by Diana Putri Maharani

Sunday, 8 April 2018

Kumpulan Lagu Indonesia untuk Perpisahan

"Kita tidak pernah berubah, tetapi hanya berbeda arah - DPM"

Lama juga ya gue gak bikin artikel kumpulan lagu kayak gini. Kayaknya terakhir udah berjuta-juta tahun yang lalu. Duuuhh.... Jadi rindu hehehe. Buat yang penasaran sama artikel kumpulan lagu yang sebelum-sebelumnya bisa klik judul-judul dibawah ini

1. Lagu Galau Indonesia untuk Pasangan Beda Agama
2. Lagu Barat yang Pas buat Bershower
3. Sad Songs
4. Some of My Songs

Nah, kalo sebelumnya gue sering banget share kumpulan lagu yang galau-galau, kali ini bakalan lebih galau lagi yaitu kumpulan lagu buat perpisahan. Jadi... Siapa sih dari kalian yang gak pernah ngalamin perpisahan? Percaya gak percaya, pasti masing-masing dari kalian pasti pernah mengalami perpisahan. Entah itu berpisah karena orang yang kita sayang udah dipanggil sama Tuhan, entah berpisah diputusin pacar, berpisah sama temen, berpisah karena tersesat (loh?), perpisahan SD, perpisahan SMP, perpisahan SMA (wkwkwk), apapun itu yang bentuknya berpisah pasti dikategorikan sebagai perpisahan kan?

Moment perpisahan itu biasanya momen yang paling males banget. Bahkan di beberapa momen, itu menyedihkan banget. Apalagi ketika kita harus berpisah dengan orang-orang yang selalu ada, yang selalu kita cintai, aahhh pasti kalian tau lah rasanya gimana. Nah, langsung aja, ini gue ada beberapa rekomendasi lagu perpisahan dalam konteks umum yaa. Soalnya kalo di khususin sih setiap perpisahan pasti banyak lagunya apalagi kalo lagu galau ditinggal pasangan wkwkwk. Yuk langsung ke lagu pertama

1. Endank Soekamti - Sampai Jumpa
"Hei, sampai jumpa di lain hari untuk kita bertemu lagi. Ku relakan dirimu pergi. Meskipun ku tak siap untuk merindu. Ku tak siap tanpa dirimu. Ku harap terbaik untukmu."
Mungkin gak semua dari kalian yang suka sama lagunya Endank Soekamti, begitu pula sama gue. Gue juga gak terlalu nge fans sama Endank Soekamti, paling gue cuma tau beberapa lagunya dia aja. Tapi yang ini sumpah bagus banget. Apalagi buat kondisi-kondisi perpisahan. Musiknya yang akustikan, ditambah nyanyinya bareng-bareng gitu duuhh duuhh jadi bikin tambah baper buat berpisah kan :') Lagu ini menyadarkan kita kalau perpisahan ini memang akan selalu terjadi dan kita harus ikhlas untuk menjalani perpisahan meskipun sebenernya kita berat untuk berpisah :')

2.  Isyana Sarasvati - Goodbye
"Life has been written down for sure and now time call me to go. It's really hard to say 'cause I have to wave goodbye. Oh how would it be when I'm gone. Sometimes we just cannot see. But I believe our heart will never be apart."
Lagu ini memang gak pernah ada di albumnya Isyana Sarasvati yang manapun, tapi lagu ini udah lamaaaaaa banget muncul bahkan jauh sebelum Isyana tenar seperti sekarang. Isyana nulis lagu ini ketika dia harus berpisah dengan sahabat-sahabatnya di Bandung karena Isyana akan melanjutkan studi di luar negeri. Musiknya yang diiringi oleh pianonya Isyana, ditambah suaranya Isyana yang emang udah merdu, bikin lagu ini cocok banget buat baper saat perpisahan.

3. Project Pop - Ingatlah Hari Ini
"Kamu sangat berarti, istimewa di hati, selamanya rasa ini. Jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing, ingatlah hari ini.
Lagu ini emang udah lamaaaaaa banget dan sampe sekarang masih cocok banget kalo buat event perpisahan. Dengan lirik awalnya yang seperti flashback tentang kepribadian masing-masing membuat kita jadi ikutan flashback sama kisah, sifat, dan cerita mengenai orang-orang yang akan berpisah dengan kita.

4. Sheila on 7 - Sebuah Kisah Klasik
"Bersenang-senanglah, karna hari ini yang kan kita rindukan, di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan. Bersenang-senanglah, karena waktu ini yang kan kita banggakan di hari tua. Sampai jumpa kawanku, semoga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan."
Mana nih suaranya SheilaGank? *tiba-tiba gue teriak*
Lagunya Sheila yang mana sih yang gak bikin baper? Lagu ini seperti menghipnotis kita buat menikmati situasi sekarang sebelum nanti akan berpisah. Jadi seolah menyuruh kita untuk puas-puasin untuk bertemu sekarang, untuk becanda sekarang, sebelum besok kita udah gak ketemu lagi :')

5. Peterpan - Semua Tentang Kita
"Ada cerita tentang aku dan dia, dan kita bersama saat dulu kala. Ada cerita tentang masa yang indah, saat kita berduka saat kita tertawa."
Kayaknya setiap perpisahan gue pasti nyanyi ini deh :') Lagu lama ini nusuk banget buat perpisahan. Ditambah musiknya yang bener-bener slow dan pas banget buat baper-baper. Ditambah liriknya yang mengingatkan kita tentang cerita-cerita yang udah dilalui dan kita seolah kayak menyadari kalo semua itu ternyata udah berlalu dan sebentar lagi bakalan berpisah. Udah pada baper belum?

6. Lyla - Detik Terakhir
"Nikmati detik demi detik yang mungkin kita tak bisa rasakan lagi. Hirup aroma tubuhku yang mungkin tak bisa lagi tenangkan gundahmu. Nyanyikan lagu indah, sebelum ku pergi dan mungkin tak kembali. Nyanyikan lagu indah, tuk melepasku pergi dan tak kembali."
Lagu ini entah kenapa gak terlalu tenar buat perpisahan, padahal menurut gue ini cocok banget buat lagu perpisahan. Liriknya bener-bener bikin baper karena kita disuruh menikmati detik demi detik yang tersisa sebelum akhirnya berpisah dan mungkin gak bakal bisa ketemu lagi. Duh duh duh shower mana showerrrr. Btw, band ini gimana kabarnya ya?

7.  Ipang - Sahabat Kecil
"Kesempatan seperti ini tak akan bisa dibeli. Bersamamu kuhabiskan waktu senang bisa mengenal dirimu. Rasanya semua begitu sempurna, sayang untuk mengakhirinya. Janganlah berganti. Tetaplah seperti ini."
Soundtrack dari film Laskar Pelangi ini sering banget dinyanyiin sama temen-temen grup SMA gue terlebih kalo masing-masing kita udah mau balik ke rantauan masing-masing. Lagu yang pas memang buat perpisahan. Lagu ini mengingatkan kita bahwa setiap momen yang sudah dilalui itu gak akan bisa digantikan oleh apapun dan gak bisa dibeli dengan nominal berapapun. Semua momen yang udah dilalui itu terlalu sempurna banget buat diakhiri, jadi bikin kita kayak jadi gak mau pergi karena kita sudah nyaman disini. Dan kalaupun harus pergi, jangan pernah berubah, tetaplah seperti seseorang yang kita kenal selama ini. Ahhh, gue jadi kangen temen-temen gue kan :')

8. Slank - Terlalu Manis
"Di malam yang dingin dan gelap sepi, benakku melayang pada kisah kita. Terlalu manis untuk dilupakan kenangan yang indah bersamamu tinggalah mimpi."
Ini salah satu lagu Slank yang gue suka sepanjang masa dan biasanya lagu ini ada di acara perpisahan. Gimana gak? Lagu ini seperti menyadarkan kita kalau kenangan-kenangan yang sudah dilalui itu manis dan indah banget dan sangat sayang banget kalau harus dilupain meskipun mungkin kita udah gak bisa ketemu lagi tapi kenangan-kenangannya gak akan mungkin bisa dilupain.

Perpisahan itu bukan untuk dihindari ya teman-teman sekalian. Perpisahan itu untuk dihadapin bagaimana pun caranya. Mungkin kita semua bertanya kenapa harus ada perpisahan? Gue gak tau pasti sih jawabannya apa. Tapi kalo menurut gue perpisahan itu terjadi karena memang jalan yang kita tempuh udah gak lagi searah. Contoh sederhananya aja misalnya gue lebih memilih kuliah di Bali sedangkan teman-teman gue di kota lain. Meskipun kita gak mau berpisah, tapi memang jalan kita gak bisa bareng-bareng kan? Gak bisa di satu universitas lagi kayak jaman SMA dulu. Perpisahan itu bukan disebabkan karena kita yang berubah. Enggak, menurut gue masing-masing dari kita gak mungkin akan berubah kan? Kita gak pernah berubah kok, kita tetap menjadi diri kita masing-masing. Cuma jalan kita berbeda. Mungkin gue pengen lewat jalan A untuk menjalani hidup ini, tapi mungkin kalian pengen lewat jalan yang B-Z untuk menjalani hidup ini. Semuanya tergantung pilihan kita masing-masing kan?

Jadi kayaknya itu dulu kumpulan lagu-lagu dari musisi Indonesia yang cocok di saat perpisahan. Entah perpisahan apapun itu, entah perpisahan dalam bentuk gimana pun menurut gue lagu-lagu perpisahan ini cocok untuk segala jenis perpisahan. Kalo misalnya kalian ada saran lagu-lagu lain, gak ada salahnya kok untuk berbagi di bawah :) See you... Gue berharap gue gak akan berpisah sama kalian semua :)
Read More

Saturday, 7 April 2018

Macam-macam Pass atau Tiket Transportasi di Jepang

Jepang itu memang ngangenin yaa. Buktinya meskipun udah setahun yang lalu gue pergi ke Jepang, tapi gue tetep aja semangat buat bahas Jepang hahahaha. Tapi tumben loh gue mau bahas sesuatu yang sudah lampau, biasanya gue adalah tipe anak yang kalo udah dulu yaudah sih biarin aja, we need to keep moving on wkwkwkwk. Tapi karena banyak banget yang konsultasi masalah Jepang, terutama masalah transportasinya yang super ribet dan sekaligus menyambung apa yang sudah gue janjiin di vlog gue (btw, gue punya vlog sekarang. Udah pada subscribe belum? Kalo belum jangan lupa subscribe ya biar gue punya duit buat jalan-jalan. Trus bisa berbagi juga sama kalian wkwkwk). Oh ya sebelumnya kalo mau nonton video gue tentang tips liburan hemat di Jepang kalian bisa klik DISINI. Karena gue udah janjiin mau share tentang macam-macam pass atau tiket transportasi di Jepang biar kalian bisa meminimalisir pengeluaran selama di Jepang, jadi terbitlah artikel ini wkwkwk. Yaudah, langsung aja deh ya gue jabarin macam-macam pass atau tiket transportasi di Jepang. Jangan puyeng dulu ya.

1. OSAKA AMAZING PASS

Ahhhh, ini Pass favorit gue bangeeettttt!!!
Osaka Amazing Pass ini adalah kartu transportasi sakti buat jalan-jalan di dalam kota Osaka dengan menggunakan transportasi newtram, bus, dan subway nya. Kartu ini ada dua jenis, yang satunya itu cuma buat satu hari dengan harganya sekarang 2.500 yen, dan yang dua hari sekarang harganya 3.300 yen. Gue dulu beli di Kansai Airport. Tapi kalian juga bisa beli kartu ini di Tourist Information di Namba atau Osaka, di stasiun Shinsaibashi, Kansai Information Center yang di Kyoto Tower, dan beberapa tempat lainnya yang bisa kalian cek di website resminya OAP ini ya. Takutnya kan udah pindah gitu tempat belinya hehehe. Keuntungannya beli pass ini adalah selain mencover hampir semua transportasi yang ada di dalam kota Osaka (untuk map transportasi yang di cover, download di website nya yaa), kalian juga bisa masuk ke beberapa objek wisata secara GRATISSS !!!! Gue demen nih sama yang gratisan kayak gini wkwkwk. Contohnya nih kita bisa masuk secara gratis ke Osaka Castle, Rooftop nya Umeda Sky Building yang mahal banget, naik Hep Five Ferris Wheel, ngerasain mandi di onsen gratis, dan masih banyak lagi keuntungan yang kalian dapet kalo beli ini. Pokoknya kalo itinerary kalian terutama tempat wisata yang mau dituju itu harus bayar, coba liat deh mereka mengadakan kerja sama sama OAP apa gak. Kalo iya, gue saranin beli OAP aja. Selain gak usah pusing mikirin duit buat beli tiket transportasi, kalian gak perlu pusing juga harus mikirin duit buat tiket masuk tempat wisata keinginan kalian. Kalo gue dulu sih hampir 100% tempat yang gue tuju dicover sama OAP ini, jadi gue tinggal tap-tap aja gak perlu ngeluarin duit lagi. Bahagia banget gak sih bisa hemat hampir 500ribu rupiah wkwkwk.
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI YA.

2. OSAKA ONE DAY PASS
Kalo yang ini beda ya sama Osaka Amazing Pass. Ini namanya Osaka One Day Pass, harganya 800 yen. Gak tau deh udah naik apa belum harganya. Pass ini bisa mengcover subway dan metro yang ada di dalam kota Osaka aja. Bedanya sama OAP, kalo kalian beli ini, kalian gak bisa masuk tempat-tempat kayak Osaka Castle dll nya secara gratis, alias harus bayar lagi. Pass ini cuma gratis buat transportasinya aja. Jadi, kalo itinerary atau tempat tujuan kalian gak di cover sama OAP, tapi jalur transportasinya di cover sama kartu ini, kalian mending pilih kartu ini aja karena lebih hemat beli ini dibandingkan harus beli OAP. Itu semua tergantung itinerary kalian sih, dan tergantung murah yang mana hahaha. Pokoknya harus pinter-pinter bandingin lah.
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI YA.

3. KANSAI THRU PASS
Sebelum menjelaskan kartu ini, kalian harus ngerti dulu, daerah Kansai itu mana aja. Bukan Kansai Airport doang loh yaa. Daerah Kansai itu meliputi Mie, Shiga, Kyoto, Osaka, Hyogo, Nara, Kobe, dan Wakayama. Nah, kalo kalian pengen ke kota-kota di Kansai, kalian bisa pake Kansai Thru Pass. Kartu ini ada dua jenis yaitu yang 2 days seharga 4.000 yen dan yang 3 days seharga 5.200 yen. Kartu ini bisa dipake buat naik train, subways, sama bus yang ada di Kansai. Tapi kecuali JR yaa. Menurutku harganya termasuk murah loh, soalnya kita bisa berpindah-pindah kota pake kartu ini aja. Tapi emang cuma bisa maksimal 3 hari sih. Jadi, kalian harus pindah-pindah tempat dalam waktu 3 hari hahahaaha.
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI YA.

4. JR KANSAI WIDE PASS

Kalo yang ini meskipun namanya ada kansai nya, tapi fungsinya beda sama Kansai Thru Pass. Bedanya adalah, kalo si Kansai Thru Pass gak bisa buat naik kereta JR, kalo yang ini justru khusus untuk JR di daerah Kansai. Enaknya naik JR sih kalian bisa naik Shinkansen, si kereta cepat yang emang terkenal dari Jepang itu. Cuma gak enaknya beli kartu ini, kalian cuma bisa naik kereta JR aja, sedangkan untuk line kereta lainnya kalian harus beli tiket sendiri. Harganya sih 9.000 yen/5 hari.
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI YA.

5. KINTETSU RAIL PASS

Dari nama aja, Kintetsu Rail Pass ini jelas cuma bisa digunakan untuk Kintetsu Line dan Iga Tetsudo Line. Kartu ini bisa dipake di kota Osaka, Kyoto, Nara, bahkan sampai Nagoya TAPIII cuma bisa naik kereta Kintetsu Rail sama Iga Tetsudo Line aja. Buat map nya bisa liat sendiri ya di websitenya. Harganya sih cukup murah menurutku yaitu 3.800 yen/5 hari. Tapi gak enaknya pass ini adalah gak semua kereta bisa di cover dan gak semua tempat wisata dilewati sama jalurnya Kintetsu Line sama Iga Tetsudo Line. Tapi, kalo tempat tujuanmu dilewatin sama Kintetsu Line dan Iga Tetsudo Line, kemudian kamu ingin keliling Osaka, Kyoto, Nara, dan teman-temannya dalam waktu 5 hari, kamu bisa beli pass ini.
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI YA.

6. KYOTO SIGHTSEEING PASS

Nah, kalo kartu ini cuma bisa di Kyoto aja. Gak bisa di kota lain. Dan sedihnya adalah cuma bisa naik Keihan Line aja, gak bisa naik yang lain. Beberapa tempat wisata yang dilewatin sama Keihan Line ini adalah Gion, Kiyomize-dera Temple, Fushimi-Inari Taisha Shrine, dan Uji Byodoin Temple. Harganya murah sih cuma 600 yen/hari. Tapi gak enaknya, tempat yang dikunjungi ya sebatas yang dilewatin sama Keihan Line aja.
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI YA.

7. KYOTO OSAKA SIGHTSEEING PASS

Ini masih produknya Keihan Line. Tapi bedanya sama yang tadi, ini bisa dipake sampe Osaka. Ini yang gue beli sewaktu gue ke Jepang. Jadi waktu itu gue emang pengen ke Fushimi Inari, Kiyomizudera sama Gion terus habis itu langsung lanjut ke Osaka. Nah, biar lebih hematnya gue beli kartu ini. Harganya cuma 800 yen/hari dan 1200 yen/2 hari. Lumayan banget kan dalam sehari gue cuma ngeluarin duit sebanyak 800 yen buat ke beberapa tempat di Kyoto terus langsung lanjut ke Osaka lagi. Tapi tetep, ini cuma bisa dipake untuk rute Keihan Line aja ya. Tapi kartu ini cukup hemat kalo kalian punya itinerary yang sama kayak aku.
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI YA.

8. KYOTO ONE DAY BUS PASS

Ini favorit gue bangeeeetttttt!!! Kartu ini khusus untuk mengendarai bus di kota Kyoto. Bebas mau bus kayak gimana aja, dia bisa ngecover. Mau kalian ke Utara Kyoto, trus lanjut ke Selatan habis itu ke Timur atau ke Barat semuanya bisaaa. Dan tenang aja, bus-bus di Kyoto itu gak kayak di Indonesia yang dateng telat. Bus disana datengnya selalu tepat waktu banget, jadi itinerary kalian gak akan kacau. Untuk rute bus nya kalian bisa cari di websitenya. Harganya murah banget lagi cuma 600yen/hari (harganya naik, dulu gue cuma 500yen doang). Habis itu kartu ini bisa kalian beli di dalam bus. Jadi sewaktu kalian naik bus, langsung aja nanya kartu ini ke sopirnya atau tunjukkin gambarnya. Pasti kalian dikasih dan kalau kalian udah punya kartu ini kalian bebas mau naik bus di Kyoto berapa kali.
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI YA.

9. KYOTO SUBWAY ONE DAY CARD
Yang ini juga khusus buat kota Kyoto aja. Bedanya, ini cuma buat subway aja. Jadi kalian cuma bisa naik subway tok, gak bisa naik bus, naik JR gitu. Rutenya lumayan bervariasi, sama aja kayak bus. Cuma kemaren aku gak milih beli ini, soalnya pengalaman yang namanya naik bus lebih deket dengan tempat tujuan dibandingkan dengan naik subway. Kalo naik subway deket juga sih, cuma kadang kita masih harus jalan kaki yang lumayan jauh lagi. Harganya sih sama aja kayak bus sehari cuma 600 yen aja. Sekarang tergantung kalian aja. Lebih suka naik bus atau lebih suka naik subway.
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI YA.

10. KYOTO BUS & SUBWAY PASS
Ini yang terakhir buat di kota Kyoto hahaha. Banyak juga ya... Kalo tadi kan bus ada kartunya sendiri, terus subway ada kartunya sendiri, kalo yang ini subway sama bus dijadiin satu. Jadi dengan kartu ini kalian bisa naik subway sama bus di kota Kyoto sepuasnya. Harganya juga gak terlalu mahal sih, untuk satu hari cuma 900 yen, dan kalo kalian mau beli dua hari harganya 1.700 yen. Tapi kalo menurutku kartu ini cukup boros ya. Karena kalo kalian cuma milih naik subway doang atau naik bus doang lebih hemat dan rute nya juga udah banyak. Tapi ya itu kan menurut gue aja sih. Kalo gue lebih milih beli bus atau subway doang, bukan yang ini hehehe.
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI YA.

11. TOKYO METRO SUBWAY PASS
Menuju ibu kota Jepang yaitu Tokyo, akan ada banyak pass yang bakalan aku bahas salah satunya adalah Tokyo Metro Subway Pass. Kartu pass ini ada tiga jenis, yang pertama itu yang bisa dipake 24 jam atau sehari dengan harga 800 yen, kalo yang 2 hari harganya 1200 yen, sedangkan yang tiga hari harganya 1500 yen. Ini cocok banget buat kalian yang pengen keliling tokyo dengan naik subway. Segala jenis subway yang ada di Tokyo di cover sama kartu ini. Ini salah satu kartu idola sih, karena penggunaannya cukup banyak terus harganya murah. TAPIIIIIII, kartu ini gak bisa buat naik JR Line atau JR Yamanote Line yaa. Jadi cuma bisa buat subway aja. Kartu ini bisa dibeli di bandara Narita maupun Haneda, bisa juga di Big Camera Store di pusat kota Tokyo. Untuk info lebih lanjut bisa beli dimana dan peta nya, kalian bisa langsung ke website nya yaa.
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI YA.

12. TOKYO METRO & TOEI SUBWAY PASS
Kalo yang ini khusus tokyo metro sama toei subway aja. Tokyo metro nya pun gak semua yang di cover. Yang gak di cover itu Nakano, Nishi-funabashi, sama Shibuya station. Tetep aja tiket ini gak bisa buat JR yaa. Harganya sehari cuma 900 yen aja.
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI YA.

13. TOKYO METRO 24-HOUR TICKET
Untuk tiket ini penggunaannya gak terbatas buat 9 jalur Tokyo Metro subway lines, kecuali 4 jalur Toei subway lines sama kereta JR. Untuk harganya sehari cuma 600 yen aja. Kalo mau beli ini bisa dibeli di semua vending machine tokyo metro station. Kalo yang di bandara haneda maupun narita itu yang khusus turis yang harganya 980 yen buat dua hari.
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI YA.

14. TOEI ONE-DAY PASS
Kalo kalian beli kartu ini, kalian bisa bebas naik keempat jalur Toei Subway lines, bus nya, atau transportasi lainnya. Harganya satu hari cuma 700 yen. Tapi jeleknya, kartu ini gak bisa ngecover 9 jalur tokyo metro subway lines sama kereta JR. Kartu ini dijual di semua vending machine di Toei Station.
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI YA.

15. TOKYO METROPOLITAN DISTRICT PASS (TOKUNAI PASS)
Ini juga kartu saktu bangeetttt. Kartu ini bisa dipakai di seluruh kereta JR di seputar central Tokyo area. Tapi gak bisa ngecover subway atau kereta lainnya yang non-JR. Harganya murah lagi cuma 750yen aja seharinya. Kartu ini dijual di seluruh vending machine yang ada di JR station. Kenapa aku bilang sakti? Karena kartu ini mengcover jalur area wisata utama Tokyo seperti Asakusa, Shinjuku, Shibuya, Imperial Palace, Akihabara, Harajuku, Yoyogi. Jadi kartu ini AMAT SANGAT PRAKTIS DAN MURAH!!
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI YA.

16. JR TOKYO WIDE PASS
Kalo yang ini harganya emang mahal sih. Harganya 10.000 yen selama 3 hari. Memang mahal sih, cuma rute yang dicover lebih luas dibandingkan yang lainnya. Ini khusus buat kalian yang ingin keliling Tokyo sampai Kawaguchiko (danau nya gunung Fuji), Gawa Yuzawa, dll (lihat di peta yah, rute yang di cover mana aja). Ini salah satu alternatif kalo kalian mau jalan-jalan yang agak jauh tapi gak mau beli JR Pass. Pemakaiannya gak terbatas, bisa buat local, rapid, express, limited express dan shinkansen yang dioperasikan oleh JR East di dalam daerah Kanto.
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI YA.

17. FUJIKYUKO BUS PASS
Ini adalah transportasi yang bisa kalian gunakan kalo kalian lagi mengelilingi daerah Gunung Fuji. Harganya 1.200 yen untuk dua hari. Kartu ini bisa kalian dapatkan di Stasiun Kawaguchiko. Dengan kartu ini kalian bisa naik bus sepuasnya buat mengelilingi Kawaguchiko, Taman Oishi, Museum Itchiku Kubota, pemandian air panas, dan masih banyak lagi. Jadi selain liat gunung Fuji, kalian juga bisa keliling sambil menikmati wisata yang disediakan di sekitar gunung Fuji. Ini termasuk baru loh. Tahun kemarin sewaktu gue nyari informasi transportasi di Gunung Fuji, kartu ini belum ada. Jadi beruntunglah kalian yang sekarang pengen ke Kawaguchiko dan sekitarnya, karena udah ada kartu ini. Jadi kalian bisa berhemat.
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI YA.

18. ALPINE TAKAYAMA MATSUMOTO AREA TOURIST PASS
Jadi ini adalah cara hemat untuk menikmati TATEYAMA ALPINE ROUTE !!
Buat kalian yang pengen merasakan salju di Alpine, sekarang udah ada cara murahnya buat kesana. Alhamdulillah ya, sekarang Jepang semakin mengerti kebutuhan para traveller. Kalo dulu kan harus lewat Nagoya dulu. Sekarang udah gak usah lagi. Kartu pas ini cuma bisa dibeli sama turis yang non Japan Resident. Masa berlakunya 5 hari dengan harga 17.500 yen. Dengan kartu ini kalian bisa naik kereta JR antara Nagoya dan Toyama, atau antara Nagoya dan Shinano-Omachi, termasuk transportasi sepanjang jalur Tateyama Kurobe Alpine Route tanpa batas. TAPI kartu ini gak selalu dijual ya. Dijualnya cuma selama Alpine Route dibuka aja. Belinya bisa di seluruh agen tour di luar Jepang.
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI YA.

19. HOKURIKU ARCH PASS
Kartu ini sebenernya sama kayak JR Pass, tapi harganya lebih murah dan cakupannya juga gak sebanyak JR Pass meskipun fungsinya sama. Harga untu Hokuriko Arch Pass ini 24.000 yen selama 7 hari. Bedanya dia dengan JR Pass adalah, Hokuriku Arch Pass ini hanya menghubungkan dan mengcover jalur Tokyo, Kyoto, Osaka melalui jalur utara (Hokuriku) melalui Nagano, Toyama, Kanazawa, Kyoto, Osaka termasuk bandara Kansai, Narita dan Haneda. Tapi untuk jalur selatan seperti Tokaido, Yokohama, Tokyo Disney dan Mountain Fuji tidak dicover sama kartu ini.
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI YA.

20. JR PASS

Kalo ini adalah DEWANYA SEGALA TRANSPORTASI DI JEPANG yang harganya juga DEWA banget. JR PASS ini dibagi menjadi dua ada yang green dan ada yang ordinary. Bedanya adalah yang green itu untuk Supoerior Class-Green cars. Harganya juga beda-beda. Untuk yang green harganya adalah 38,880 yen/7 hari, 62,950 yen/14 hari, dan 81,870/21 hari. Sedangkan untuk yang ordinary harganya 29,110 yen/7 hari, 46,390 yen/14 hari, dan 59,350 yen/21 hari. Kartu ini akan sangat berguna banget kalo kalian mau berkeliling Jepang dari ujung ke ujung. Dengan kartu ini kalian bisa hemat banget kalo kalian mau mengelilingi banyak kota di Jepang. Tapi kalo kalian cuma mau ke Tokyo dan Gunung Fuji aja gak usah beli kartu ini ya, rugi bangeettttt. Kalo kalian dari Tokyo pengen ke Osaka/Kyoto atau sebaliknya kalian bisa sih beli kartu ini biar kalian bisa naik shinkansen, jadi kalian bisa nyampe ke kota tujuan dengan cepat. Tapi kalo ini dirasa kemahalan buat kalian, kalian bisa naik bus aja yang harganya cuma 5000 yen sekali jalan. Seperti yang gue bilang, kartu ini memang cocoknya untuk kalian yang ingin libura di berbagai kota di Jepang tapi cuma dengan menaiki JR aja yaa.
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI YA.

Nah, ini dia kurang lebih beberapa pass atau tiket transportasi yang gue tau. Ada banyak banget kan pilihannya. Saran gue, pilihlah sesuai dengan kebutuhan kalian jangan asal membeli atau karena takut malah membeli yang mahal, padahal yang mahal tidak menjamin semua jalur bisa dinaiki. Cara termudah untuk mengetahui jenis pass atau tiket apa yang kita perlukan adalah dengan melihat kembali itinerary yang sudah disusun dengan begitu kita akan tau tiket seperti apa yang dibutuhkan.

Oh iya kalau misalnya ada tiket atau pass yang belum gue sebutin disini, kalian bisa tulis di kolom komentar ya. Mari kita budayakan saling berbagi.
Happy holidayyyy, dan konichiwaaaaaa ~
Read More

Monday, 8 January 2018

2 Weeks ASEAN, 3 Countries Part III - Sawasdee Ka Thailand (Phuket - PhiPhi Island)




SAWASDEE KA THAILAND !!
Setelah bermimpi berapa tahun lamanya, akhirnya gue menginjakkan kaki di Thailand !! I don't know how excited I am to explore Phuket, Phi-phi and Bangkok for one week! Setelah dari Malaysia (Read: 2 Weeks ASEAN, 3 Countries Part II - Hello Again Malaysia) gue sama Erna terbang ke Phuket pada malam hari. JENGGG JEENGGG JEENGGG !!!! Awalnya sih pesawat kita gak malem-malem amat nyampe di Phuket. Cuma karena ada reschedule dari pihak AirAsia, jadinya kita terbang malam-malam hahaha.

Setelah mendarat di Phuket International Airport hal pertama yang gue lakuin adalah beli simcard. Gak susah sih nyarinya, karena ketika kita keluar langsung banyak yang jualan simcard. Dari sekian banyak merk simcard yang dijual dengan beragam harga, akhirnya gue menjatuhkan pilihan ke TrueMove yang dijual seharga THB 199 untuk 7 hari dengan unlimited kuota, gratis 15 menit telfon internasional, dan free social media, betapa menyenangkannya hahaha. Ya gue milih TrueMove soalnya waktu itu dia yang ngasih promo. Sedangkan merk sebelah kayak AIS (yang dipakai pacar gue sewaktu dia ke Thailand) harganya mahal banget sekitar THB 299. Ya kan gue mending hemat THB 100 ya hehehe. Setelah beli simcard, gak jauh dari jualan simcard ada yang jual tiket mini van buat transport kita dari airport ke beberapa tempat di Phuket. Berhubung hotel gue di Patong, jadi gue beli ke Patong seharga THB 160. Setelah beli gue langsung disuruh ke pintu keluar nomer 5 dan nunggu di sana. Dan disinilah mulai terjadi sesuatu hal yang sedikit gak menyenangkan ............

Gue ngerti banget sistemnya mini van adalah kita harus nunggu ada penumpang lain yang mau naik mini van juga baru mini van mau jalan. Tapi setelah hampir 2 jam menunggu, mini van gak jalan-jalan juga dan kita gak dipanggil-panggil juga. Udah berkali-kali gue sama Erna gantian nanya kapan ini mini van mau jalan, tapi respon petugasnya gak baik sama sekali. Dia cuma ngangkat kedua bahunya doang, enggak ngomong apa-apa. Please deh, pengen gue jitak rasanya. Gue merhatiin penumpang yang lain emang gak ada yang nunggu kayak gue dan Erna, soalnya mereka semua memilih naik taksi yang harganya lumayan mahal sekitar THB 800 atau sekitar 300ribu zzzzz. Iya kalo gue perginya rombongan sih gak masalah ya, lha ini perginya cuma berdua doang coba. Tapi biro-biro mini van ini pada pinter kayaknya. Setiap ada orang yang mau beli tiket mini van, mereka bilang kalo ini udah malam, gak ada yang mau gabung sama lo buat naik mini van. Jadi mending naik taksi aja lebih cepet. Dan mereka juga mengatakan itu ke gue. Awalnya gue nolak disuruh bayar THB 800. Tapi lama-lama karena udah semakin malam dan gak ada yang mau naik mini van akhirnya gue menyerah dan bayar THB 480 buat naik taksi. Gue bayar THB 480, soalnya sebelumnya gue sama Erna udah beli tiket mini van totalnya THB 320, jadi gue cuma bayar THB 480 buat jadi THB 800.

Finally kita masuk ke dalam taksi dengan supir taksi yang gak fasih ngomong Inggris. Dia nanya hotel, gue keluarin print out booking hotel gue dan dia gak ngerti lokasi hotelnya dimana -_- Dia aja kagak tau hotelnya dimana apalagi gue -_- Gue tunjukkin di map dia cuma oh oh aja. Terus dia nyuruh pake maps aja pake hape gue. Ya karena gue males berdebat karena udah capek sama udah malem juga jadi ya gue nyalain aja maps hape gue. Oh iya, awalnya gue duduk di belakang sama Erna. Terus tangan gue nyodorin hape di sela-sela kursi depan. Trus si supir nyuruh gue duduk di sebelah dia dan gue ngikut aja. Ya gue sih mikirnya biar gue gak susah juga bantuin dia cari jalan. Dan akhirnya jalanlah kita menuju jalanan Phuket yang sepinya amit-amit. Berasa horror gua hahaha. Sepanjang perjalanan, sopir taksinya mencoba untuk berkomunikasi sama gue pake bahasa Inggris patah-patah seperti "Where from?" "How long here?" Dan kadang ada kata-kata yang gue gak ngerti. Ya maklumin lah ya, bahasa inggris gue bego soalnya. Terus tiba-tiba dia ngomong "bet..." "bet..." Gue cuma bengong. Bet? Dia ngajak gue berantem nih? Hahaha. Karena dia liat wajah gue yang bingung, dia nunjuk sabuk pengamannya dia. Dan gue baru ngerti hahaha. Akhirnya gue pake sabuk pengaman. Tapi...... Pas gue mau make sabuk pengaman nih, ni supir taksi tiba-tiba kurang ajar sama gue. Jadi posisinya gue udah nyilangin tu sabuk di badan gue tinggal gue klik aja sih. Tapi tiba-tiba tangannya tu taksi megang sabuk pengaman gue tepat di..... Dimana hayo? Di.... Di dada gue -_- Gimana gue gak jijik coba? Habis itu dia ngajak ngomong gue lagi pake bahasa aneh. "Ogeeehh... Ogeehh..." Pengen rasanya gue hantamin ni kepala ke tembok. Dia ketawa karena gue gak ngerti. Akhirnya dia pake bahasa isyarat lagi. Entah karena pikiran gue lagi jorok atas kejadian tadi, gue liatnya dia nunjuk ke arah kelaminnya gitu -_- Tapi gue gak tau yang dimaksud sama dia itu kelaminnya dia apa bukan atau ada arti lain dari kata ogeeehhh ogeehhh nya dia itu. Gue cuma sok-sok gak ngerti sambil jawab "what?" "hah?" "sorry?" "what?" Dia terus ketawa sambil nunjukin ke arah kelaminnya itu. Sialaannnn. Kagak beres ini orang. Gue berpikir. Kalo gue mau berontak, mau teriak, gue takut diapa-apain. Gue liat ke jalanan, sepi banget coba lo pikir! Kagak ada siapa-siapa di jalan mana kanan kiri isinya hutan doang. Ntar kalo gue di apa-apain kagak ada yang bisa nolong dong ya? Kalo gue minta turunin di jalan lebih beresiko lagi apalagi di jalanan sepi kayak gini, di negeri orang lagi. Kayaknya buat opsi itu langsung gue coret dari otak gue. Tapi gue masih mikir, apa gue harus berontak ya? Marahin dia gitu? Terus kalo gue diapa-apain? Di dalem otak, gue cuma bisa inget-inget beberapa jurus karate buat kondisi-kondisi kayak gini yang sebenernya baru gue pelajarin, dan belum pernah gue dipraktekin. Tapi... Gue mikir lagi. Kalo dia bawa senjata tajam gimana? Ntar gue dibunuh gimana? Akhirnya gue cuma bisa diem, berusaha melupakan kejadian-kejadian jijik tadi dan cuma bisa berdoa semoga gue bisa beneran sampe ke hotel.

Suasana tiba-tiba hening sampe tu supir nanya lagi "Sleep?" sambil nunjuk ke arah Erna. Sontak Erna berteriak NOOO!!!! Hahaha gue nahan ketawa. Bukan karena teriakan dia sih, tapi karena si Erna menggenggam botol saus yang dia bawa dari Indonesia. Dia ngakunya dia pegang itu buat jaga-jaga kalo tu supir ngapa-ngapain dia tinggal semprotin di saus ke orang itu. Hahahaha, kreatif juga. Gue akhirnya bilang sama Erna dengan wajah dan nada yang sok tenang biar tu supir kagak curiga kalo gue lagi panik sebenernya. Gue minta buat Erna jangan tidur, jadi kalo ada apa-apa bisa cepet bergerak.

Dan suasana hening lagi... Trus tiba-tiba ini taksi berhenti di pinggir jalan. Di pinggir jalan ada beberapa bangunan kayak ruko gitu sih. Tapi gelap dan gue lebih panik lagi. Gue nanya kenapa berhenti di sini. Supirnya jawab "book taxi". Gue udah sepet banget rasanya. Karena gue males, gue kagak mau turun dari tu taksi. Sampai akhirnya ada laki-laki satu lagi yang ternyata kayak salah satu petugas biro perjalanan gitu buka pintunya Erna dan jelasin kalo dia butuh alamat hotel kita buat jelasin arahnya ke sopir taksi. Karena tu supir taksinya gak bisa bahasa Inggris. Akhirnya gue turun, trus Erna gue suruh jagain barang-barang yang ada di dalam taksi. Di dalem biro, gue jelasin lokasi hotel gue dan tu orang biro sok-sok banget muji gue pinter cari hotelnya di tempat yang strategis. Trus dia nawarin buat booking taksi sewaktu gue pulang. Gue jawab ogah. Trus dia nawarin berbagai macam paket wisata kayak tour Phi-phi, James Bond island, dll gue jawab ogah. Trus dia nawarin lagi buat booking taksi. Saking gue sebelnya langsung gue semprot tu orang dan gue nyuruh buat cepetan anterin gue ke hotel. Akhirnya dia menyerah dan ngasih tau tu supir dimana lokasi hotel gue. Akhirnya gue lanjutin perjalanan juga. Di perjalanan tu supir masih sempet nanya lagi, "no book taxi?" Lama-lama gue damprat juga ni orang. Untungnya sih gue nyampe hotel juga, langsung bersyukur banget gue.

Btw gue nginep di M.U.DEN Patong Phuket Hotel. Lokasinya strategis banget, di pusat keramaian Phuket. Kalo di Bali ya sama aja kalo gue nginep di Kuta. Hotel ini deket sama Pantai Patong, Jungceylon Mall, dan deket banget sama Bangla Road tempat Night Marketnya Phuket yang hits banget. Gue pesen kamar Twin dengan harga 750ribu buat 3 malam. Berarti semalemnya 250ribu. Karena gue berdua sama Erna, jadinya dibagi 2 deh, perorang cuma bayar 125ribu. Hotelnya recommended gila. Kamarnya baguuussss banget, luas, ada tv meskipun kagak pernah gue nyalain karena bahasa cacing semua, fasilitas tentu aja gak boleh lepas dari hair dryer. Disini udah disediain sabun mandi, shampo, conditioner, jadi lo gak usah bawa sendiri. Ada lemari buat nyimpen baju, disedian teko kalo mau bikin minuman hangat, ada teh sama kopi juga dan dua botol air putih. Hebatnya lagi, ini hotel pegawainya baik banget. Dia punya beberapa paket tour yang memang gue cari. Gue pengen cari paket tour One Day Phi-phi Island. Dan harganya MURAAAHHH !!!!! Cuma 900 bath doang! Lebih murah daripada kalo gue beli di Indonesia atau beli di Klook atau di biro tempat tu supir taksi tadi. Selain paket tour One Day Phi-phi Island, dia juga punya banyak banget pilihan paket tour yang gue jamin pasti yang lo mau ada disini karena brosur yang dia punya banyak banget. Dan kalo emang lo cari yang murah, dia gak bakal maksa lo buat beli yang mahal. Dengan senang hati dia nunjukin yang murah-murah tapi bagus service tournya. Pegawai hotel ini juga nunjukkin tempat sewa motor murah dan ngasih peta kecil ke tempat-tempat terkenal di Phuket. Ah idaman banget ! Cuma nih cumaaa.... Masih ada kurangnya ni hotel. Hotel ini gak ada sarapannya, kebanyakan hotel di Patong emang jarang yang ada sarapannya. Dan juga dia gak ada fasilitas refill air minum gratis dimana itu amat sangat gue butuhkan. Jadi selama di Patong pengeluaran buat beli air minum cukup boros juga. Tapi gapapa lah yang penting nyaman.

Besok harinya gue langsung sewa motor di tempat yang ditunjukkin sama pegawai hotel. Tempatnya gak jauh, tinggal jalan kaki beberapa langkah doang. Gue sewa motor scoopy dengan harga 200 bath aja cuma gak isi bensin. Jadi harus beli bensin lagi. Gue saranin sih beli bensin eceran aja. Karena kalo di pom bensin dijamin kagak ngerti. Gue aja awalnya mau belok ke pom bensin kagak jadi karena bahasanya cacing semua dan gak ada perbedaan mana premium atau pertamax. Ntar kalo kagak tau trus ini motor gue isi pake solar kan berabe juga wkwkwkwk. Oh iya kenapa gue sewa motor karena Phuket ini sama aja kayak Bali, susah cari kendaraan umum jadi kalo mau kemana-mana mending sewa motor aja.  Buat sewa motor lo harus merelakan paspor lo sebagai jaminan. Iya, jadinya sepanjang itu motor masih gue bawa, gue kemana-mana gak bawa paspor hahaha. Cukup beresiko sih, terlebih lagi gue belum punya SIM Internasional. Tapi ya udah lah ya, semoga saja aman-aman aja.

Hari ini gue sama Erna mau jalan-jalan ke Big Budha sama ke Wat Challong temple. Dua objek wisata ini cukup jadi favorit sih di Phuket. Buat menuju kesana, gue sih ngandelin google maps aja. Jadi gue aktifin google maps, hape taruh saku, pasang headset sebelah telinga doang terus jalan deh. Bener kok google maps nya, gak bikin gue nyasar untungnya hahaha dan petunjuknya jelas banget. Perjalanan ke Big Buddha kalo naik motor menghabiskan waktu sekitar setengah jam dan jalanan menuju Big Buddha ini nanjak banget. Trus ada beberapa bagian jalan yang aspalnya udah lubang-lubang. Jadi hati-hati kalo nyetir ke Big Buddha, gue aja takut nyungsep waktu pulangnya saking tingginya wkwkwk. Tiket masuk di Big Buddha ini gratis dan disini lo bisa dapetin pemandangan yang breathtaking banget karena lo bisa ngeliat laut dan beberapa gugus pulau dari sini. Indah banget! Di otak gue udah mikir aja, kalo pemandangan di Big Buddha aja bisa seindah ini, terus besok pas gue di Phi-phi pemandangannya mau seindah apa?????? Tapi biarin aja jadi misteri lah ya, ntar juga tau hahaha. Kalo mau ke Big Buddha, gue saranin pagi hari aja, biar kagak kepanasan. Apalagi disini banyak spot foto yang instagramable banget jadi kalo kalian kesini sekitar jam 9an pasti dapet foto yang bagus.



Gak lama sih gue ke Big Buddha, cukup 2 jam aja buat nikmatin pemandangan indah sama foto-foto sok gaya ala Nichole Ciotti yang jelas kagak bakal mirip sama dia sih tentunya hahaha. Entah kenapa gue sama Erna idola banget sama foto-fotonya Nichole hahaha. Kepo sama Nichole? Cek sendiri aja di instagramnya dia ya, hahaha. Oh iya, di Big Buddha ini gue sama Erna sempetin makan siang dari bekal yang kita bawa. Jadi tadinya gue sama Erna mampir ke 7-11 dulu buat beli makan, karena kita masih males cari makan di warung dan kita cari yang praktis aja lah yaa. Emang dasar gue sama Erna generasi micin sukanya males-malesan hahaha.

Habis dari Big Buddha, gue sama Erna bakal lanjut ke Wat Challong Temple. Tempatnya gak jauh dari Big Buddha, paling cuma jalan 15 menit udah sampe dan tenang aja google maps gak memberikan alamat palsu kok hahaha. Tiket masuk disini gratis lagi!!! Lama-lama gue heran kok disini gratis semua tiketnya. Dan selamat datang di Wat Challong.....



Pertama kali gue masuk di kawasan Wat Challong, yang terlintas dalam pikiran gue cuma satu, "Tuhan, tempat apa ini?" Ini BAGUSNYA KELEWATAAAAANNNN !!!!!!!! Gue sampe mau berlutut, mau nangis, seumur hidup gue gak pernah dateng ke tempat sebagus ini. Oke gue lebay, tapi beneran gue gak bohong ini bagus banget!!! Di Wat Challong, ada banyak kuil emas, interior dalamnya pun juga dilapisi emas. Foto gue yang diatas ini adalah kuil utama yang ada di Wat Chalong yang katanya sih tempat dimana potongan tulang Buddha disimpan, tapi gue gak tau tepatnya di peti yang mana tu potongan tulang disimpan wkwkwk. Soalnya banyak peti, banyak patung Buddha berbagai posisi juga di dalam sini. Oh iya, berhubung ini tempat ibadah, sama halnya dengan Big Buddha jadi pastikan memakai pakaian yang tertutup ya disini.

Jangan kaget kalo kalian bakal sering denger suara petasan disini. Kayaknya disini hampir setiap menit ada aja petasan yang bunyi wkwkwk. Iyalaahhh, soalnya masyarakat maupun wisatawan yang beragama Buddha membeli dan membakar petasan sebagai bentuk doa mereka. Tapi gak usah takut, karena disini disediakan tempat tersendiri untuk membakar petasan, jadi gak bakal mencelakai pengunjung lainnya. Cuma ya jangan kaget aja sama suaranya wkwkwk. Beneran kayak ada suara bom gitu hahaha.

Gue menghabiskan waktu untuk duduk di bawah pohon dengan pemandangan kuil utama di Wat Challong sambil bersyukur karena Tuhan udah mengijinkan gue setidaknya sekali di sepanjang hidup gue melihat karunia-Nya yang luar biasa indah. Ya gue tau ini emang buatan manusia atau buatan pemeluk agama Buddha. Tapi tetep aja tanpa ada campur tangan Tuhan, tempat ini gak akan jadi sebagus ini kan? Disini gue banyak belajar gimana cara saudara Buddha kita beribadah, ada yang berjalan mengelilingi kuil diiringi musik dan tarian sebagai bentuk persembahan dalam sebuah ritual doa. Terlebih lagi sewaktu gue kesana banyak banget saudara-saudara kita yang memakai baju hitam dan berdoa untuk Raja Bhumibol yang sebentar lagi mau dikremasi (sekarang udah dikremasi hahaha). Bukan hanya masyarakat Thailand, ada banyak wisatawan yang ikut berdoa disini. Gue terharu. Gue melihat kerukunan disini, meskipun Raja Bhumibol hanya memimpin di Thailand tapi banyak yang merasa kehilangan. Gue jadi inget kalimat yang pernah diucapkan Raja Bhumibol
"A good person can make another person good," - Raja Bhumibol
Yap! Beliau memang orang baik yang tentu saja akan ada banyak orang-orang baik yang mendoakannya. Gue percaya kalo hukum alam itu ada. Apa yang ingin kamu dapatkan dari orang lain, maka kamu harus lakukan itu kepada orang lain. Jadi gue yakin kalo beliau memang raja yang baik dan jelas banget bakal memorable seperti Princess Diana tentunya.

Baiklaaahhh. Udah lah ya sedih-sedihnya, sekarang kita lanjut ke cerita selanjutnya aja hahaha. Setelah gue lelah di Wat Challong, akhirnya gue sama Erna memutuskan untuk balik ke hotel. Iyaa, gaya liburan kita sih dibilang santaaaaiiiii. Kalo capek ya istirahat, kalo pengen jalan ya jalan hahaha. Oh iya sebelum balik ke hotel, gue balikin dulu motornya ke tempat persewaan motor. Setelah di cek sama yang punya dan gak ada yang lecet, akhirnya paspor gue balik juga ke tangan gue tanpa ada yang ilang sekalipun. Setelah balikin motor, gue sama Erna istirahat di hotel.

Malam harinya, gue sama Erna berencana jalan-jalan ke Jungceylon Mall. Jadi ini adalah mall yang cukup hits di Phuket. Dari hotel menuju mall ini cukup jalan kaki aja karena emang deket pake banget. Kenapa kita memutuskan untuk masuk mall? Gak lain gak bukan adalah karena kita memang anak mall hahahaha. Becanda. Ya udah jauh-jauh nyampe sini, tentu aja gue mau liat ada gak sih perbedaan yang signifikan dengan mall yang ada di Indonesia dan di Thailand? Terus juga gimana sih gaya belanja orang-orang sini? Gimana sih kebudayaan orang sini? Jangan salah, kebudayaan bisa dilihat di dalam mall juga hahahahaa. Ngelesnya kebangetan sih kalo ini. Tapi yang jelas mall ini GEDEEEEE banget!!! Ya meskipun gak semelelahkan keliling Tunjungan Plaza Surabaya ya, cuma mall ini cukup banget bikin gue tersesat dan bingung cari pintu keluar hahaha. Iya gue tau pintu keluar mall ini gak cuma satu. Cuma masalahnya kalo gue keluar dari pintu yang berbeda dari gue masuk, ntar gue malah nyasar kagak bisa nemuin hotel gue hahahaha. Gue lagi males berpetualang soalnya capek karena lumayan juga nyetir motor tadi pagi hahaha. Oh iya mall ini dapet julukan mall kapal karena bentuknya kapal dan ada miniatur kapal di dalam mall ini. Sorry ya gue gak ada fotonya karena gak sempat foto waktu itu. Tapi lo bisa cek di google kalo mau hehehe. Di mall ini lo bisa juga beli oleh-oleh karena memang banyak banget toko oleh-oleh yang dijual disini. Ada juga diskon bikini kalo lo mau beli. Tapi katanya sih kalo belanja mending di Bangkok aja, karena pusatnya di Bangkok. Jadi, dengan sok pinternya gue gak belanja apa-apa disini karena gue berpikir dapat harga yang lebih murah di Bangkok hahaha. Jangan ditiru yaa.

Kita gak terlalu lama di Jungceylon Mall karena yang namanya mall ya gitu-gitu aja kan yaa. Jadi setelah makan malam kita langsung ke hotel dan istirahat karena besok pagi-pagi banget kita bakal tour ke Phi-Phi Island!!!

Buat tour ke Phi-Phi Island gue udah cerita di atas kalo gue book lewat hotel aja, harganya lebih murah cuma 900 bath doang dan nanti kita bakal di jemput di hotel menggunakan mini van (agak trauma sama mini van hahaha). Ketika mini van dateng, gue lihat udah ada beberapa wisatawan lain didalamnya. Setelah gue sama Erna naik, mini van ini gak langsung nganter kita ke pelabuhan, tapi masih jemput wisatawan lainnya dulu. Setelah mini van penuh, barulah kita diantar ke pelabuhan. Begitu sampe di pelabuhan kita langsung disuruh untuk naik kapal ferry dan langsung berangkatlah kita ke Phi-Phi Island.





Perjalanan ke Phi-phi kayaknya sekitar 2 jam, cukup banget bikin badan gue melepuh. Sumpah pulang-pulang badan gue gatal dan perih semua gara-gara melepuh hahaaha. Tapi gapapa, gue sama sekali gak peduli sama itu semua karena yang gue dapetin adalah pemandangan yang jauuuhhhh jauuuhhhh jauuuhhhh lebih indah daripada tempat-tempat yang gue kunjungi beberapa hari terakhir gue travelling. Kalo lo follow instagram gue, lo pasti lihat betapa spam nya gue di instastory cuma buat nunjukkin ke kalian betapa indahnya perjalanan ke phi-phi island. Banyak dari kalian yang komen pengen ikut atau pengen nyemplung atau paradise dan masih banyak lagi. Gue setuju itu semua kecuali yang pengen nyemplung ya hahaha. Karena gue kagak bisa berenang jadi gue kagak pengen nyemplung hahaha. Rugi? Katanya sih rugi karena pemandangan bawah laut disini menurut beberapa orang tu indah banget kecuali kata pacar gue yang katanya kotor hahaha. Entah yang mana yang bener cuma gue berharap suatu saat gue berani buat nyemplung. Semoga aja besok pas gue pertama kali nyemplung kagak ketemu hiu ya hahaha.



Setelah sampe di Phi-phi Island, untuk yang pengen snorkeling, harus naik kapal lagi menuju tempat untuk snorkeling sedangkan yang enggak snorkeling bisa jalan-jalan di Phi-phi Island. Untuk masuk ke Phi-phi Island kalian harus bayar 20 bath untuk biaya kebersihan. Ya gak mahal lah ya cuma 8000 rupiah doang ikhlasin aja lah. Dan ketika gue masuk Phi-phi Island, astagaaaaa..... Lagi lagi dan lagiiii. Terus menerus gue dikasih kesempatan buat lihat pemandangan spektakuler kayak gini. Kalo lo lihat foto di atas, lihatlah betapa hijaunya itu lautan dan betapa putihnya itu pasir dan jangan lupa betapa panas dan silaunya saat foto itu diambil hahaha. See?
"So which of the favors of your Lord will you deny?" - Surah Ar-Rahman (55:13)
Cuma kalimat ayat itu aja yang bisa terlintas di kepala gue waktu itu. Gue bener-bener bersyukur banget buat segalanya yang gue dapet. Alhamdulillah :)

Di Phi-phi Island ini gue gak liat ada satupun motor yang berlalu lalang. Memang sih kalo gue baca-baca Phi-phi Island ini bukan pulau yang termasuk gede, jadi pulau ini cukup tenang buat kalian yang cinta banget sama ketenangan. Untuk mengelilingi pulau ini, kalian bisa nyewa sepeda kalo kalian mau. Untuk harganya gue gak terlalu tau sih, karena gue gak ada waktu buat berkeliling naik sepeda hehehe. Oh iya, untuk harga makanan dan minuman di Phi-phi Island menurut gue agak lebih mahal dibanding di Phuket. Contohnya aja air minum. Kalo di Phuket gue bisa beli air minum botol paling gede dengan harga 150 bath. Kalo di Phi-phi Island bisa sampe 300 bath dengan merk yang sama dan ukuran yang sama. Di Phi-phi Island juga juga ada beberapa paket tour yang ditawarkan seperti snorkeling atau berkeliling ke James Bond Island, dan berbagai pulau lainnya. Tapi berhubung gue gak minat ya jadi gue diem aja di Phi-phi sambil menikmati keindahan disini. Lagian gue cuma dapet jatah waktu jalan-jalan 3 jam di sini. Sebenernya sih gue nunggu waktu makan siang hahahaha. Makan siang di Phi-phi Island udah termasuk dalam paket tour yang gue beli. Jadinya, gue gak usah bingung lagi buat nyari makan disini. Gue tinggal jalan-jalan aja disini sampe waktunya dipanggil untuk makan siang.

Ketika waktu makan siang datang, kalo lo emang laper banget dan kagak punya malu, lo bebas banget buat makan sebanyak apapun yang lo mau. Karena emang model makannya prasmanan gitu, jadi lo bebas mau ambil sekenyang lo. Gue aja merasa rugi karena kagak bawa tupperware kesini hahahaha. Becanda ding. Setelah makan siang, lo langsung disuruh buat balik ke kapal buat balik lagi ke Phuket. Perjalanannya masih sama sekitar 2 jam dan melewati pemandangan yang sama. Ketika udah sampai di pelabuhan Phuket pun, kita bakal dianter pulang ke masing-masing hotel menggunakan mini van dari pihak tour. Cukup memuaskan kan? Menurut gue sih cukup memuaskan lah ya! Oh ya, gue gak tau pasti sih nama tour yang gue pake apa, soalnya gue book di hotel jadi udah hotel yang ngurusin semuanya. Gue terima beres hehehehe. Ya begitulah efeknya kalo hotel terlalu baik, gue jadi males buat nyari-nyari agen tour yang bisa gue rekomendasiin hahahaha.

Setelah sampai di hotel, si petugas hotel masih aja senyum sambil nanya gimana liburan ke Phi-phi. Ya gue jawab aja menyenangkan banget dan gue berterima kasih udah ngasih agen tour yang pelayanannya bagus dan dengan harga murah tentunya hahaha. Setelah basa basi dikit sama pihak hotel, gue langsung ke kamar buat tidur karena gue ngerasa vertigo hahaha. Bukan vertigo yang sebenarnya sih, cuma ini efek karena gue seharian di kapal yang goyang-goyang. Jadi ketika gue menyentuh daratan gue rasanya kayak gempa gitu. Padahal aslinya kagak gempa, tapi tubuh gue yang emang goyang-goyang. Gue negrasa kayak gini sampe besok pagi nya coba bayangin hahahaha.

Malam terakhir di Phuket gue putusin buat jalan-jalan ke Bangla Road!! Yippiii, finally kita bakal ke Night Marketnya Phuket dimana lo bakal sering banget ditawarin sama Ping Pong Show hahaha. Karena gue cewek ya gue gak begitu tertarik sama Ping Pong Show ini. Tapi kalo lo cowok, lo mungkin tertarik sama Ping Pong Show. Jadi apaan sih Ping Pong Show? Di sepanjang Bangla Road lo bakal denger Ping Pong Show, Free entry just buy drink! Dan selalu seperti itu. Walaupun lo udah nolak satu tawaran Ping Pong Show, tapi begitu lo berjalan dua langkah, lo bakal ditawarin lagi. Gue emang gak tau pasti sih Ping Pong Show itu kayak gimana, cuma menurut beberapa blog traveller luar negeri yang gue baca Ping Pong Show itu semacam "live sex" di Phuket. Beberapa orang menganggap ini scam, tapi beberapa orang menganggap ini hiburan. Yang menganggap scam ini dikarenakan ketika lo masuk ke dalam bar, iya lo emang cuma perlu beli minuman doang disini cuma harga minumannya mahal banget bisa sampe 500-900 bath itu sekitar 200-400 ribu. Segelas minuman doang hahahaha. Dan ada juga yang nyeritain kalo Ping Pong Show itu emang ada gadis-gadis cantik yang melakukan atraksi seperti memasukkan sesuatu ke dalam (BIG SORRY TO SAY THIS) vaginanya. Dan kalo lo apes... eh apes apa beruntung ya? Lo bisa aja ditarik dan disuruh nari sama mereka sekaligus ditelanjangin hahahaha. Jadi lo berminat gak sama Ping Pong Show?



Oh iya, gue belum cerita ya. Bangla Road ini kalau di Bali udah semacam kayak Legian. MIRIIIPPPP BANGEETTTT !!! Gue aja pernah stories Bangla Road dan temen-temen gue percaya kalo gue lagi di Legian hahahaha. Padahal gue lagi di Phuket. Gimana gak mirip coba kalo kanan kiri isinya tempat dugem semua hahaha. Disini juga banyak banget lady boy bertebaran. Tapi awas jangan motret sembarangan yaa. Karena motret mereka aja bayar hahahaha.





Tapi bedanya Bangla Road sama Legian adalah, kalo di Bangla Road bener-bener gak ada kendaraan sama sekali. Jadi kita bebas mau jalan kemana aja. Kalo di Legian kan kita harus hati-hati karena kendaraan masih bisa masuk ke jalanan Legian.

Gue gak ngapa-ngapain sih di Bangla Road. Gue cuma liat-liat aja, terus sambil cari makan. Oh iya untuk cari makanan halal di Phuket gak susah kok. Jadi kalo lo keluar dari Bangla Road, lo harus nyebrang dulu. Nah di jalanan seberang Bangla Road situ ada banyak banget makanan halal yang beredar. Ya memang lebih ke makanan-makanan Turki sih tapi menurutku lumayan juga dan gak terlalu mahal. Selesainya dari Bangla Road dan cari makan gue sama Erna mau cari tiket mini van karena besok gue sama Erna harus udah terbang ke Bangkok. Gue udah kapok sama tragedi mini van di bandara hahahaha. Sebenernya yang kali ini pun gue agak was-was sih. Takut kagak dijemput di hotel. Tapi ya gue gak bakal tau sebelum gue mencoba kan? Buat nyari tiket mini van ini ada banyak banget agen tour pinggir jalan yang gue datengin. Kebanyakan pada nawarin harga 250 bath. Tapi gue gak menyerah, gue pengen dapet yang lebih murah. Dan ternyata gue nemu yang lebih murah seharga 200 bath. Tempatnya di pinggir jalan besar sebelah gedung Thai Boxing deket hotel gue. Tempatnya kecil banget dan ramah lagi mbaknya. Akhirnya gue pesen disitu. Setelah gue pesen, besok paginya gue nemuin lagi yang lebih murah seharga 180 bath, tempatnya di daerah makanan halal itu. Ya karena gue udah beli yang 200 bath jadi yaudah lah ya ikhlasin aja 20 bath nya toh juga cuma 8000 doang hahahaha. Tapi untungnya, kali ini gue kagak kena scam mini van lagi. Gue dijemput di hotel dan dianterin dengan selamat di Bandara Phuket hahahaha.

Segini dulu ya, cerita di Phuket sama Phi-phi nya. Oh iya, untuk cerita di Thailand ini belum selesai, karena gue masih pengen berbagi pengalaman gue ketika gue di Bangkok. Gue gak bisa jadiin satu disini karena ntar bakal panjang banget jadinya. Soo..... See you on the next article ya guys!!

Read More

Thursday, 9 November 2017

2 Weeks ASEAN, 3 Countries Part II - Hello Again Malaysia


"Only those that will risk going too far can possibly find out how far one can go" - T.S Eliot

Halo... Halo... Halo...
Balik lagi di 2 weeks ASEAN, 3 Countries. Di part II ini gue bakal ceritain perjalanan gue sewaktu di Malaysiaaaaaaaa. Sebelumnya gue mau ucapin terima kasih banyaaakkkkk buat kalian yang udah mau sempetin baca 2 Weeks ASEAN, 3 Counties Part I - 2 Days in Singapore . Terima kasih buat feedback nya juga di sosmed dan semoga apa yang gue share bisa bermanfaat buat kalian. Langsung aja kali ya gue ceritanya hehehe.

Nah, sewaktu di Part I kan cerita gue kepotong tuh sampe bus gue dateng. Gue belum ada cerita kan gimana prosesi imigrasi via darat Singapore-Malaysia? Jadi disini gue mau ceritain ke kalian juga sederhananya imigrasi via darat Singapore-Malaysia. Ketika gue naik bus nih ya udah sih gue tidur hahaha. Mau ngapain lagi coba? Liat pemandangan? Gak keliatan juga orang diluar gelap jadi mending tidur aja. Ya gak terlalu nyenyak juga sih tidurnya. Soalnya gue baru tidur sebentar paling sejam lah udah dibangunin buat ngurus imigrasi di Singapore. Ketika ngurus imigrasi yaudah kita turun, masuk ke dalam bangunan imigrasi yang gak gede-gede amat sih. Terus keluar bangunan. Habis keluar bangunan masuk ke bus yang sama dan lanjutin perjalanan. Tapi jangan tidur lagi, soalnya gak ada 10 menit kita udah disuruh turun lagi buat masuk ke imigrasi Malaysia. Ketika sampai di imigrasi Malaysia, prosesnya sih sama aja kayak imigrasi yang lain gak ada bedanya hehehe. Habis itu kita naik lagi ke bus. Nah, disini gue mau jelasin kenapa gue dan pacar gue (gue travel sama pacar gue dari Singapore ke Malaysia, mohon untuk jomblo jangan iri *titik dua tutup kurung*) memilih bus Starmart padahal masih banyak bus-bus lainnya. Jadi sewaktu di Indonesia pacar gue udah melakukan riset *halah* dan banyak banget pengalaman turis yang memilih bus Singapore-Malaysia dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan bus Starmart. Tapi jeleknya adalah mereka gak ditungguin sewaktu ngurus imigrasi alias ditinggal. Kan serem ya kalo tiba-tiba ditinggal gitu. Jadi, kita cari aman aja, makanya pilih Starmart. Pesan moralnya disini adalah sebelum kalian memilih sesuatu apapun itu entah barang, hotel, transportasi, simcard, dll ada baiknya kalian riset dulu pengalaman orang-orang. Karena kita harus selalu belajar dari pengalaman kan? Tapi kalo kalian nyalinya gede pengen coba-coba boleh aja sih.

Lanjut yaaa. Sehabis dari imigrasi Malaysia ini, gue tidur pules banget di bus. Btw, bus nya nyaman banget. Kursinya bisa di setting buat tidur, di kasih selimut, air putih, bantal. Jadi ya gue ngerasa nyaman aja gitu, antara nyaman sama gue nya yang tukang tidur sih hahaha. Pokoknya, gue kebangun gara-gara dibangunin pegawai Starmart soalnya udah nyampe di KL Sentral. Ah idola banget bus ini.

Turun dari bus, gue langsung masuk ke KL Sentral. Jadi, KL Sentral ini menurut gue merupakan pusatnya transportasi di Kuala Lumpur. Dari segala jenis transportasi, ketemunya disini semua. Mulai dari monorail, KTM, LRT, Bus Go KL, Bus RapidKL, pokoknya semua deh numpuknya disini. Ketika masuk di KL Sentral, hal pertama yang dicari adalah toilet hahaha. Awalnya mau cari shower room sih buat mandi, tapi ternyata info terupdate shower room di KL Sentral udah ditutup hiks. Ya terpaksa deh puasa mandi hahaha. Buat kalian yang ke KL Sentral, kalo nemu shower room, kasih tau gue ya biar gue update ini artikelnya hahaha. Btw, di Kuala Lumpur ini gue bakal jalan bertiga ada gue, pacar gue, sama temen gue dari Bali namanya Erna. Gak usah diceritain lah ya gimana kronologinya tiba-tiba bisa bertiga, toh kayaknya gak penting juga hahaha.

Setelah selesai siap-siap, destinasi pertama yang akan didatengin adalah Genting. Karena kita semua belum ada yang pernah ke Genting *norak banget*. Buat beli tiket ke Genting kalian harus turun ke lantai paling bawahnya KL Sentral, pokoknya tempatnya gelap kayak parkiran gitu dan ada banyak bus. Nah, disitu ada loket bus ke Genting. Kita beli PP waktu itu berangkat jam 9 dari Kuala Lumpur dan balik pulang antara jam 15.00 atau 16.00 kalo gak salah. Untuk schedule lengkap bus Go Genting bisa kalian liat di websitenya. Kalo gak tau websitenya tinggal ketik aja di google schedule Go Genting ntar juga muncul. Kalo kalian keterlaluan banget malesnya buat nyari, ya udah berhubung gue baik jadi gue kasih link nya nih di sebelah : Schedule Go Genting
Nah, waktu itu kita beli 3 tiket PP ngabisin sekitar RM25. Info terbaru nih, sewaktu gue beli tiket Go Genting ini awalnya mau beli sekalian tiket skyway nya. Tapi ternyata gak bisa, beli tiket skyway nya langsung di Genting ntar pas mau nyampe. Awalnya gue heran, kok bisa gitu ya, padahal menurut pengalaman orang-orang, mereka langsung beli satu paket tiket bus sama skyway. Eh gue merasa dibohongi aja sih wkwkwkwk. Akhirnya gue googling tapi gue gak menemukan jawaban. Akhirnya nanya lagi nih masalah skyway, dibentak sama mbaknya akhirnya males deh hahaha. Yaudahlah beli tiket skyway nya entar aja pas di Genting.

Bus Go Genting ni beneran tepat waktu. Ya kalaupun telat berangkat paling cuma telat 5 menit, jadi kalian harus perhatiin waktu kalian ya. Perjalanan ke Genting sekitar satu setangah jam, jadi gue menghabiskan perjalanan buat tidur wkwkwkwk. Ketika sampai di Genting, kita langsung masuk ke dalam bangunan dan langsung nyari petunjuk yang namanya Awana Skyway. Awana Skyway ini letaknya ada di lantai paling atas. Sewaktu udah sampe di lantai paling atas, langsung beli tiket PP juga. Beli tiket 3 orang PP totalnya RM48, jadi tiket satu orang PP RM16. Oiya saran gue jangan ke Genting siang-siang karena gak asik, pasti udah banyak orang yang naik Skyway dan antrinya pasti panjang banget. Berhubung kita waktu itu masih pagi, jadi masih sepi banget. Keuntungannya adalah, satu gondola isinya cuma kita bertiga doang hahaha. Jadi kalo takut ketinggian kita bisa teriak-teriak tanpa malu sama orang lain. Tapi beneran deh tinggi banget itu skyway nya. Tapi seru sih, kalian harus coba pokoknya.

Nanti sewaktu di atas ada dua pemberhentian buat gondola ini, stasiun pertama berhenti di Chin Swee Caves Temple dan stasiun terakhir adalah Resort World Genting. Kita mutusin buat ke Resort World Genting dulu. Di Resort World Genting sebenernya gak ada apa-apa sih. Cuma ada First World Hotel. Itu loh hotel yang di dalemnya juga ada mall nya dan beneran itu gedeeeeee bangeeeeettttttt. Kita aja waktu mau makan nih rencananya nyari McD, karena kita udah geter duluan liat resto di sana harganya mahal-mahal banget makanya cari McD. Tapi gak ketemu!! Alhasil, kita tanya sama orang, kita sampe nanya 3x sama orang. Soalnya emang ribet banget arah mau ke McD. Kita aja sampe bosen naik eskalator sama lift berkali-kali. Kayaknya kalo kalian nanya dimana arah McD sama gue di mall ini gue gak bakal inget deh sumpah. Soalnya beneran ribet banget. Yang jelas masih ada makanan ya yang lumayan murah lah ya dibanding yang lainnya.

Setelah capek ngelilingin mall sama hotel yang gedenya astagfirullah, kita mutusin ke Chin Swee Caves Temple. Buat ke Chin Swee Caves Tample ini ada dua cara, bisa pake shuttle bus yang disediain sama First World Hotel atau naik gondola. Dua-duanya sama-sama gratis gak pake bayar. Kalo yang naik gondola, tiket gondolanya jangan sampai hilang. Kalo hilang ntar kalian beli tiket lagi. Jeleknya kalo shuttle bus itu adanya cuma sejam sekali. Jadi gak setiap saat ada. Karena kita males nunggu akhirnya kita naik gondola. Gampang aja sih, tinggal naik dari First World Hotel trus di stasiun berikutnya turun. Nah, dari stasiun nanti bakal ada banyak eskalator buat turun ke bawah jadi gak perlu takut capek. Karena jalannya udah gampang banget. Kalo kalian naik shuttle bus keuntungannya adalah kalian langsung berhenti di depan Chin Swee Caves Temple, jadi gak perlu menempuh beberapa eskalator. Ya masing-masing ada plus minus nya sih. Terserah kalian pilih yang mana.

Menurut gue, Chin Swee Caves Temple ini temple yang sangat cantik banget! Semuanya cantik, mulai dari temple nya, pemandangan sekitarnya, semuanya juara. Akhirnya gue kesini jugaaaaa :') Dari dulu gue emang pengen ke Chin Swee Caves Temple ini. Soalnya gue bisa liat pemandangan Genting dari atas :) Nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? :') Bener-bener breathtaking banget!




Btw, karena letaknya di dataran tinggi, jadi daerah Genting lumayan dingin dibandingin sama Kuala Lumpur. Jadi, buat yang gak tahan dingin atau punya alergi dingin mending pake baju hangat. Cuma ya jangan pake sweater tebel-tebel kayak mau ke kutub ya hahaha. Ntar dikira turis tersesat.

Berhubung udah mendekati waktu pulang, kita pun akhirnya balik lagi ke Chin Swee Caves Station tempat naik gondola. Kita gak naik shuttle bus, karena kita mau langsung turun ke bawah. Kalo naik shuttle bus, ntar kita balik lagi ke First Hotel hahahaha. Kita naik eskalator lagi buat naik gondolanya. Jeleknya, orang-orang yang naik gondola udah pada rame banget :( Kita aja gondolanya harus gabung sama orang, jadi agak awkward gitu pas mau teriak takut sama ketinggian hahahaha. But, overall naik gondola ini seru banget. Ketika udah nyampe di stasiun Awana, kita langsung turun ke lantai paling bawah buat nunggu bus. Tenang aja, disana ada layar yang nunjukkin bus kita udah dateng apa belum. Selain itu ada petugas yang teriak-teriak kok kalo bus nya dateng. Petugasnya teriak dalam bahasa Inggris sama Melayu, jadi pasti kalian ngerti lah.

Bus Go Genting kita balik lagi di KL Sentral. Selanjutnya kita mau otw ke hotel. Nah, ini pasti yang ditunggu-tunggu ya? Hahahaha. Kesempatan kali ini, kita mutusin buat nginep di The Bed KLCC. Gue booking via traveloka dengan harga Rp 116.000 dan kebetulan ada diskon dari traveloka 15% jadi totalnya cuma Rp 98.600. Hotel ini terhitung hotel yang masih baru sewaktu gue nginep. Surprise nya adalah, sewaktu gue nginep ini, hotelnya ternyata belum diresmiin hahahaha. Baru mau diresmiin 4 hari lagi kalo gak salah. Jadi, gue termasuk orang beruntung lah ya nyobain hotel baru. Hotel ini cukup bagus SEBENARNYA! Lokasinya strategis meskipun agak jauh sama KL Sentral. Lokasinya cuma 5 menit jalan kaki dari petronas. Buat ke hotel ini, kalo mau naik Go KL bisa naik yang jalur hijau turun di menara atlan. Kalo naik monorel bisa turun di stasiun bukit nanas. Dari sasiun bukit nanas maupun menara atlan jalan kakinya gak terlalu jauh kok. Hotelnya juga gampang banget ditemuin, soalnya ada tulisannya meskipun gak besar-besar banget sih. Meskipun hotel baru, tapi google maps udah bisa deteksi lokasinya dengan tepat, jadi gak usah takut kesasar. Hotel ini tetep ada hotel dorm BUT, INI HOTEL DORM PALING BAGUS YANG PERNAH GUE TEMUKAN! Bahkan dibandingin sama hotel dorm gue di Jepang, ini BAGUS BANGEEETTTT!!!! Gak kayak dorm-dorm yang lain. Untuk foto kalian bisa liat langsung di google atau di traveloka atau agoda atau apapun lah itu. I REALLY REALLY REALLY RECOMMEND THIS HOTEL TO ALL OF YOU GUYS! Di hotel ini lo bakal dapetin handuk, sikat gigi dan odol. Habis itu sepatu kalian gak boleh dimasukin di dalem kamar. Di luar kamar ada loker sepatu, dan sepatu kalian harus dimasukin ke loker yang sesuai dengan nomor kamar kalian. Untuk gantiin sepatu, di dalem masing-masing loker ada sandal karet gitu yang bisa kalian pake. Untuk kamar mandi sumpah udah sekelas hotel berbintang. Gak kayak kamar mandi hotel dorm lainnya yang sempit banget dan banyak minus di sana-sini. Ini udah mewah banget, bahkan sama kamar mandi di kos gue aja kalah hahahaha. Selain itu lo bakal dapetin free breakfast yang kantinnya itu bener-bener instagramable banget. Hotel ini instagramable banget pokoknya. Di kantinnya tetep aja lo gak bisa masak sendiri ya. Buat breakfast lo udah disiapin nasi lemak sama roti dan selai strawberry sama butter. Nasi lemaknya cuma ambil satu bungkus, gak usah sok nyoba mau nyolong soalnya ada bodyguard nya yang nungguin nasi lemak hahahaha. Kalo roti sih bebas mau ambil berapa aja boleh.

BUUUTTTTTT

Ada tapinya nih...
Buat nginep di hotel ini lo harus deposit RM100. IYA!!!! RM100!!! Harga depositnya aja 3x lipat dari harga kamar -_- Jadi kalo lo nginep disini, siap-siap miskin mendadak ya hahaha. Ya meskipun ntar balik lagi sih duitnya, tapi tetep aja RM100 itu bisa buat hidup 2 hari di KL hahahaha. Fasilitas yang lain udah oke sih kecuali GAK ADA HAIR DRYER !! Mungkin karena masih hotel baru kali ya, jadi belum disediain hair dryer, tapi gapapa lah masih bisa dimaafkan.

Selesai ya review hotelnya hahahaha. Cukup segitu aja deh, mau lanjut ke destinasi selanjutnya. Malem-malem seperti biasa kita mau ke Petronas. Karena udah terlalu malem dan takut Petronas keburu tutup, jadi kita memutuskan buat naik Grab. Grab atau Uber disini sistemnya sama aja kayak di Indonesia dan aplikasinya juga sama aja. Kalo mau gratis, bisa naik Go KL dari Menara Atlan turun di KLCC. Tapi ya harus sabar nunggunya ya kalo naik Go KL hahahaha. Ya sewaktu di Petronas kayaknya gak usah diceritain lah ya. Pasti juga udah tau kalo disini kerjaannya liatin menara kembar dan favorit gue adalah duduk di taman sambil liatin water fountain light show yang bagus banget. Kita disini sampe jam 10 malem, sampe taman KLCC ditutup buat umum. Habis itu, kita mau cari makan di bukit bintang naik Go KL yang ada di KLCC. Di bukit bintang ada banyak banget makanan yang bisa dicoba. Mulai dari yang aneh-aneh sampe yang halal juga ada. Gue lupa kita kemaren makan di mana, yang jelas ada logo halal aja gitu hahahaha. Kita ngabisin RM36 buat makan 3 orang. Sehabis cari makan, karena udah malem dan Go KL udah gak jalan, kita balik ke hotel naik Uber.

Lanjut besok hari yaaa.....

Besok harinya seperti biasa kita check out agak siang dan kebetulan cuaca di KL lagi hujan. Rute hari ini adalah pacar gue ke airport dan gue nemenin Erna jalan-jalan. Jadi, tujuan kita adalah ke KL Sentral, karena seperti yang gue bilang, di KL Sentral itu tempat ngumpulnya semua transportasi. Jadi gue bakal berpisah sama pacar gue di KL Sentral. So sad banget ya :( Buat ke KL Sentral, karena lagi hujan dan gak mungkin banget buat jalan kaki ke stasiun atau ke halte Go KL, akhirnya kita mutusin buat naik Uber. Eh Uber apa Grab ya? Gak tau lah lupa, pokoknya salah satu dari mereka. Habis di KL Sentral nih, gue sama Erna bakal ke Batu Caves. Buat ke Batu Caves harus naik KTM Komuter. Beli tiketnya bisa di mesin atau di loket. Gue sih milih di loket aja ya. Btw, gue lupa harga tiketnya berapa hahaha. Tapi lo bisa cari di google kok. Sistem transportasi di kuala lumpur ini juga gampang dan gak seribet di Singapore buat cari way out nya. Cukup simpel buat cari way out di tiap stasiun kuala lumpur.

Batu Caves itu apaan sih di? Jangan tanya itu ke gue, you can googling it! Udah banyak banget artikel dan blog-blog yang jelasin apaan itu Batu Caves dan apa yang menarik disitu. Masuk di Batu Caves ini gratis. Di Batu Caves sih gak lama-lama amat ya, karena ya gak terlalu banyak yang bisa di explore. Akhirnya kita balik lagi ke KL Sentral dan memutuskan buat ke Dataran Merdeka. Dari KL Sentral ke Dataran Merdeka ini kita mutusin buat naik Go KL aja biar gratis hahahaha. Untuk letak haltenya dimana kalian bisa nanya ke informasi atau ke satpam biar lebih jelas. Ntar kalo gue jelasin disini yang ada kalian malah bingung.

Btw, Dataran Merdeka ini tempat favorit gue bangeeeettttt !!!! Kenapa? Buat gue yang agak alay ya narsisnya, tempat ini perfect banget buat foto ootd atau buat feed instagram kalian bagus. Beneran, kalo buat gue, banyak banget obyek yang bisa dijadiin foto. Contohnya kayak foto gue di bawah ini dan foto yang ada di paling atas artikel.



Wilayah Dataran Merdeka ini menurut gue emang juara kalo buat lo yang instagram holic banget. Setelah puas foto-foto kita cari makan nih dan ada tempat yang gue rekomendasiin buat kalian. Jadi, kalo kalian ke Dataran Merdeka kalian bakal liat ada logo I love KL yang letaknya di deket KL City Gallery dan biasanya dipakein foto sama orang-orang. Di sebelahnya, di deket tangga yang mau ke lapangan hijau kalian bakal liat ada yang jualan es disitu. Nah di deket tukang jualan es itu ada tangga turun ke bawah. Kalian turun ke situ, agak sepi sih tempatnya tapi explore aja. Disana ada kayak foodcourt dan harga makanannya murah-murah. Gue beli nasi goreng yang lumayan enak dan lumayan banyak harganya cuma RM7 doang. Balik dari Dataran Medeka, kita naik LRT di stasiun Masjid Jamek. Jalan dikit sih, google maps bisa membantu hahahaha. Kita mau balik ke KL Sentral soalnya kita bakal otw ke airport. Kita otw ke airport naik bus, karena lebih murah meskipun memang memakan waktu 1 jam perjalanan. Tapi gak masalah lah, yang penting murah hahahaha. Dimana naik bus nya? Di lantai bawah KL Sentral, deketnya beli tiket bus Go Genting. Di sebelahnya itu ada loket buat bus ke bandara, harganya cuma RM12 aja dan di jamin sampai dengan selamat sampai airport. 

Untuk biaya hidup 2 hari di KL, gue cuma bawa uang RM100, dan masih sisa RM25 jadi gue ngabisin RM75 buat makan dan transportasi. Bugjet paling banyak sih keluar sewaktu di Genting, soalnya naik gondolanya aja udah lumayan menguras kantong. Kalo oleh-oleh, gue gak beli kecuali beli snow globe yang harganya gue tawar jadi RM25, tapi itu dibayarin sama pacar gue, jadi gak masuk ke hitungan gue hahahaha. Selama di KL, gue gak beli simcard sama sekali. Cuma ngandelin wifi hotel aja dan juga gue gak begitu pake google maps soalnya gue udah hafal beberapa spot di KL seperti jalan ke stasiun masjid jamek contohnya. Kalo kalian baru pertama kali ke KL, mending sediain internet entah beli simcard lokal malaysia atau kalian roaming XL atau telkomsel. Dua operator itu sih yang gue saranin buat kalian. Kalo kalian mau lebih hemat lagi, kalian bisa keliling KL naik Go KL. Karena Go KL ini gratis buat siapa aja. Cuma ya kalian harus tau rutenya dan siap-siap transfer kalo memang dibutuhkan untuk transfer. Transfer rute maksudnya bukan transfer duit hehehehe. Seinget gue sih gue pernah baca blog orang yang dia keliling KL cuma naik Go KL doang. Ya meskipun penuh perjuangan ya buat nunggunya, soalnya emang lumayan lama nunggu Go KL, tergantung kondisi jalanan juga sih. Kalo dari segi makanan, KL masih ramah banget di kantong lah ya.

Hmm...
Kayaknya segitu aja yang bisa gue share selama gue di KL. Selanjutnya gue bakal ceritain kisah kasih selama di Thailand. Seperti biasa, kalo ada yang mau ditanyain bisa kontak gue aja yaaaa. See you in Thailaandddddddd.......


Read More