When You Feel Life is Unfair


"I didn't feel the fairytale feeling, no. Am I a stupid girl for even dreaming that I could? If it's not like the movies. That's how it should be - Katy Perry"


Why life is unfair?
Because you believe that it's unfair

Aku yakin, di antara kita semua pernah sekali saja berpikir bahwa hidup ini tidak adil. Entah dalam bidang pekerjaan yang kita jalani, kehidupan, percintaan, atau masalah apapun, semuanya tidak adil. Mengapa mereka bahagia sementara aku tidak? Mengapa keluarga mereka hidup rukun sementara keluargaku tidak? Mengapa orang kaya bisa melakukan apa saja sementara yang miskin tidak? Mengapa orang-orang pintar lebih disegani daripada yang bodoh? Mengapa kita tidak bisa mendapatkan kehidupan seperti dalam dongeng cinderella yang bahagia dengan pangeran tampannya dan hidup di istana mewahnya? Mengapa di dunia ini tidak ada ibu peri yang selalu menolong cinderella ketika ia kesusahan? Mengapa di dunia ini tidak ada doraemon yang memiliki berbagai macam alat ajaib dari kantungnya? Mengapa?

Hidup ini memang tidak seperti yang ada pada cerita film di mana segala permasalahan terlihat sangat mudah diselesaikan. Hidup juga bukan seperti film yang menggambarkan betapa kejamnya seorang anak yang tega menelantarkan ibunya. Hidup juga bukan seperti cerita di televisi bahwa mereka yang kaya terlihat bahagia dan yang miskin selalu hidup tanpa kesengsaraan. Hidup memang bukan seperti dongeng di mana kita bisa menari dengan pangeran tampan dan hidup bahagia selamanya.

Sekarang pertanyaannya apakah hidup benar-benar tidak adil?
Aku sering memikirkannya, bahkan aku sering menangisinya. Mengapa hidupku tak pernah adil? Ketika orang lain berpikir ingin memiliki hidup sepertiku, aku ingin berteriak kepadanya "Hai! Hidupku tak seindah fairytale. Bahkan aku pun tak pernah ingin memiliki kehidupan seperti ini." Aku bukanlah seorang putri yang hidup di istana mewah dengan kebahagiaan atau dengan barang-barang mewah yang selalu aku dapatkan. Aku bukahlah seorang putri yang tak pernah merasakan rasa sakit. Aku tidak pernah memiliki kehidupan yang terlihat sempurna. Tidak pernah. Tidak adil, bukan?

Kita selalu menginginkan segalanya berjalan sesuai dengan keinginan kita. Jika, kita tidak bisa mendapatkan apa yang menjadi keinginan kita, disanalah kita akan merasa bahwa hidup ini tidak adil. Ketika kita merasakan bahwa hidup kita tidak adil, kita selalu berpikir bahwa kita ingin kehidupan yang dimiliki oleh orang lain. Orang lain terlihat sangat bahagia, terlihat tak memiliki beban masalah, terlihat tak menemukan hambatan dalam kehidupan. Semuanya seperti berjalan mulus. Kita semua pasti menginginkannya.



Namun, percayalah bahwa masing-masing dari kita memiliki masalah yang berbeda-beda. Mungkin juga mereka memiliki masalah yang lebih berat daripada kita. Siapa yang akan tahu? Tapi, mengapa mereka terlihat seperti tidak memiliki masalah? Semuanya bergantung pada sikap kita dalam menghadapi masalah. Tak jarang dari kita, ketika menghadapi suatu masalah, kita merasa sangat lemah, kita seperti satu-satunya orang yang paling tersakiti, dan kita akan merasa hidup kita tidak adil. Padahal, percayalah masih banyak orang-orang yang memiliki masalah lebih berat daripada kita. Namun bedanya, mereka tidak mengeluh dan mereka tidak lelah untuk berdiri lagi setelah mereka jatuh. Dan percayalah, bahwa kita bukanlah satu-satunya orang yang tersakiti di dunia ini.

Aku percaya, bahwa setiap masalah kita memiliki 3 alasan berikut:

  • Hal-hal buruk yang terjadi kepada orang baik karena Tuhan sedang menguji kita.
  • Hal-hal buruk yang terjadi kepada orang baik karena Tuhan sedang mengajarkan kita sesuatu.
  • Hal-hal buruk yang terjadi kepada orang baik karena Tuhan menghukum kita karena dosa-dosa yang telah kita lakukan.

Kita semua orang baik, gak ada di dunia ini yang namanya orang buruk bahkan di mata Tuhan sekalipun. Hidup memang tidak adil, namun aku percaya bahwa hidup memiliki beberapa aturan :
Peraturan 1: Hidup adalah kompetisi
Peraturan 2: Kita dinilai oleh apa yang telah kita lakukan, bukan apa yang kita pikirkan
Peraturan 3: Keadilan menjadi kepentingan diri

Jika memang hidup ini tidak adil untuk setiap orang, bukankah itu sudah adil?
Jika memang hidup ini tidak adil, lalu mengapa tidak kita buat menjadi adil?

Hidup akan adil, ketika kita berhenti bertanya dan kita mulai bangkit untuk menghadapi masalah yang ada di depan kita.
Hidup akan adil, ketika kita berhenti bermimpi dan kita mulai bangun untuk mengejarnya lagi.
Hidup akan adil, ketika kita berhenti membandingkan kehidupan kita dengan orang lain dan mulai bersyukur atas kehidupan yang telah diberikan kepada kita. Karena aku percaya, bahwa masing-masing dari kita pasti diberikan kehidupan yang terbaik dan masing-masing dari kehidupan itu akan memberikan suatu pelajaran kepada kita untuk bangkit dan menjadi lebih baik. 
Jika saat ini kamu merasa bahwa hidupmu tidak adil, percayalah suatu saat hidupmu akan menjadi adil. 
Jika saat ini kamu merasa bahwa kamu sedang bersedih, percayalah suatu saat hidupmu akan sangat bahagia.
Jika saat ini kamu merasa bahwa kamu sedang menghadapi kesulitan, percayalah suatu saat kamu akan mendapatkan kemudahan.
Percayalah bahwa Tuhan itu adil. Ia tidak akan membiarkan hamba-Nya hidup dalam keadaan yang tidak bisa dilewatinya.



Unless you keep trying until you create fairness life will be always be unfair to you

A Symbol of World Peace

World Peace Gong, Desa Kertalangu, Bali
"Don't wait for a better world. Start now to create a world of harmony and peace. It is up to you, and it always has been. You may even find the solution at the end of your fork" - Sharon Gannon

 Jika kalian memperhatikan kegiatan Miss World 2013 yang diadakan di Bali, kalian pasti tahu mengenai tempat yang hari ini aku kunjungi. Yap! World Peace Gong atau Gong Perdamaian Dunia. Begitu beruntungnya Pulau Bali menjadi salah satu rumah Gong Perdamaian Dunia, gong terbesar berdiameter 5 meter yang menjadi simbol keharmonisan alam dan manusia.

Gong Perdamaian Dunia terbesar ini terletak di Taman Perdamaian Desa Kertalangu, Denpasar, Bali. Nggak susah kok buat menemukan tempat ini, karena taman ini berada di pinggir jalan raya. Kalau kalian dari Denpasar, trus mau ke Gianyar dan di pinggir jalan kalian menemukan batas Desa Kertalangu, maka kalian sudah menemukan tempat ini. Bingung ya? Aku jelasinnya juga bingung hahahaha. Tapi tenang aja, tempat terkenal seperti ini, siapa sih yang nggak tau? Kalo nyasar, bisa tanya ke orang-orang sekitar pasti mereka tahu.

Biaya yang dikeluarkan untuk masuk ke Taman Perdamaian Desa Kertalangu ini nggak mahal kok. Cukup membayar parkir Rp 2.000,- untuk motor. Maafkan kalo mobil atau bus kurang tau hehehe. Untuk tiket masuknya sendiri sebesar Rp 5.000,- / orang. Harga tersebut berlaku ketika artikel ini di post. Kalo dalam waktu 1-5 tahun ke depan harganya berubah jangan salahin saya ya hehehe.

Begitu masuk, kalian akan disuguhi pemandangan taman yang hijau, luas, dikelilingi pohon di bagian tepinya. Cocok banget buat liburan bareng keluarga. Karena menurutku, tempat ini cocok untuk bersantai sambil piknik mungkin hahaha.

Diujung taman tentu saja kalian akan melihat Gong Perdamaian Dunia berdiri tegak di atas podium yang dikelilingi 12 patung tokoh-tokoh dunia penerima Nobel Perdamaian termasuk patung proklamator RI Ir. Soekarno.

Foto: Fikri Yusuf




Seperti yang kalian liat di foto, Gong memiliki diameter 5 meter ini dihiasi oleh berbagai lambang bendera dari berbagai negara di dunia. Pada lingkaran tengah terdapat tulisan Gong Perdamaian Dunia pada sisi bawah dan tulisan World Peace Gong pada sisi atas. Di antara tulisan berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris tersebut, dipisahkan oleh bunga. Jangan salah, semua yang terukir di gong ini memiliki makna masing-masing, bukan asal bikin simbol aja. Tulisan dan bunga merupakan peneguh identitas jati diri Gong Perdamaian. Bahasa Inggris ditampilkan karena merupakan bahasa komunikasi internasional. Sedangkan bahasa Indonesia dimunculkan untuk menegaskan bahwa gong yang luar biasa ini berhasil dari Indonesia. Sementara gambar bunga merupakan lambang keindahan, kebahagiaan serta perdamaian. Konon katanya, gong ini terbuat dari lima unsur logam yang melambangkan lima benua dan Pancasila. Maka dari itu, di bagian tengah dari gong ini terdapat simbol kelima benua yang ada di bumi. Selanjutnya terdapat berbagai macam simbol agama dan ras. Simbol tersebut diukir di dalam gong karena diharapkan gong ini dapat menjadi simpul perekat bagi perdamaian umat manusia di seluruh dunia tanpa dibatasi oleh sekat agama, bangsa, ras dan perbedaan lainnya.

Berbicara mengenai sejarah tentang gong ini, aku tidak akan menjelaskannya hehehe. Karena aku gak ahli membicarakan soal sejarah. Jadi, kalo kalian ingin mengetahui lebih lanjut mengenai sejarah gong ini, kalian bisa mencarinya di Google hehehe. 

Foto : Fikri Yusuf

Foto : Fikri Yusuf
Taman Gong Perdamaian Dunia memiliki beberapa fasilitas, seperti The World Peace Gong Monumen, Perdamaian Museum & Pavilion, Perdamaian Anggrek Room, track jogging 4km, pemandangan hamparan sawah, Kerlangu art & craft, oleh-oleh, pusat eco-green, kertalangu camp, dan outbound. Untuk rincian harga fasilitas di atas mohon maaf sekali aku tidak bisa memberi tahu, karena aku ke sini hanya mengunjungi The World Peace Gong Monumen dan sibuk selfie di sana hahaha. Selain sebagai tempat wisata, tempat ini biasa digunakan untuk berbagai acara, baik acara kebudayaan, musik, dan masih banyak lagi.

Menurutku, Taman Gong Perdamaian Dunia ini adalah tempat yang paling spektakuler yang pernah aku kunjungi dan aku jamin nggak akan pernah bosen dateng ke sini. Karena, tempat ini memiliki makna yang luar biasa bagi dunia. Semoga gong ini bukan hanya menjadi simbol, tapi menjadi semangat bagi kita untuk mewujudkan perdamaian dunia.

We need more love, to supersede hatred. We need more inspiration, to lighten up our innermind. We need more learning, to erase our ignorance. We need more wisdom, to live longer and happier. We need more truths, to suppress deceptions. We need more health, to enjoy our wealth. We need more peace, to stay in harmony with our brethren. We need more smiles, to brighten up our day. We need more hero's and not zero's. We need more change of ourselves, to change the lives of others. We need more understanding, to tackle our misunderstanding. We need more sympathy, not apathy. We need more forgiveness, not vengeance. We need more humility to be lifted up. We need more patience and not undue eagerness. We need more focus, to avoid distraction. We need more optimism, not pessimism. We need more justice, not injustice. We need more facts, not fiction. We need more education, to curb illiteracy. We need more skills, not incompetence. We need more challenges, to make attempts. We need more talents, to create the extraordinary. We need more helping hands, not stingy folks. We need more efforts, not laziness. We need more jokes, to forget our worries. We need more spirituality, not mean religion. We need more freedom, not enslavement. We need more peacemakers, not revolutionaries... with these, we create an heaven on earth.

Mata Air Suci Pura Tirta Empul

Minggu, 3 Mei 2015
Pura Tirta Empul, Tampak Siring, Gianyar, Bali

Menurutku, tak salah jika salah satu julukan yang disandang oleh Pulau Bali adalah Pulau Surga. Karena, selain keindahan alamnya yang sudah terkenal oleh dunia, Pulau Bali juga kaya akan budayanya.

Masih berkutat di Kabupaten Gianyar, tepatnya di Kecamatan Tampak Siring, terdapat satu pura yang terkenal dengan mata air sucinya, yaitu Pura Tirta Empul. Biasanya, Pura Tirta Empul digunakan oleh masyarakat Bali khususnya yang beragama Hindu sebagai tempat menyucikan diri dengan mandi di kolam yang terdapat beberapa pancuran air. Katanya, dari setiap pancuran air tersebut memiliki khasiat yang berbeda-beda. Selain Pura Tirta Empul, juga terdapat Istana Kepresidenan yang didirikan oleh Presiden IR. Soekarno yang letaknya sangat dekat dari pura ini. Sayangnya, kita nggak bisa masuk buat foto selfie di sana. Kita hanya bisa melintas di depannya saja dan melihat betapa megahnya Istana Kepresidenan tersebut.

Akses menuju Tampak Siring sangat-sangat mudah, bisa pake motor ataupun mobil. Pura Tirta Empul pun juga sudah dikenal oleh Google Maps. Jadi, nggak usah takut nyasar. Dari Denpasar menuju Tirta Empul dengan sepeda motor cukup sekitar 30 menit. Tapi itu tergantung kondisi jalan juga ya. Kalo lagi macet ya bisa lebih lama hehehe.

Biaya yang dibutuhkan di Pura Tirta Empul ini nggak banyak kok. Untuk parkir sepeda motor dikenakan biaya Rp 2.000,- . Kalo mobil nggak tau ya hehehe. Kemudian ada tiket masuk untuk wisatawan domestik maupun mancanegara. Maaf nih aku nggak tau berapa tiket masuknya, soalnya sewaktu main ke sini, aku nggak bayar alias gratis hahaha. Kok bisa? Rahasia lah hahaha. Nanti kasian Tirta Empul nggak dapet penghasilan kalo kalian semua masuk gratis ;) Tapi tenang aja, tiket masuknya nggak akan semahal Trans Studio Bandung atau Jatim Park.

Diwajibkan sekali untuk berpakaian sopan dan rapi ketika berkunjung ke sini ya. Soalnya, kita berada di kawasan ibadah bagi umat Hindu. Jadi, bagaimana pun juga kita harus tetap menghormati meskipun kita bukan beragama Hindu. Kemudian, bagi wanita yang sedang menstruasi dilarang masuk ke area Pura. Jadi, cukup jalan-jalan di luar saja ya huhuhu kasian -_- Kalo saranku sih, untuk para wanita, pastikan kalian ke Bali ketika tidak menstruasi. Karena, akan begitu banyak tempat indah yang tidak bisa kalian kunjungi ketika kalian menstruasi. Harap dimaklumi ya teman-teman :)

Ketika kita akan memasuki daerah Pura, maka diwajibkan bagi kita untuk memakai kain dan selendang yang diikatkan di pinggang. Kalian boleh bawa selendang sendiri dari rumah. Kalo gak bawa pun, di sini sudah disediakan persewaan selendang dengan bayar seikhlasnya hehehe. Jadi nggak usah takut. Selendang itu diusahakan jangan dilepas ketika kalian masih berada di dalam pura. Dan... Selamat berjalan-jalan !

Foto: Fikri Yusuf


Foto: Fikri Yusuf

Foto: Fikri Yusuf

Dunia memang mengenal Pura Tirta Empul dengan pancuran air sucinya. Biasanya, banyak wisatawan yang datang ke sini untuk mandi di bawah pancuran air suci. Terdapat 12 pancuran yang ada di dalam kolam. Maaf ya gak keliatan karena ketutupan banyak orang hehehe. Seperti yang aku bilang tadi, masing-masing pancuran memiliki khasiat masing-masing. Konon katanya ada yang dipercaya untuk memperbaiki hubungan rumah tangga, menolak bala, menolak roh jahat, dan yang lain sebagainya. Nggak harus masyarakat Hindu aja yang bisa mandi, kita juga bisa dan boleh kok mandi di sini. Tenang aja, nggak dipungut biaya apapun mandi di sini hahahaha. Konon katanya juga, mata air di Tirta Empul ini bisa langsung diminum. Bahkan kualitasnya lebih bagus daripada air mineral. Katanya juga sudah pernah diuji secara klinis.

Tapi sayangnya, aku gak bisa merasakan mandi di dalam kolamnya hihihi. Padet banget. Kebetulan sekali, hari ini bertepatan dengan Hari Banyu Pinaruh bagi umat Hindu. Hari Banyu Pinaruh merupakan hari yang diyakini waktu yang tepat untuk menyucikan diri. Biasanya, pada Hari Banyu Pinaruh ini seluruh umat Hindu akan menuju ke berbagai sumber mata air untuk menyucikan diri, seperti di laut, air terjun, atau di Pura Tirta Empul sendiri. Nah, karena hari ini bertepatan banget dengan Hari Pinaruh, otomatis Pura Tirta Empul dipadati oleh ratusan umat Hindu yang silih berganti datang untuk menyucikan diri. Berasa kayak haji ya kalo sebanyak itu hihihi.

 Di sisi lain kolam pancuran air suci, terdapat kolam ikan juga lho hihihihi. Ikannya besar-besar, lucu, imut, menggemaskan kayak saya hahaha. Kalian bisa bebas memberi makan ikan di sini. Di pinggir kolam ikan, terdapat penjual makan ikan seharga Rp 2.000,- . Habis beli makan ikan, langsung selfie sama ikan, berasa kayak tangan bidadari yang ngasih kebahagiaan ke ikan-ikan hahaha.

Foto: Fikri Yusuf
Dan tentu saja bukan Bali namanya kalo nggak ada gapura dengan ukirannya yang khas banget.

Dan cukup sekian, cerita saya di Pura Tirta Empul atau wisatawan mancanegara suka menyebutnya dengan Holy Spring Water Temple. Wisatawan mancanegara aja gak gengsi dateng ke Indonesia dan mandi di sini, kamu gak penasaran juga? Yuk, ke sini! ;)