapa orang bisa jatuh cinta dan salah arti dengan kebaikanmu.
  • Kasih sayang tak hanya ditunjukan oleh pujian, sanjungan aja. Tetapi juga teguran atas kesalahan dan kelalaian.
  • Mungkin aku lahir kedunia untuk mencintaimu dan kau terlahir untuk aku cintai..
  • Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci.
  • Selama kita masih ada waktu selama itu juga kita harus berusaha berbuat yang terbaik.
  • Aku tidak akan melupakan disaat kita selalu bersama dimanapun itu.
  • Kalau gak mau kehilangan seseorang jagalah dia dengan kasih sayang yang tulus.
  • Hanya ia orang yang paling mengerti tentangmu dan hanya ia orang yang pantas disebut sahabat karena kebaikan dan ketulusan hati.
  • Pahami apa yang wanita rasakan, karena terkadang dia menangis di dalam senyuman.
  • Apapun hambatannya bilang sama diri kamu sendiri kalau kamu percaya dengan keinginan itu dan kamu gak akan menyerah.
  • Kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari dan percaya bahwa kamu bisa.
  • Tetaplah bersama dan kita bisa hadapi dunia dengan para sahabat yang kita miliki.
  • Entah bagaimana keajaiban sebuah impian, persahabatan, cinta, keyakinan bisa membuat banyak perbedaan yang mengubah kehidupan manusia.
  • Saya bangga lahir dari bangsa ini. Bangsa yang besar.
  • Cintailah orang tua dengan sungguh-sungguh. Karena cinta orang tua tak pernah menghadirkan air mata kesedihan.
  • Apa yang kamu berikan itu yang akan kamu terima. Life = Mirror.
  • Jangan pernah mengecewakan kedua orang tua mu yang sudah susah payah membesarkan kamu.

Udah, segini dulu cukup kali ya. Udah kena peringatan nih gara-gara entri nya kepanjangan hahahaha. Sebenarnya banyak sih kutipan-kutipan yang mau aku bagi, tapi kapan-kapan aja deh. Monggo kalo mau dijadiin status di media sosial kalian, copas aja gak masalah hahaha. Sampai jumpa di kutipan film 3 yang entah kapan akan aku tulis hahaha. Daaaah
»»  READMORE...

MAGMA - Quality Time with Mr. Saekan

Minggu, 13 Oktober 2013

Ini adalah cerita ketika aku bertemu dengan sosok yang hebat. Sosok ini kalau kalian search di google pasti kalian akan menemukan cerita menarik dan menginspirasi kalian semua. Ya, dia adalah Pak Saekan. Seorang Penyelamat Lingkungan yang berasal dari Madiun. Sebelum bertemu dengan beliau aku sudah pernah membaca sedikit artikel yang membahas sosoknya di internet. Dan Fikri adalah seorang yang mengenalkanku pada beliau.

Hari ini, di mulai ketika aku duduk sendiri di dalam ruang ekskul tercinta, MAGMA (Majalah Dinding Smaga), Fikri mengajakku datang ke rumah beliau untuk wawancara artikel yang akan kami jadikan bahan untuk mading kami. Aku yang tanpa persiapan apapun dan Fikri yang sudah komplit dengan tas besarnya yang berisi kamera, tripod beserta kawan-kawannya berangkat menuju kediaman Pak Saekan.

Awalnya perjalanan begitu sangat menyenangkan. Sepanjang perjalanan, Fikri terus menceritakan kepadaku tentang sosok yang akan kami temui. Fikri bilang kalo rumah Pak Saekan ini sangat jauh dan melewati jalan yang mengerikan. Otakku berimajinasi. Membayangkan semengerikan apa jalur yang akan kami lewati. Tapi aku tetep bersemangat walaupun Fikri bilang disana kita harus jalan kaki sepanjang 3 km, atau apapun itu. Aku siap. Demi MAGMA.

Benar saja, jalan menuju rumah Pak Saekan memang tidak semulus jalan raya. Jalan yang menanjak dan berbatu, beberapa kali melewati jalan yang sempit juga hahaha. Sempet nyasar juga sih nyari rumahnya Pak Saekan. Sempet bertanya juga ke orang setempat. Dan untungnya, ketika kami kehilangan arah, putra Pak Saekan datang dengan motornya. Akhirnya, kami diantar menuju rumah Pak Saekan.

Ketika kami sampai di rumah Pak Saekan, kami disambut oleh Pak Saekan beserta istrinya. Rumah Pak Saekan memang terlihat begitu sejuk. Begitu banyak pohon tinggi tertanam rapi di halaman rumah beliau. Kami yang melakukan wawancara di beranda rumah beliau pun tidak merasa kepanasan. Di bawah ini, ada video yang menggambarkan sedikit suasana di rumah Pak Saekan juga ketika aku berbincang santai dengan beliau. Sebelumnya, bagi kalian yang buka blog ini lewat laptop, matikan dulu lagu di blog ini ya, agar tidak terlalu mengganggu video :) Video ini yang record si Naufal Fikri Yusuf :)

video

Gimana? Keliatan sejuk banget kan? Oh iya, kayaknya dari tadi kita ngomongin Pak Saekan tapi aku belum ngasih tau siapa beliau ini. Mungkin aku cerita singkatnya aja. Seperti yang udah aku bilang di awal, Pak Saekan ini salah satu tokoh penyelamat lingkungan di desanya yaitu Dusun Sempu, Desa Padas, Kec. Dagangan, Kab. Madiun. Dulunya, di desa ini sangat sulit untuk mendapatkan air. Sebenarnya di hutan itu ada sungai. Tapi sungai itu selalu kering ketika musim kemarau. Dulu, Pak Saekan pun pernah nggak mandi 5 hari gara-gara nggak ada air. Untuk mendapatkan air pun, beliau juga harus menempuh perjalanan yang lumayan jauh. Kebayang kan kalo kalian bawa ember yang isinya air trus harus jalan jauh di jalan naik turun yang berbatu? Iya, seperti itu perjuangannya Pak Saekan.

Pak Saekan dan warga sekitar sebenarnya sudah menanam berbagai macam jenis tanaman. Selain untuk menampung air, juga untuk makan sehari-hari. Namun, tanaman yang mereka tanam selalu habis dimakan oleh binatang-binatang hutan.

Sebenarnya Pak Saekan tidak tega kepada istri dan anaknya jika ia terus tinggal di desanya tersebut. Tapi, karena istrinya adalah anak tunggal, Pak Saekan beserta keluarganya memutuskan untuk tetap tinggal di sana. Pak Saekan tau kalo di desanya itu tidak ada yang melakukan suatu perubahan, ia dan keluarganya bisa mati karena tidak ada air. Dari sini lah Pak Saekan mempunyai tekad untuk merubah kondisi desa tempat tinggalnya.

Akhirnya, Pak Saekan memutuskan menanam tanaman pucung di lereng Gunung Wilis. Mengapa ia memilih tanaman pucung? Karena daun tanaman pucung beracun. Jadi, binatang-binatang yang memakannya akan mati. Akar tanaman pucung juga sangat kuat menahan tanah sehingga tidak terjadi longsor. Daunnya juga lebar, sehingga dapat menampung air hujan.

Perjuangannya tidak berhenti dalam waktu setahun ataupun dua tahun. Bertahun-tahun dengan sabar Pak Saekan mewujudkan tekadnya sampai pada akhirnya apa yang diinginkannya terwujud. Air pun sedikit demi sedikit terkumpul. Pak Saekan akhirnya membeli perlengkapan seperti bambu dan selang untuk menyalurkan mata air tersebut ke rumah warga. Sehingga, sampai saat ini Dusun Sempu tidak lagi kekurangan air. Bahkan, mata air tersebut tidak pernah berhenti mengalir sampai sekarang.

Singkat ceritanya begitu :D Kalau kalian mau cerita lengkapnya, banyak kok di google :) Nanti kalo diceritain panjang-panjang disini, kalian bisa mabuk baca artikel ini hahaha. Oh iya, selain wawancara dengan Pak Saekan, aku dan Fikri jelas penasaran dengan sumber mata air yang dibuat oleh Pak Saekan.

Untungnya, aku dan Fikri diijinkan untuk melihat sumber mata air tersebut. Awalnya, aku dan Fikri mengira kalo kami harus ke sana dengan jalan kaki. Tapi kata Pak Saekan, sekarang tempat mata air itu sudah bisa dijangkau oleh motor. Hahaha, awalnya kami sangat senang mendengar hal itu. Namun ternyata.........

Jalan menuju mata air Pak Saekan itu bahkan lebih buruk dari jalan yang kami lalui ketika berangkat menuju rumah Pak Saekan. Jalannya lebih sempit dan lebih berbatu. Mengerikan. Bahkan aku sama Fikri sempet jatuh juga dari motor hahahaha. Padahal, Fikri udah mengendarai motornya dengan pelan dan sangat hati-hati. Tapi tetep aja, kalo udah nasib jatuh ya jatuh. Untungnya kok jatuhnya gak ke jurang hahahaha -_- Ini, aku ada sedikit video perjalanan menuju mata air Pak Saekan :) Video itu yang ambil Diana, soalnya si Fikri lagi sibuk sama motornya, jadi maaf kalo gambarnya jelek hahahaha :)

video

Tuh, kebayang kan kayak gimana? Hahaha. Tapi itu pengalaman yang lumayan asyik. Untuk menuju ke mata airnya, kita harus jalan kaki melewati jalan terjal juga. Soalnya, jalannya gak bisa dilewatin sama motor. Sayangnya, Diana gak punya foto atau video nya pas di mata air sih -_- maaf ya? Tapi serius, air yang mengalir dingin dan seger banget.

Nah, habis keperluan wawancara selesai dan keperluan untuk artikel mading dirasa cukup, akhirnya aku dan Fikri pamit pulang. Perjalanan tetap sama seperti waktu berangkat. Tetap menempuh jalan yang berbatu. Meskipun hari ini melelahkan, tapi pengalaman hari ini begitu luar biasa. Aku bisa mendapatkan pengalaman yang tidak ternilai dari Pak Saekan. Dan perjuangan Pak Saekan menyadarkanku untuk menjaga lingkungan, terutama air hihihi. Kebayang gak sih? Mereka yang di desanya Pak Saekan aja bisa dapetin air segar, bersih, gratis lagi :) Itu hasil perjuangan mereka sendiri yang menjaga lingkungan mereka. Sementara kita yang di kota, udah tiap hari hasilin polusi, kita gak pernah mikir sama lingkungan, mau dapetin air aja harus beli :) Tiap bulan kalian bayar tagihan air itu kan sama aja kan kayak kita beli air? Hihihi :) Iya, hidup memang adil. Apa yang kita tanam, itu juga yang akan kita tuai :) Setuju?

Sebagai penutup, aku ada sedikit video buat kalian. Ini adalah pesan-pesan Pak Saekan buat kita semua :)

video

Iya teman-teman :) Itulah harapan Pak Saekan kepada kita sebagai generasi penerus. Dulu, Pak Saekan jatuh bangun menjaga lingkungan, tega kalian merusaknya? :) Belum tentu juga di jaman-jaman selanjutnya ada orang seperti beliau. Kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi? Sekarang nasib itu ada di tangan kita, generasi penerus :) Jadi teman-teman, udah terpikirkan apa yang akan kalian lakukan untuk esok hari?
»»  READMORE...

Kutipan Buku Udah Putusin Aja! by Felix Y. Siauw

Judul buku : Udah Putusin Aja!
Penulis : Felix Y. Siauw
Penerbit : Mizania
Halaman : 180 halaman
Tahun terbit : 2013

Buku yang ditulis Felix Y. Siauw ini memang telah mengguncangkan seluruh para pembaca khususnya kaum remaja saat ini yang lagi pacaran. Buku ini menerangkan pada kita pacaran dalam mata Islam. Bukannya melarang untuk pacaran dan jatuh cinta, tapi lebih menjelaskan ujung dan pangkal, sebab akibat dari pacaran di mata Islam.

Menurut saya pribadi, ada baiknya buku ini dipakai untuk sebuah renungan. Bukan berarti buku ini menganjurkan atau mengharuskan kita untuk putus dari pacar kemudian kita harus 100% beribadah dan menyerahkan segalanya untuk Tuhan. Memang itu kewajiban kita kepada Tuhan, dan mungkin memang itu yang sedang kita lakukan. Tapi toh itu tidak berlaku untuk semua orang. Semua orang punya prinsip dan pendapat masing-masing. Kita juga tidak bisa terlalu memaksa orang untuk melakukan hal tersebut. Memang tugas kita mengingatkan saudara kita sesama umat manusia, tapi mereka juga mempunyai hak untuk memilih apa yang menurut mereka terbaik untuk mereka sendiri.

Mungkin buku ini lebih memihak kepada para remaja yang masih jomblo, menguatkan mereka bahwa dengan jomblo itu bukan akhir dari segalanya. Buku ini juga untuk para remaja yang lagi pacaran dan dengan harapan bahwa kita semua mengerti tentang apa-apa sebab akibat pacaran. Tapi sekali lagi ini kembali lagi kepada diri kita masing-masing. Saya tau kalian punya opini dan pendapat masing-masing. Saya post ini bukan menyuruh kalian untuk putus, tapi hanya untuk sekedar berbagi.

  • Pantaskah berbicara tentang sayang, berkata tentang cinta | sementara disaat yang sama amalnya selalu ajak maksiat?
  • Pantaskah rencanakan masa depan, rancang apa yang dihadapan | sementara saat sekarang saja tak berani bilang nikah?
  • Pantaskah panggil memanggil dengan sebutan "ayah" - "bunda" | sementara engkau masih menadahkan tangan untuk biaya?
  • Pantaskah kau katakan dirimu menjaganya | padahal justru cumbu rayu harammu merusak akal dan fisiknya?
  • Kau kata itu ungkapan sayang, katamu sayang perintah Allah | alasanmu, perintah jelas Allah jangan berkhalwat kau langgar.
  • Kau berharap hari esok yang baik, sementara hari ini yang membentuk hari esok kau penuhi dengan maksiat?
  • Kau bilang putuskan dia memutus tali silaturahim | padahal pacar bukan kerabat, ayah-ibumu berapa kali kau abaikan?
  • Kau kata putuskan dia sulit | egois, pikirkan hanya diri sendiri, tak kau pikirkan dia saat harus diisab karena maksiat?
  • #UdahPutusinAja, berhentilah bermaksiat | dengannya Allah akan turunkan cahaya kebaikan yang mengisi relung yang selama ini gelap gulita.
  • #UdahPutusinAja, satu saat nanti, yakinlah engkau akan bersyukur telah mengambil keputusan yang tepat dengan taatmu.
  • #UdahPutusinAja, mungkin selama ini Allah menghijabmu dari mahligai pernikahan yang engkau dambakan karena maksiatmu tetap jalan.
  • #UdahPutusinAja, hatimu akan lebih ringan saat hadapkan wajahmu pada kiblat saat shalat | tiada kebohongan dan nifaq yang engkau pikul.
  • #UdahPutusinAja, ramadhan sebentar lagi menjelang, hendakkah kau kotori bulan suci dengan maksiat? | bisa jadi ini ramadhan terakhir.
  • #UdahPutusinAja, engkau takkan mati tanpanya, karena bukan karenya engkau hidup | pahami seutuhnya hidup-matimu hanya Allah!
  • #UdahPutusinAja, bila tidak engkau segerakan, setiap lisan padanya adalah dosa, setiap sentuhan adalah maksiat, setiap pandangan akan dihisab.
  • #UdahPutusinAja, beri dirimu waktu untuk ketahui bukan hanya apa yang engkau inginkan, tapi apa yang Allah kehendaki bagimu.
  • #UdahPutusinAja, dengannya kau mungkin akan merasakan apa beda cinta ikhlas sejati dengan cinta nafsu yang hanya perlu pelampiasan.
  • #UdahPutusinAja hormati badanmu sendiri, muliakan dirimu sendiri, sempurnakan keimananmu | agar pantas bagimu atas surga yang kau pinta.
  • Pacaran itu menjalin silaturahim | silaturahim itu hubungan ke kerabat, bukan pacaran.
  • Pacaran itu bikin semangat belajar | semangat belajar maksiat?
  • Pacarat itu buat dia bahagia, itu kan amal shalih | ngarang, btw, telah bahagiakan ibumu? Ayahmu?
  • Pacaran itu sekedar penjajakan kok | serius nih penjajakan? Ketemu ibu-bapaknya berani?
  • Kasian kalo diputusin | justru tetep pacaran kasian, dia dan kamu tetep kumpulin dosa kan?
  • Kasian dia diputusin, aku sayang dia | putusin itu tanda sayang, kamu minta dia untuk taat sama Tuhannya, betul?
  • Putus itu memutuskan silaturahim | silaturahim itu kekerabatan, sejak kapan dia kerabatmu?
  • Nggak tega putusin | berarti kamu tega dia ke neraka karena maksiat? Apa itu namanya sayang?
  • Aku nggak zina kok, nggak pegang-pegangan, nggak telpon-telponan, kan nggak papa? | nah bagus itu, berarti gak papa juga kalo putus.
  • Aku pacaran untuk berdakwah padanya kok | ngarang lagi, dakwahmu belum tentu sampai, maksiatmu pasti.
  • Nanti putusin dia gue gak ada yang nikahin gimana? | pacaran tak jaminan, realitasnya banyak yang nggak nikah sama pacarnya.
  • Berat mutusin | semakin berat engkau tinggalkan maksiat untuk taat, Allah akan beratkan pahalamu.
  • Nanti aku dibilang nggak laku gimana? | bukan dia yang punya surga dan neraka, abaikan saja.
  • kalo aku putusin dia, dia ancam bunuh diri | belum apa-apa pake anceman psikologis, dah nikah dia bakal ancem bunuh kamu.
  • Pacaran itu makan waktu, makan duit, makan hati | mending waktu, duit, dan hati diinvestasikan ke Islam.
  • Pacaran memang tak selalu berakhir zina, tapi hampir semua zina diawali dengan pacaran.
  • Pacaran itu disuruh mengingat manusia, bukan mengingat Allah | melisankan manusia bukan Allah.
  • Lelaki coba pikir, senangkah bila engkau menikah lalu ketahui bahwa istrimu mantan ke-7 laki-laki berbeda?
  • Wanita, coba pikir, inginkah berkata pada suamimu pasca akad kelak "aku menjaga diriku utuh untukmu, untuk hari ini"
  • Berharap wanita untuk taat kepadamu, disaat yang sama dia mengingkari Allah? | You're daydreaming baby
  • Berharap pria setia kepadamu, diwaktu yang sama dia tak setia pada syahadatnya? | you're betting on the wrong horse
  • Kamu tau jalan bareng lawan jenis itu khalwat, dia tau tanganmu tiada halal dipegang | tapi berdua tetap lakukan?
  • Kamu tau setan ada kalau pas berdua, dia tau tempat sepi dan gelap itu markasnya setan | tapi masih dipertahankan?
  • Kamu tau kegadisanmu tiada bisa diuluang, dia tau nafsu sesaat bakal menjerumuskan | tapi berdua nekad pacaran?
  • Nikmati masa muda bukan berarti jadi cewek mudahan, bukti kamu cowok kuat bukan berarti baku syahwat.
  • Iman tak perlu diuji, nyali tak perlu dijajal - bila sudah tak suci, tiada guna menyesal
  • Kejahatan bukan hanya karena niat - ia juga perlu kesempatan, bila sudah dibuat maksiat - tangis sesal pupus harapan.
  • Selagi ada waktu, selagi belum terlambat | buat pilihan bagimu, pastikan yang tepat.
  • #UdahPutusinAja | itu lebih baik bagimu dan baginya, itu beri kesempatan bagimu dan baginya untuk stop maksiat.
  • #UdahPutusinAja | ajarkan padanya cinta karena Allah, karena berpisahnya kamu dan dia karena takut siksa Allah.
  • #UdahPutusinAja | siapkan dirimu agar pantas jadi pimpinan, dan dia bisa pantaskan diri jadi yang dipimpin.
  • #UdahPutusinAja | nggak perlu lagi smsan setelahnya, dia bisa jaga diri kok, pedulikan dirimu yang masih harus menata akal dengan iman.
  • #UdahPutusinAja | nggak perlu simpan apapun darinya sebagai kenangan, pusatkan diri pada Islam, Allah akan pilihkan yang terbaik.
  • #UdahPutusinAja | jangan mulai lagi cinta yang tak bisa kau selesaikan dengan nikah, alihkan cintamu pada jalan perjuangan dakwah Islam.
  • #UdahPutusinAja | engkau telah menjadi kekasih Allah, karena engkau lebih memilih perintah-Nya dibanding ke-aku-an nafsumu, selamat :)



»»  READMORE...

Adegan dan Fakta Ngawur "Dokter-dokteran" di Sinetron Indonesia

Sumber : dari curhatan seorang dokter

Kadang-kadang miris kalau nonton sinetron-sinetron Indonesia yang menampilkan karakter seorang dokter beserta syuting-syutingnya di rumah sakit. Bikin gemes abis. Dokter asli yang nonton pasti ngomel ngeliatnya. Masak nyuntik vena caranya kayak nyuntik pantat? Masa pasien suruh makan obat yang harusnya dimasukin lewat dubur? Masa pasian (katanya kecelakaan/melahirkan/habis operasi/sekarat karena kanker) dempulnya... Kayak habis nyalon. Bener-bener bikin pengen teriak. Mana ada di realita model-model macam begitu. Sutradaranya kenapa sih nggak nanya-nanya dulu tentang tindakan yang benar, prosedur yang benar, fakta yang benar, biar nggak jadi kayak pembodohan masal begini. Ini beberapa contoh-contoh adegan/fakta yang ngawur banget:

Pertama : Monitor EKG
Pasti sering tuh ya di sinetron ada adegan ketika seseorang koma gitu. Dipasangi monitor EKG yang ngerekam detak jantung. Pertamanya bentuknya masih zig zag zig zag kayak rumput terus nggak lama kemudian, tereretereettt ada bunyi 'tiiiiiiiiiiiiitttttttt' panjang terus monitor EKG-nya nunjukkin garis lurus. Jantung berhenti. Nggak lama kemudian keluarga pasien teriak-teriak manggil dokter, dokter masuk tergopoh-gopoh bawa alat kejut jantung yang bentuknya kayak setrikaan itu, terus ditempelin ke dada pasian biar pasiennya hidup lagi.

Faktanya :
Aslinya ya, kalau udah monitor EKG nunjukkin garis lurus gitu nggak akan berefek pada setrikaan kejut jantung itu. Mau dicoba sampe Miyabi balik perawan lagi pun tetep aja itu pasien bakal wassalam. Yang bakalan berefek pada alat kejut jantung adalah ketika monitor EKG masih nunjukkin garis zig zag kayak rumput alias jantung masih berdenyut. Kalau emang EKG nunjukkin garis lurus, coba di-cek dulu apa alatnya masih menempel di badan pasien. Kalau emang aslinya jantungnya berhenti, bisa dilakukan resusitasi misal dengan pijat jantung atau dengan suntik adrenalin atau dengan alat ET, yang emang bisa berguna buat resusitasi di saat-saat gawat darurat.

Kedua : Bisa ular
Ada adegan main di hutan atau di sawah atau di ladang atau di kebun mawar melati semuanya indah. Eh malang tak dapat ditolak, si tokoh ada yang kena bisa ular (entah darimana si ular tiba-tiba nongol aja, padahal hewan tuh biasanya baru ngamuk kalau diganggu loh, lagian kenapa nggak ati-ati sih zzz). Terus ada pahlawan yang wouw luar biasa baiknya menghisap darah si tokoh yang digigit ular dengan mulutnya biar bisanya keluar terus diludahkan.

Faktanya :
Mau bunuh diri mas/mbak? Menurut riset, dinding mulut seseorang itu hampir selalu ada luka, baik itu luka kecil ataupun luka besar (yang keliatan). Padahal, bisa ular itu benar-benar berbahaya. Lebih hebatnya lagi, cairan yang masuk ke mulut (walaupun belum tertelan) tetap bisa menembus pori-pori dinding mulut dan masuk ke pembuluh darah. Padahal nih ya, pembuluh darah di dinding mulut tuh sangat banyak, bahkan bisa dijadikan indikasi seseorang itu mengidap anemia/tidak. Kalau mau menghisap bisa ada kok alatnya, namanya sawyer ectraction, kalau emang nggak ada tuh alat, bisa kok dengan membebar bagian yang tergigit dengan kain biar bisa nggak semakin masuk ke sirkulasi darah (walau metode ini masih kontroversial). Dan jangan lupa, posisikan bagian yang tergigit di bawah jantung, jangan sampai sejajar jantung. So, ngehisap bisa ular pake mulut? Udah bosan hidup ya?

Ketiga : Batuk-batuk sebelum mati
Yang ini pasti luar biasa sering dilihat. Sebelum mati si tokoh batuk-batuk dulu kayak iklan obat batuk. "Uhuk... Uhuk... Ibu sayang kamu... Uhuk... Uhuk... Nak... Belajar... Uhuk... Yang Rajin... Ujuk... Ya... Nak... Uhuk uhuk." The end.

Faktanya :
Nggak pernah ada dokter yang pernah melihat pasien batuk-batuk sebelum meninggal. Namanya tahapan sebelum meninggal itu ya pasien udah nggak sadar, pancaindera udah nggak berfungsi, jadi gimana bisa batuk? Mungkin kalau bicara sepatah dua patah bisa lah ya, sesak napas juga masih bisa ditolerir, tapi batuk? Rangsang batuknya aja udah nggak berfungsi.

Keempat : Pasien pingsan. Dibawa ke UGD atau ke ICU dan ditangani oleh segerombolan pasukan putih-putih (entah dokter, perawat, bidan, atau anak sekolah). Pasukan putih-putih itu MEMINUMKAN obat dengan sendok dan segelas air pada pasien yang nggak sadar tersebut.

Faktanya :
Kalau beneran ada tenaga kesehatan berani kayak gitu, bisa langsung digantung. Sangat sangat berbahaya meminumkan obat enteral (obat yang dimasukkan melalui saluran pencernaan alias mulut) saat pasien dalam kondisi tidak sadar. Kenapa? Salah-salah tu obat bisa masuk ke paru-paru, bukan ke lambung. Akibatnya? Ya bisa meninggal dong! Paru-parunya kan keisi cairan, kalaupun nggak sampe koit, bisa bikin radang paru-paru. Nah lho, bikin masalah baru kan! Terus gimana dong? Kalau emang pasien dalam kondisi nggak sadar atau nggak kooperatif dengan obat obat enteral, obat bisa dilakukan dengan cara parenteral (injeksi/suntikan). Malah lewat jalur ini obat bisa lebih cepet menimbulkan efek.

Kelima : Tragedi cabut infus
Pasien tiba-tiba sadar dia udah ada di rumah sakit dengan selang infus yang menempel di tangannya. Saat nggak ada yang jagain, langsung aja creettt selang infus itu dia cabut dengan cepat, tangkas, gesit, dan tanpa pikir panjang (sinetron sih ya, apa mau dikata deh). Dan dia langsung kabur dari rumah sakit dengan dandanan bak seorang model (heran deh, masa dirawat di rumah sakit dandanan masih pol-polan, apa mau kondangan?)

Faktanya :
Pasien tiba-tiba sadar dia udah ada di rumah sakit dengan selang infus yang menempel di tangannya. Saat nggak ada yang jagain, langsung aja creettt selang infus itu dia cabut dengan cepat, tangkas, gesit, dan tanpa pikir panjang. Dan crooootttttt...... darah muncrat kemana-mana. Bagus deh, baguuuuusss. Hebat ya kamu ya *asah pisau*.

Keenam : Di kamar bersalin. Ibu melahirkan dengan penuh keringat *tapi tetep penuh dengan make up dong jangan lupa*. Ngeden-ngeden kayak sembelit. Para dokter ngebantu "ayo Bu bentar lagi Bu tarik nafas ayo bu semangat". Suami mondar-mandir di luar kamar bersalin (kalau aku sih gamau yaaa pas masa-masa melahirkan gitu ditinggal suami, dia harus lihat hasil perbuatannya!). Tak lama kemudian, oeeeekkk oeeeekkk, tangis bayi pun pecah. Bayi yang cantik/ganteng itu segera diselimuti dan ditaruh di pelukan ibunya. They libe happily ever after.

Faktanya :
Nggak ada yang salah sih. Cuma..... halo? Bayi lahir? Mana plasentannya? Kok mbrojol gitu kagak ada plasentanya sih? Bayi ajaib ya? Terus, begitu lahir langsung dikasihin ke pelukan ibunya? Lha lendir atau darahnya nggak dibersihin dulu?

Ketujuh : Operasi mata yang melegenda
Perban yang mengelilingi kepala mulai dibuka.. Bruwet bruwet... Gelap gelap... Lama lama ada cahaya... mulai terang... pasien mulai ngelihat wajah-wajah di depannya... Penglihatan mulai jelas... Ada orang menangis... Pasien berkata "kamu... kamu... kamu anakku kan?" Dan si anak memeluk ibunya. "Oh ibbuuu akhirnya ibu bisa melihat lagiii..."

Faktanya :
Hebat banget dokter mata di sinetron itu. Dalam beberapa menit si pasien udah ngelihat dengan jelas setelah perbannya dibuka. Padahal asinya ya, dari berbagai cerita dan fakta-fakta yang terjadi di lapangan, pasien nggak langsung bisa ngelihat jelas. Harus melewati beberapa fase dulu sebelum matanya bisa berfungsi secara normal. Dan tolong ya, kalau emang matanya doang yang butuh tindakan, itu ngapain perbannya sampe keliling kepala? Matanya aja diperban udah bisa kan, jadi gak usah boros.

Kedepalan : Perdarahan otak
Pasien berdarah-darah. Ada benturan di kepala. Dibawa ke rumah sakit dan masuk ke ruang intensif. Terus nggak tau gimana ceritanya, tu dokter tiba-tiba udah punya hasil rontgen kepala *padahal nggak tau kapan di-rontgen*. Keluarga pasien disuruh ngumpul. "Bapak bapak ibu ibu semua yang ada disini. Jadi begini pak bu tante pakde nenek kakek, keluarga ini sedang mengalami pendarahan otak. Blablabla tralala trilili"

Faktanya :
Rontgen itu yaaa biasanya untuk melihat organ-organ dada atau ekstremitas, ada patah tulah atau nggak. Kalau mau liat kepala tuh pake CT Scan, dan kalau mau lihat ada perdarahan atau tidak di otak, gambarnya nggak cuma tengkorak putih begitu. Rontgen bisa sih dipake buat kepala, tapi cuma bisa untuk melihat susunan tulang-tulang kepala. Secara praktek, CT Scan emang lebih akurat (dan lebih mahal) karena bisa melihat suatu jaringan bahkan hingga yang lunak sekalipun, jadi bisa memastikan seseorang mengidap perdarahan, kanker, dll.

Kesembilan : ICU oh ICU...
Miris banget liatnya. ICU kok isinya cuma alat bantu pernafasan. ICU kok kayak ruang perawatan di puskesmas gini. Ini ICU dimana sih? Di Zimbabwe? Bahkan ICU di Zimbabwe masih jauh lebih bagus.

Faktanya :
Sebuah ICU harus merujuk pada prosedur wajib yang harus dipenuhi. Antara lain ada instrumen-intrumen complicated yang mau nggak mau harus ada. Seperti monitor EKG, In Fution Pump, DC Shock, Ventilator, Syring Pump, Nebulaizer, dll. Jadi tolong deh... Jangan ngaku ICU kalau ruangannya lebih mirip UKS begitu.

Artikel ini dibuat karena menyoroti masyarakat di Indonesia yang sangat banyak dan heterogen. Tidak semua masyarakat tahu mengenai hal-hal tentang kedokteran dan kesehatan, padahal hal-hal ini sangatlah penting untuk dipahami, karena menyangkut nyawa yang tak ternilai harganya. Apa jadinya bisa kalangan ini sangat percaya pada sinetron dan berkiblat kepada sinetron sebagai sebuah kebenaran?
»»  READMORE...

Kutipan Novel Seasons to Remember by Ilana Tan


Judul buku : Seasons to Remember
Pengarang : Ilana Tan
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : Januari 2013
Tebal halaman : 160 halaman

Summer in Seoul :
  • Dulu kalau aku tak begitu, kini bagaimana aku? Dulu kalau aku tak disitu, kini dimana aku? Kini kalau aku begini, kelak bagaimana aku? Kini kalau aku disini, kelak dimana aku? Tak tahu kelak ataupun dulu. Cuma tahu kini aku begini. Cuma tahu kini aku disini. Dan kini aku melihatmu.
  • Konon ketika seseorang dalam keadaan hidup dan mati, ia akan bisa melihat potongan-potongan kejadian dalam hidupnya. Seperti menonton film yang tidak jelas alur ceritanya.
  • Kadang-kadang orang jenius memang sulit dibuat senang.
  • Lagi-lagi senyum itu, senyum yang bisa menghangatkan hati yang beku sekalipun.
  • Sederhana saja. Kenapa kau tidak mulai pacaran?
  • Aku hanya ingin memintamu berfoto denganku sebagai pacarku.
  • Aku? Hanya memberikan pose yang bagus untuk foto kita.
  • Lagi pula, apa gunanya jadi artis kalau tidak ingin dikenal orang?
  • Akan kupastikan kau tidak mendapat masalah.
  • Apakah aku tidak boleh makan malam dengan kekasihku sendiri?
  • Bukankah ada kau yang menemaniku disini?
  • Aku hanya ingin melihatmu gembira seperti sekarang, itu saja.
  • Aku bisa melupakan semuanya, tapi aku tidak akan kembali pada orang yang sudah meninggalkanku.
  • Kalau suatu saat nanti kau rindu padaku, kau mau memberitahuku? Supaya aku bisa langsung berlari menemuimu.
  • Padahal kita baru bertemu kemarin, kenapa rasanya seolah sudah lama sekali aku tidak melihatmu?
  • Sudah lama aku tidak melihatmu, tidak mendengar suaramu, rasanya aneh sekali. Sepertinya semua yang kulakukan tidak ada yang benar. Lalu aku berpikir, mungkin kalau aku meneleponmu dan mendengar suaramu, aku akan merasa lebih baik. Sekarang setelah mendengar suaramu, aku memang merasa lebih baik, tapi timbul masalah lain. Aku jadi semakin ingin melihatmu.
  • Kenapa aku bisa lupa wajahmu? Ingatanku memang buruk, aku tahu. menurutmu aku harus bagaimana? Menurutku, aku harus melihatmu setia hari supaya tidak lupa. Itu artinya kau harus selalu di sisiku, bersamaku. Bagaimana?

Autumn in Paris :
  • Seandainya masih ada harapan sekecil apa pun untuk mengubah kenyataan, ia bersedia menggantungkan seluruh hidupnya pada harapan itu.
  • Ia hanya perlu membiarkan dirinya jatuh. Setelah itu seluruh tubuhnya akan membeku. Rasa sakit ini juga akan membeku. Ia tidak akan merasakannya lagi.
  • Ia tidak boleh penasaran karena rasa penasaran itu akan terus menggerogotinya seperti lubang di gigi yang bisa membuat seluruh badan ikut sakit.
  • Aku tidak mengeluh. Setidaknya sedikit pengorbananku itu membuatnya senang.
  • Aku tahu kau tidak boleh dibiarkan penasaran. Kalau tidak, orang-orang di sekitamu bisa terluka.
  • Senjata utama untuk menghadapi orang-orang adalah senyum yang manis dan sopan.
  • Dalam kamusnya, matahari baru mulai terbit jam 10.00 di hari Minggu.
  • Itu konyol. Segala tetek-bengek tentang jatuh cinta itu. Memangnya orang bisa jatuh cinta pada pandangan pertama?
  • Ia tidak mau disuruh menebak isi pikiran wanita. Terlalu rumit dan ia tahu ia takkan berhasil menebak dengan benar.
  • Kalau tidak tahu kesalahanmu, tidak perlu minta maaf.
  • Tentu saja aku tahu. Karena aku sering memperhatikannya. Karena sering memperhatikannya, tanpa sadar aku jadi mengenal semua kebiasaannya.
  • Ketika aku menemuinya tadi, dia sempat menyentuh kepalaku. Seperti ini. Hanya sebentar, tapi jantungku langsung tidak keruan.
  • Bernapas ternyata bisa juga menyakitkan.
  • Karena itu sekarang aku memelukmu. Aku bisa mengisi ulang tenagaku.
  • Menyenangkan sekali memelukmu seperti ini, sampai-sampai aku takut tidak akan sanggup melepaskan diri lagi.
  • Aneh sekali... Kenapa hanya melihat gadis itu saja ia bisa merasa gembira?
  • Pikirannya kosong, karena hati kecilnya menolak berpikir. Ia tidak merasakan apa pun, karena sarafnya menolak merasakan.
  • Kau bisa merasakan jantungku berdebar keras? Cepat? Itu karena dirimu. Ini karena aku telah berlari mengelilingi Paris demi mencarimu.
  • Dan yang paling terasa sakit adalah hatinya. Ia menekan telapak tangannya di dada, seakan berusaha menutupi luka yang menganga di sana.
  • Setitik harapan kecilnya musnah sudah. Kenyataan menghantam kepalanya, merobek-robek jantungnya dan menguras darah dari tubuhnya.
  • Papa... Papa... aku... mencintainya.
  • Aku tidak pernah menyesal mengenalmu. Percayalah padaku.
  • Apakah ada yang tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tidak boleh dicintai? Aku tahu.
  • Hidup ini sungguh aneh, juga tidak adil. Suatu kali hidup melambungkanmu setinggi langit, kali lainnya hidup mengempaskanmu begitu keras ke bumi.
  • Ketika aku menyadari dialah satu-satunya yang paling kubutuhkan dalam hidup ini, kenyataan berteriak di telingaku dia juga satu-satunya yang tidak boleh kudapatkan.
  • Sekarang... Saat ini saja... Untuk beberapa detik saja... Aku ingin bersikap egois. Aku ingin melupakan semua orang, mengabaikan dunia, dan melupakan asal-usul serta latar belakangku. Tanpa beban, tuntutan, ataupun harapan, aku ingin mengaku. Aku mencintainya.
  • Aku dan segala yang kuinginkan dalam hidup.
  • Jangan marah padaku kalau aku menangis... Hari ini saja... Kau boleh lihat sendiri nanti. Kau akan lihat tidak lama lagi aku akan kembali bekerja, tertawa, dan mengoceh seperti biasa... Aku janji...
  • Selama dia bahagia, aku juga akan bahagia. Sesederhana itu.

Winter in Tokyo
  • Baiklah, maafkan aku. Lain kali aku akan menempel terus padamu.
  • Orang yang membutuhkan perubahan suasana biasanya ingin melupakan sesuatu.
  • Kenapa harus takut gelap kalau ada banyak hal indah yang hanya bisa dilihat sewaktu gelap?
  • Jaman sekarang ini semuanya harus serba langsung. To the point.
  • Aku tidak tahu aku harus memberitahumu kemana aku pergi. Sejak kapan kita pacaran?
  • Keiko-chan, berhati-hatilah. Setelah kencan ini, kau mungkin akan jatuh cinta padaku.
  • Kau bisa melupakannya dan mulai benar-benar... benar-benar melihatku?
  • Seharusnya ia tahu. Seharusnya ia sadar. Mimpi tidak akan bertahan lama. Ia boleh saja hidup dalam mimpi, tetapi cepat atau lambat kenyataan akan mendesak masuk. Dan ketika kenyataan mendesak masuk dan berhadapan denganmu, kau hanya bisa menerima.
  • Aku tidak punya alasan untuk cemburu bukan?
  • Kau tidak akan memotret seperti itu kalau kau tidak menyukainya.
  • Ingatanku bisa saja bermasalah, tapi aku tahu apa yang kurasakan.
  • Dan ketika dia menatap ke arahku, jantungku serasa berhenti berdegup. Aku tidak bisa menjelaskannya, tapi saat itu... aku merasa sangat senang melihatnya.
  • Aku akan tetap disini. Bersamamu. Apakah kau mau menerimaku?
  • Aku sudah kembali. Apakah kau juga akan kembali kepadaku?
  • Saat itu aku ada di belakangmu. Aku bisa melihatmu. Aku selalu melihatmu.
  • Apa yang harus kulakukan supaya kau bisa melihatku?
  • Dia tidak melakukan apa-apa. Dia juga tidak perlu melakukan apa-apa. Yang paling penting adalah kenyataan bahwa dia ada dan saya bisa melihatnya.
  • Yang harus saya lakukan hanyalah melihatnya. Hanya melihatnya, dan saya akan merasa saya bisa menghadapi segalanya.
  • Sejak sebelum aku hilang ingat aku sudah menyukaimu. Ketika aku tidak mengingat apa-apa, aku kembali jatuh cinta kepadamu.

Spring in London
  • Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu sejak dulu. Sampai sekarang aku belum mengatakannya karena... yah, karena berbagai alasan. Dan alasan utamanya adalah karena aku takut. Kalau aku mengatakannya, reaksi apa yang akan kauberikan? Apakah kau akan menerima pengakuanku? Apakah kau akan percaya padaku? Apakah kau masih akan menatapku seperti ini? Tersenyum padaku seperti ini? Atau apakah justru kau akan menjauh dariku? Meninggalkanku? Tapi aku tahu aku harus mengatakannya padamu. Aku tidak mungkin menyimpannya selamanya. Entah bagaimana reaksimu nanti setelah mendengarnya, aku hanya berharap satu hal padamu. Jangan pergi dariku. Tetaplah disisiku.
  • Seorang model memang seharusnya kurus, tetapi seorang model tidak seharusnya mati kelaparan.
  • Dan kau pasti gadis yang membuatku jatuh cinta.
  • Apakah kau benar-benar bisa berteman dengan orang yang bisa membangkitkan mimpi-mimpi terburukmu?
  • Laki-laki yang normal, tampan, dan baik sulit didapatkan, kau tahu?
  • Siapa yang menyangka untuk melihatmu tertawa aku hanya perlu membelikan fish and chips dan mengajakmu ke taman?
  • Kurasa sekarang ini aku menginginkan sesuatu yang dulunya bukan tipeku.
  • Kau tahu, aku menyadari sesuatu selama berada disini. Aku rindu padamu.
  • Tapi sekarang aku sudah merasa jauh lebih baik. Karena aku sudah mendengar suaramu.
  • Masa lalu tidak akan berubah.
  • Apakah kau percaya padaku? Kuharap kau bisa. Kalau bukan sekarang, mungkin suatu hari nanti.
  • Aku bukannya ingin menghindarimu. Aku tidak akan bisa menghindarimu walaupun aku ingin.
  • Aku tidak akan menuntut banyak. Aku juga tidak akan membebanimu. Aku hanya memintamu menunggu sampai aku menyelesaikan masalahku. Sampai saat itu tiba, jangan pergi ke mana-mana. Tetaplah bersamaku.
  • Baiklah, aku bisa menunggu. Kalau kau butuh waktu untuk memercayaiku, aku bisa menunggu.
  • Tidak ada yang salah dengan dirimu. Kau hanya mencintainya.
  • Kau sudah berhasil menghadapi masa lalumu, mimpi burukmu. Sekarang waktunya kau menghadapi apa yang ada dalam hatimu.
  • Apa yang membuatmu berpikir bahwa menunggu satu hari, satu bulan, atau satu tahun lagi akan ada bedanya?
  • Katakan padaku, apa yang dimilikinya yang tidak kumiliki?
  • Dan di atas segalanya, aku ingin kau percaya padaku ketika kukatakan bahwa aku mencintaimu.
  • Aku percaya padamu. Dan... Terima kasih karena sudah menungguku.
»»  READMORE...